Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Menjebak nya


__ADS_3

NH Collection Roma Fori Imperiali hotel


Roma


Italia


Britania mencoba untuk berdiri dan berjalan dari tempat dimana dia duduk, tidak tahu kenapa tubuh nya menjadi terasa begitu aneh dan memanas Secara tiba-tiba, dia fikir apa mungkin dia mabuk?.


Dia menyalakan handphone nya sejenak, mencoba menghubungi seseorang dibalik sana sambil membuat recorder rekaman didalam nya, kemudian perempuan itu meletakkan handphone nya didalam tas tangannya.


Perempuan itu memaksa langkah menuju ke kamar dimana seharusnya Ghanem berada, dia fikir ini sudah waktunya dia bergerak menukar posisi dirinya dan elvitania.


Bola matanya terasa begitu berkabut di iringi hasrat yang terasa bergejolak dan ingin dia tuntaskan disana, dengan langkah dipaksa dia masuk menuju kamar dimana Ghanem berada, dia yakin anak buah nya telah memindahkan elvitania saat ini.


Saat dia baru memutar knop pintu kamar tersebut dan pintu nya terbuka, tiba-tiba seseorang menarik tangan nya dengan cepat, menghempas kan tubuhnya ke atas kasur begitu saja.


Tas tangan nya terlempar tepat di atas kepala dimana dia tertidur di atas kasur tersebut.


"Ghanem? itu kau?"


Suasana kamar itu terlihat begitu remang dan tenang, dia kesulitan melihat wajah orang yang menarik nya itu.


Ketika tangan besar dan kokoh itu mengeranyangi tubuh dan menjalar ke dada nya, Britania ingin mencoba bicara namun tiba-tiba bibir nya dengan cepat di sedap dengan penuh gai..rah oleh orang Tersebut.


Britania Seketika tersenyum senang, dia fikir obat nya masih bereaksi dengan baik dan berat pada diri Ghanem.

__ADS_1


"Ghanem... perlahan"


Di tengah kemelut tubuh nya yang mulai memanas dan bergejolak hebat, laki-laki di atas nya Terus bergerak luar biasa, menyapu dsn menyusuri seluruh tubuhnya nya tanpa henti.


Dia bahkan tidak diizinkan untuk bicara atau bahkan melihat wajah laki-laki itu, bahkan Laki-laki itu sama sekali tidak mengeluarkan suara.


Desa..Han Laki-laki itu terdengar menggoda, lembut dan mampu meningkatkan hasrat nya hingga ke ubun-ubun.


"Sayang akhhhh"


Pekikan pelan Perempuan itu seolah-olah tidak didengarkan laki-laki yang ada di atas nya.


Laki-laki itu benar-benar membuat Britania menggila ditengah hasrat hebat nya yang luar biasa.


Dirinya dibuat benar-benar tidak berdaya dibawah Kungkungan Laki-laki itu, pekikan, teriakan kecil, desa..Han halus dan rintihan Britania sama sekali tidak didengarkan laki-laki itu.


Entah berapa kaki laki-laki itu membuat dirinya tidak berdaya, Britania baru kali ini merasakan kegilaan yang begitu luar biasa.


Perempuan itu masih sempat melirik ke arah tas tangan nya, dia merasa benar-benar mendapatkan keinginannya saat ini.


"Oh Ghanem, sayang akhhh pelan-pelan "


Racau nya dalam beberapa waktu permainan tiada henti yang mereka lakukan.


*******

__ADS_1


Disisi lain.


Violet tampak mengerutkan keningnya saat sebuah panggilan masuk ke handphone nya, dia fikir siapa yang menghubungi diri nya dengan nomor baru.


Secara perlahan perempuan itu mengangkat panggilan nya.


"Halo?"


Violet bertanya sambil terus mengerutkan keningnya.


Sejenak dia terdiam saat mendengar suara-suara aneh di seberang sana.


"Halo?"


Violet mengulang pertanyaan nya.


Tidak ada jawaban?!.


Dia berniat mematikan panggilan nya, namun tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Ghanem? itu kau?"


Dia fikir itu suara Britania.


Violet mengurungkan niatnya untuk mematikan panggilan tersebut, dia kembali mencoba merapatkan telinga nya di balik handphone miliknya untuk waktu cukup lama.

__ADS_1


__ADS_2