Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Awal mula rencana kehancuran


__ADS_3

Mansion utama


Ghanem Hurairah


3 tahun setelah kelahiran Ibrahim


Putra bungsu Ghanem dan violet


Nenek muda Sunita terlihat berjalan dengan menggunakan tongkat milik nya menuju ke arah luar penjara dan menghirup udara bebas dengan perasaan bahagia.


Seorang perempuan dan laki-laki terlihat berjalan menghampiri dirinya, menunduk kan kepala mereka dengan penuh keheningan.


Wanita tua itu terlihat mendongakkan kepalanya, menatap langit cerah dimana matahari siang benar-benar terasa menyengat di atas kepala.


Ini adalah hari pertama kebebasan nya setelah melewati masa panjang bergelut dalam sisi kegelapan didalam penjara.


"Nyonya"


Laki-laki yang menjemput nya secara perlahan membukakan pintu mobil tepat disamping kemudi dan membiarkan wanita itu masuk kedalam sana.


Nenek Sunita secara perlahan mulai masuk dan naik ke atas sana, dia bersandar di kursi tersebut sambil memejamkan pelan bola mata nya sejenak.


Mencoba terus menikmati udara kebebasan nya dengan suka ria.


Selama didalam perjalanan mereka bertiga tidak mengeluarkan sedikit pun suara, mereka lebih memilih diam dan Sibuk dengan pemikiran masing-masing.


Hingga akhirnya wanita tua itu berkata.

__ADS_1


"Kalian terus memantau perkembangan Britania?"


Tanya nya dengan Tiba-tiba.


"Ya nyonya"


"Bagaimana dengan putra nya?"


Mereka memiliki 2 orang putra, yang pertama sudah tumbuh dewasa, laki-laki itu tumbuh persis seperti tuan Han, akan sedikit sulit untuk mempengaruhi pikiran nya, sebab dia memiliki karakter kuat yang tidak gampang terpengaruh oleh keadaan"


Jawab perempuan yang duduk tepat di kursi belakang nenek Sunita.


"Yang satu nya?"


"Nyonya bisa bergerak dalam waktu dekat, usia nya persis seperti usia putra bungsu tuan Ghanem, 3 tahun dengan pemikiran yang masih bisa diracuni dan di kendalikan sesuai Dengan kemauan"


Mendengar ucapan perempuan dibelakang nya, wanita tua itu diam sejenak.


Tanya nenek Sunita cepat.


"Di Prancis, dia bahkan terlihat akrab dengan putri bungsu tuan Ghanem"


Mendengar keakraban mereka jelas membuat wanita tua itu menggenggam erat telapak tangan nya.


"Sudah tahu apa yang harus dilakukan?"


Tanya nenek Sunita cepat.

__ADS_1


"Ya nyonya"


Wanita itu sedikit mengangguk kan kepalanya.


"Pastikan semua nya berjalan lancar sesuai dengan Rencana, buat seolah-olah itu adalah kecelakaan, tarik putra bungsu nya dan buat dia seolah-olah menghilang dari muka bumi ini"


Ucap nenek Sunita cepat.


"Selanjutnya kalian tahu apa yang harus dilakukan"


Setelah berkata begitu, nenek muda Hurairah itu seketika memejamkan bola matanya.


Yah mereka harus menarik salah satu putra Britania untuk melanjutkan rencana nya, dia harus mendapatkan kembali hak nya di Hurairah company bagaimana pun caranya.


Bahkan Britania, mantan suami nya juga seluruh keluarga Hurairah harus membayar semua penderitaan yang dia lewati selama puluhan tahun ini di penjara.


Mereka harus merasakan penderitaan yang sama dengan diri nya tanpa ampun.


Dia jelas tidak bisa lagi masuk ke dalam keluarga Hurairah dengan cara nya, dan satu-satunya cara dengan memilih kandidat terbaik untuk masuk kesana dan mendapatkan apapun yang dia inginkan kedepannya.


Dan dia jalas punya rencana matang untuk bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan di keluarga itu.


Dia membutuhkan Putra Britania untuk bisa menukar posisi salah satu penerus Hurairah dan memanfaatkan Perempuan dibelakang nya untuk membawa putra Perempuan sia..lan itu dan mantan suami nya.


Seketika wanita tua itu menaikkan ujung bibirnya, dia terus memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu Dan menikmati kebebasan nya sangat suka ria.


******

__ADS_1


Catatan \=


Novel Ibrahim Hurairah (Daddy Ramira) dan putra Britania akan ada sequel nya sendiri Mak ya.


__ADS_2