Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Mencoba menggoda nya


__ADS_3

Hurairah company


08.45 AM


Ketika mobil Ghanem mulai menepi menuju ke arah depan gedung Hurairah, seketika bola mata laki-laki itu menangkap sosok Violet yang baru saja keluar dari dalam mobil seseorang.


Dia fikir Violet pergi dengan siapa, begitu kaca mobil di turun kan dia baru tahu itu adalah Serkan.


Seketika Laki-laki itu membuang pandangannya dengan cepat.


"Aku akan minta sopir mengantar kamu pulang"


Ucap Ghanem pada Britania cepat.


"Hmmm"


Britania mengangguk pelan, menatap dalam bola mata Ghanem, berharap ada ciuman selamat tinggal atau lain sebagainya.


Namun rupanya Ghanem sama sekali tidak merespon ekspresi penuh harap nya.


Sepersekian detik kemudian Ghanem langsung turun dari mobil nya, membiarkan posisi nya digantikan oleh seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahunan yang naik ke kursi kemudi.


Dalam hitungan waktu Mobil itu pada akhirnya meninggal kan Ghanem disana.


Beberapa waktu kemudian Ghanem langsung melesat masuk kedalam gedung Hurairah company, masuk ke dalam dengan langkah tegap dan dingin nya, bola matanya mencoba mencari sosok seseorang.


Bisa dia lihat Para karyawan Hurairah company menunduk kan kepala mereka dengan cepat.


"Tuan?"


Seorang laki-laki menundukkan kepalanya tepat dihadapan Ghanem.


"Kamu pergi melalui pintu lain"


Perintah Ghanem ke arah laki-laki itu.


"Baik tuan"

__ADS_1


Laki-laki itu menjawab dengan perasaan Bingung.


"Soal rapat siang ini, tuan?"


Laki-laki itu mencoba untuk bertanya.


Alih-alih menjawab, bola mata Ghanem tahu-tahu mengejar sosok seseorang dan meninggalkan laki-laki dihadapan nya tadi.


Ghanem langsung berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah Elevator, mencoba untuk menahan pintu yang hampir tertutup, laki-laki itu secepat kilat masuk kedalam sana dalam hitungan detik.


Tringggg


Mendengar pintu elevator kembali terbuka, Seketika bola mata Violet menatap kearah depan nya, bola mata nya bertemu dengan bola mata Ghanem, gadis itu seketika mengedip-ngedipkan bola matanya, dia Tampak terkejut dan langsung mundur beberapa langkah saat sadar siapa yang ada dihadapan nya.


Ya ampun.


Violet terpekik dalam hati, gadis itu mencoba memepetkan tubuh nya ke dinding elevator.


Satu detik, dua detik, tiga detik terlihat keheningan diantara mereka, Violet menghela nafasnya pelan, dia fikir syukurlah Ghanem tidak mengajak nya bicara.


"Tidak ingin menyapa suami mu?"


Hah?.


Seketika suara Ghanem memenuhi gendang telinga nya, dia jelas panik, secepat kilat Violet langsung membuka bola matanya, gadis itu tercekat.


Kini Bola Mata dirinya dan Ghanem saat ini saling beradu, laki-laki itu sudah ada tepat dihadapan nya sambil menaikkan ujung Alisnya, mencoba meletakkan tangan kanan nya ke dinding elevator dimana Violet bersandar.


"Seharusnya seorang istri menyapa dan bertanya soal bagaimana pagi suami nya"


Suara laki-laki itu terdengar datar dan dingin tapi bisa dia rasakan kehangatan yang keluar dari balik bibir itu, meskipun dia begitu kaku dan dingin bahkan pandangan bola matanya terlihat seolah-olah siap membunuh siapapun bahkan bisa membakar diri Violet saat ini, tapi bisa Violet lihat masih ada sisi baik di dalam diri laki-laki itu.


"Ya?"


Violet bertanya dengan tatapan bingung.


"Atau bahkan mencoba tersenyum pada sang suami hmmm?"

__ADS_1


Nafas Ghanem terasa berhembus dengan begitu lembut, aroma mint menyeruak masuk kedalam rongga hidung nya.


Saat laki-laki itu merapat kan tubuh mereka tiba-tiba saja ada satu aroma khusus yang masuk dari hidung nya merambah melewati sensor otak nya begitu saja.


Tidak asing!l.


Seolah-olah aroma itu pernah menjadi satu hal khusus yang pernah dia sukai sebelum nya.


Dengan gerakan spontan karena kaget dengan perasaan nya, Violet tanpa sengaja langsung menyentuh dada Ghanem Dan meremas nya karena kepalanya tiba-tiba terasa begitu pusing.


Ghanem ikut terkejut saat tangan itu menyentuh dadanya dan terasa tangan mungil itu meremas dadanya secara spontan, dia langsung membulatkan pupil matanya.


Tidak tahu kenapa sentuhan gadis itu sedikit mengusiknya, ada hawa panas yang tiba-tiba menyerangnya, satu hasrat lain naik seketika, dan tiba-tiba ada yang menegang dibawah sana.


"Kau sedang mencoba menggoda ku?"


Tanya Ghanem tiba-tiba?


Suara nya tidak terdengar sedang marah, malah terdengar begitu seksi dan menggoda.


Seolah-olah sadar dengan tindakan nya, Violet secepat kilat melepaskan tangan nya dari dada Ghanem.


"Itu...bukan seperti itu...aku tidak..."


Suara nya Terdengar begitu berantakan, dia bingung harus menjelaskannya bagaimana.


"Aku tidak bermaksud begitu"


Dia mencoba membenahi kata-kata nya lagi.


Bukan begitu, aku tidak begitu, ini kesalahan, apa yang aku lakukan?.


Dia terpekik didalam hati.


Seketika Violet panik, wajahnya terasa memerah karena malu.


Dia Fikir Apa yang telah aku lakukan pada laki-laki itu barusan?.

__ADS_1


__ADS_2