Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Jangan meminum nya lagi


__ADS_3

Violet tampak panik, meraih wajah Ghanem dengan cepat, dia terus bertanya ada apa.


Tapi anehnya laki-laki itu malah mencoba merogoh sesuatu dari dalam laci disisi kiri mereka.



Sambil berusaha menahan sakit dikepala untuk beberapa waktu dan berulang kali mencoba menarik nafasnya panjang, Ghanem terus mencoba merogoh laci tersebut.


Sejenak bola mata Violet menatap sebuah botol kecil berisi obat yang Ghanem dapatkan dari sana.


Seketika gadis itu menatap botol tersebut sambil mengerutkan keningnya, dia fikir Ghanem selalu berusaha mengkonsumsi obat tersebut setiap kali laki-laki itu mendapat kan Serangan sakit secara tiba-tiba.


Melihat Ghanem mulai membuka obat tersebut dengan kepayahan dan mencoba mengambil beberapa butir obat didalam sana, secepat kilat Violet menyambar obat tersebut dari tangan laki-laki tersebut.


"No..."


Violet bicara cepat sambil menyembunyikan Obat tersebut di belakang tangan nya.

__ADS_1


"Violet?"


Ghanem Tampak menatap wajah gadis didepannya itu dengan pandangan yang sulit dimengerti, laki-laki itu seolah-olah meminta Violet agar mengembalikan obat tersebut ke tangan nya.


Secepat kilat Violet kembali meraih wajah laki-laki tersebut, dia mencoba untuk menatap bola mata Ghanem sambil berkata.


"Jangan lakukan itu lagi, jika kamu meminum obat itu Terus menerus maka berarti kamu ingin menciptakan jarak diantara kita"


Violet bicara sambil menggelengkan kepalanya.


Dia jelas keberatan jika Ghanem menggunakan obat tersebut, dia fikir bahkan dirinya pun sudah mencoba untuk berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang tidak jelas itu.


"Tapi.."


Laki-laki itu baru ingin bicara namun secepat kilat Violet langsung memeluk erat tubuh Ghanem.


"Mari sama-sama tidak bergantung kepada obat, kita bisa memulai semuanya dari sini, mencoba mengingat satu persatu memori yang lalu"

__ADS_1


Ucap Violet cepat.


"Biarkan ingatan diantara kita terus hadir dan kembali, biarkan kita merangkai satu persatu apa yang pernah hilang di antara kita, menyusun kepingan demi kepingan puzzle soal masa lalu kita"


"Mari saling mengingat antara satu dan yang lainnya"


Ujar Violet lagi sambil terus memeluk erat Ghanem, dia membiarkan Ghanem tenggelam didalam diri nya untuk beberapa waktu.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba sebuah ketenangan menyeruak Kedalam hati Ghanem, Seolah-oleh dia tenggelam dalam satu ruang Hangat yang membuat dirinya melupakan soal rasa sakit yang dia rasakan tadi.


aroma gadis itu terasa tidak asing di balik hidungnya, seolah violet pernah menjadi candu untuk dirinya, dia seakan-akan tidak bisa mengendalikan dirinya tiap kali berdekatan dengan gadis itu.


Hingga akhirnya tanpa sadar laki-laki itu mulai memejamkan bola matanya, rasa hangat dan nyaman bersama Violet membuat dirinya terus menenggelamkan dirinya kedalam keadaan, secara perlahan laki-laki itu mulai terlelap didalam pelukan gadis itu untuk beberapa waktu.


Membuat Ghanem Melupakan sejenak persoalan sakit di sekitar kepala nya juga bahkan mencoba membiasakan diri soal ingatan masa kamarin yang menghantam kepalanya.


Violet menepuk-nepuk perlahan punggung Ghanem, membiarkan laki-laki itu terus bersandar dan tenggelam didalam dada nya, tertidur lelap untuk beberapa waktu, sejenak Violet membenahi posisi nya agar membuat dirinya juga merasa nyaman dengan keadaan.

__ADS_1


Sejenak Gadis itu menghela pelan nafasnya, dia mencoba memperhatikan botol berisi obat yang ada di tangan nya tadi.


Tidak tahu kenapa tapi firasat nya berkata Obat tersebut bukan lah obat yang baik untuk dikonsumsi oleh Ghanem.


__ADS_2