
Kembali ke masa sekarang
Rumah sakit xxxxxxx
Britania sejak beberapa hari yang lalu tidak mau bicara dengan siapapun, bahkan dia tidak Sudi melihat putra nya sendiri saat dia tahu soal kenyataan jika anak yang di lahirkan bukan hasil hubungan dirinya dan Ghanem.
Begitu mendengar dokter berkata putra nya memiliki wajah oriental dia jelas gemetaran, Tangan nya langsung meremas sprai kasur yang ada di sekitarnya.
Hati nya benar-benar sakit, di terluka dan juga Kecewa.
Dia fikir karena itu Violet dengan yakin berkata akan menunggu usia kandungan nya hingga 9 bulan kemudian masih mau menunggu hingga kelahiran nya.
Karena itu Ghanem bersikap baik pada nya, tidak membahas soal anak dan selalu mengelak saat dia ingin membahasnya.
Bahkan saat Mommy Ghanem ada didekat nya, wanita itu selalu berkata.
"Jangan khawatir kan soal itu, fokus lah pada kesehatan kamu, jika kamu sehat maka anak yang ada dikandungan mu juga akan sehat"
Semua orang Seolah-oleh menertawakan diri nya.
Britania jelas seperti tidak punya muka dan harga diri lagi saat mengetahui soal kenyataan, apa yang dia banggakan dan harapkan selama ini rupanya sia-sia.
Sejak awal kelahiran dia sama sekali tidak ingin melihat sosok putra nya, bagi Britania anak itu persis seperti virus yang harus dia hindari.
Dia tidak peduli dan tidak mau tahu soal anak itu, rasa benci jelas menghantam harga dirinya, di tidak akan mampu melihat anak itu di dalam seumur hidup nya.
__ADS_1
Jika pun ada rasa ingin tahu siapa yang telah menipu nya malam itu, dia membuang Semua apa yang difikirkan dirinya, yang dia peduli hanya lah dia ingin segera pergi dari sana secepat nya.
Dia benci pada semua orang termasuk Ghanem dan bayi tersebut.
Alea berkata bayi itu di asuh oleh Rasty sejak kemarin, begitu dokter berkata soal waktu kelahiran dan Britania histeris tidak mengakui nya, Rasty langsung mengambil putra nya tanpa banyak bicara.
"Aku tidak menginginkan Putra nya"
Jerit Britania kala itu.
"Kalian semua bajingan, berani-beraninya membodohi ku"
Dia jelas berteriak histeris sambil memegangi kepalanya dengan kedua belah tangannya.
Dan kini disinilah dia saat ini, duduk seperti orang pesakitan di kursi roda rumah sakit sambil menatap nanar ke arah jendela kaca yang menembus langit cakrawala.
Seorang laki-laki berjalan perlahan diikuti dua laki-laki lain yang meletakkan beberapa makanan dan buket bunga di atas meja.
Setelah meletakkan beberapa barang tersebut di Laki-laki dibelakang laki-laki tersebut langsung pergi keluar meninggalkan laki-laki itu dan Britania.
Hening, tidak ada pembicaraan sama sekali untuk beberapa waktu.
Hingga akhirnya suara berat laki-laki itu mengejutkan Britania.
"Apakah menjadi baik itu sulit?"
__ADS_1
Begitu dia mendengar suara seseorang dibelakang nya, Britania langsung memutar kursi rodanya.
Bola mata nya terbelalak saat menyadari siapa yang ada dihadapan nya saat ini.
"Kau...?!"
Alih-alih mendengar kan keterkejutan Britania laki-laki itu kembali berkata.
"Kamu begitu marah dan merasa kehilangan harga diri saat merasa seseorang membohongi kamu habis-habisan, tapi pernahkah kamu berfikiran bagaimana perasaan orang lain yang kamu Bohongi?"
Tanya laki-laki itu masih terus berdiri sambil menatap dalam bola mata Britania.
Barisan Pertanyaan itu mengejutkan Britania.
"Kamu lupa memukul tubuh mu Sendiri lebih dulu sebelum memukul tubuh orang lain, hingga kamu lupa bagaimana rasa sakit perempuan lain ketika dibohongi dan dipaksa di rebut hak nya Bri"
Perempuan itu seketika menelan Saliva nya.
"Seolah-olah didunia ini hanya kamu yang memiliki hati, kamu lupa Violet juga memiliki hati"
"Saat dibohongi siapa sebenarnya ayah dari putra mu, kamu bahkan merasa begitu sakit dan kecewa, kamu merasa telah di bodohi dan di tertawakan oleh semua orang, mengabaikan putra mu bahkan memilih tidak menyentuh makanan apapun selama berhari-hari, padahal ada banyak orang yang masih mencintai kamu saat ini"
"Lalu tidak kah kamu berfikir soal perasaan orang lain yang telah kamu hancurkan bri? terutama adik kembaran mu Elvitania? kau tidak tahu bagaimana mengerikan nya nasib nya saat ini?"
Suara laki-laki itu terdengar penuh kekecewaan, dia berjalan mendekati Britania lantas berhenti tepat di depan Kursi Roda tersebut dimana Britania tidak berani mengeluarkan Suara nya sedikit pun.
__ADS_1
"Aku fikir aku jatuh cinta pada orang yang benar, rupanya aku jatuh cinta pada orang yang salah, yang sama mengerikan nya seperti Sunita"
Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya seketika membuat Britania kehilangan kata-kata nya.