Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Sejuta kekhawatiran


__ADS_3

langkah kaki Ghanem melangkah begitu lebar menuju ke arah atas, kekawatiran adalah sang dokter panik dan Violet sadar dalam keadaan yang kacau balau.


berkali-kali laki-laki itu mencoba menghubungi sang adiknya Karan namun cukup sia-sia, Ghanem terus melangkah melewati lorong-lorong kamar di seputaran kapal tersebut.


Dia tidak berharap ini akan terjadi seperti tragedi tenggelam nya kapal Titanic atau pada tragedy kapal-kapal lainnya di dalam sejarah perkapalan dunia.


Dia mencoba menyakini diri jika semuanya baik-baik saja.


Keadaan didalam kapal benar-benar menegangkan, suara derap langkah kaki memenuhi seluruh ruangan kapal.


Tatapan antara takut, panik, sedih, bingung pada akhirnya bercampur aduk menjadi satu.


Para pasangan mencoba menenangkan pasangan mereka masing-masing, memasang pelampung yang ada dihadapan mereka kepada pasangan mereka sambil berkata.


Yakinlah Semua baik-baik saja, ini bukan tragedy Titanic, juga bukan tragedy kapal pesiar mewah SS Morro Castl 8 September 1934, ini hanya kesalahan kecil dari kapten kapal dan semua orang pasti baik-baik saja


Bisa Ghanem lihat semua orang tampak berlarian kesana kemari untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, seolah-olah kematian akan mendekati mereka saat ini.


Laki-laki itu secepat kilat masuk kedalam kamar dimana sang dokter dan Violet tadi berada.

__ADS_1


Namun begitu pintu terbuka dia tidak menemukan gadis yang dia cintai disana, yang ada tiba-tiba Karan muncul disana bersama dirinya.


"Dimana Rasty?"


Laki-laki itu bertanya panik ke arah Ghanem.


"Dia bilang akan kemari sebelum terdengar suara peringatan dari para kru kapal"


Ucap Karan cepat.


"Oh shi..t"


"Aku fikir bisa jadi mereka kembali kekamar"


"No...dalam keadaan darurat, mereka tidak mungkin kembali kekamar"


Karan dengan sigap bicara.


Tapi Ghanem cukup menentang kata hatinya, felling nya berkata kamar adalah pilihan tepat.

__ADS_1


"Mari berpencar, aku kembali menuju kekamar mencari mereka, kamu menuju ke sisi kanan kapal, jika aku tidak menemukan mereka maka aku akan pergi ke sisi kiri, jika kamu tidak menemukan mereka disisi kanan berputar dan temui aku disisi kiri"


Tanpa menunggu Jawaban dari Karan, Ghanem secepat kilat melesat pergi dari hadapan laki-laki tersebut.


Sejujurnya dia panik memikirkan Violet, tapi dia berusaha menekan perasaan nya, dia fikir ujian apalagi yang diberikan Tuhan kepada mereka kali ini.


Violet jelas masih berada pada masa trauma, jika kapal ini benar-benar tenggelam bisa dia bayangkan bagaimana trauma nya Violet saat ini, pilihan nya dia harus memastikan Violet turun dari kapal pesiar ini menuju ke sekoci dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan atau terluka sedikitpun.


Laki-laki itu terus melesat melangkah Menuju ke arah kamar mereka melewati restauran Utama kapal.



Terus berlarian menaiki tangga Menuju ke lantai atas.


Namun sepersekian detik kemudian Ghanem merasa seperti nya kapal yang mereka naiki sedikit miring ke kanan, dilihat mulai ada nya pergeseran barang-barang di kapal tersebut termasuk lampu hias raksasa nya.


Laki-laki itu menelan salivanya, kecemasan terus menghantam dirinya.


Aku mohon jangan kemana-mana, tunggu hingga aku menjemputmu sesuai dengan apa yang sering aku ucapkan Selama ini sayang.

__ADS_1


__ADS_2