
Ghanem secepat kilat melesat menuju ke apartemen Karan, melewati jalan lain agar lebih mempercepat dirinya bergerak kesana.
Ketakutan terbesar nya jika kakek menemukan Rasty, dia tahu apa yang akan dilakukan kakek mereka pada perempuan itu.
Narayan Aston bukan type laki-laki yang mau mendengarkan penjelasan orang lain, dia type laki-laki keras kepala yang selalu merasa dirinya benar sendiri.
Kejadian dimasa lalu yang notabene nya bukan kesalahan Rasty dilimpahkan semua kepada perempuan itu dimasa lalu, Ghanem tahu kenapa kakek Narayan memilih Violet agar menikah dengan karan, karena dia memiliki hutang Budi masa lalu dengan kakek tua keluarga Stepanus.
Tapi seandainya kakek Narayan tahu ayah Violet terlibat kejadian di masa lalu, Ghanem yakin kakek Narayan akan membuang violet persis seperti dia membuang Rasty saat ini, menghancurkan masa depan perempuan itu persis seperti menghancurkan masa depan rasty dan menarik kembali Rasty menjadi menantu keluarga Hurairah.
Tapi dia lebih memilih tutup mulut soal keterlibatan keluarga perempuan itu bersama Karan atas permintaan Rasty di masa lalu.
Sejatinya mereka tahu semua orang pantas bahagia.
Dari luar Violet tampak menyedihkan ketika dinikahkan oleh karan, tapi realita nya dari dalam Rasty lah yang melindungi semua orang dimasa lalu termasuk keluarga Violet Secara diam-diam.
Bahkan atas tragedi di masa lalu Rasty kehilangan seluruh masa depan nya satu per satu tanpa sisa.
Ad banyak sekali yang terlibat pada peristiwa dimasa lalu, tapi puncak kesalahan utama berada ditangan ayah violet, dimana laki-laki itu ambruk dengan perusahaan nya dan terkena stroke dalam waktu yang begitu lama.
__ADS_1
Karena itu Karan tidak bisa membuat kesepakatan bersama violet soal Rasty, jika tidak didalam pernikahan mereka violet lah yang akan memendam perasaan bersalah atas kesalahan keluarga nya.
Laki-laki itu lebih memilih diam seribu bahasa, menatap wajah yang sama setiap hari, mengingat luka dikejadian masa lalu yang melibatkan ayah dari Violet.
Dibandingkan violet, Karan jelas jauh lebih terluka, harus bertemu bahkan berinteraksi dengan putri seseorang yang telah menghancurkan masa depan perempuan yang begitu dia cintai.
Ghanem ingat betul percakapan berupa kode tangan dari dirinya dengan Rasty hari itu di kantor polisi setelah perempuan itu melewati masa koma nya selama 3 bulan penuh setelah peristiwa malam itu.
Dimana Rasty telah kehilangan seluruh daya kemampuan dalam hidup nya.
"Kenapa kamu melakukan ini?"
Ghanem jelas marah, menyentuh wajah perempuan itu dengan bola mata berkaca-kaca.
"Karena itu bukankah tidak ada alasan untuk ku menghancurkan masa depan orang lain nya lagi? cukup aku yang merasakan nya, dia tidak tahu apa-apa"
"Rasty..."
"Dia masih muda, sehat tanpa cacat, dia membutuhkan orang tua nya, aku tidak bisa mengatakan nya pada pihak berwajib, Ghanem"
__ADS_1
"Tapi kau akan dibenci keluarga Narayan didalam seumur hidup mu"
Alih-alih menjawab, perempuan itu hanya mengembangkan senyuman nya.
"Tapi setidaknya ada kalian juga Karan yang terus menggenggam erat tangan ku"
Sejenak Ghanem menghela kasar nafasnya, dengan gerakan buru-buru laki-laki itu membelokkan mobilnya di area parkiran apartemen xxxxxxxx pusat kota Jakarta tersebut.
Secepat kilat setelah mematikan mesin mobil nya Ghanem melesat naik ke lantai yang dia tuju, mencari Rasty didalam apartemen Karan tanpa fikir panjang.
Perempuan itu tampak duduk di atas kursi sofa ruang tengah, menatap lurus ke depan saat mendengar pintu interkom mengeluarkan suara nya, dia tahu Karan belum lama melesat pergi sejak tadi, kata nya Ghanem akan datang menjemput nya.
"Kamu baik-baik saja bukan?"
Ghanem bertanya ke arah Rasty, berjalan mendekati perempuan itu lantas meraih tas nya dan mencoba duduk berjongkok dihadapan Rasty.
"Naiklah ke punggung ku"
Ucap Ghanem kemudian.
__ADS_1
Perempuan itu berusaha meraih punggung Ghanem dan mulai memeluk leher Ghanem secara perlahan.
Tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka, hanya keheningan yang terjadi diiringi langkah kaki Ghanem yang mulai berjalan keluar dari apartemen itu.