
"Kita benar-benar akan memulainya, aku akan memutar botol pertama, yang dapat kepala harus menebak kata dari ujung botol dengan kode tangan ala si bisu yang di mainkan sang pemain utama"
Ucap Rasty cepat.
"Wahhhb kau berpengalaman soal ini"
Ucap bibi ke dua.
Rasty tampak mengembangkan senyuman nya, perempuan itu langsung memutar botol nya.
Cukup lama botol nya berputar, hingga akhirnya Seketika botol tersebut berhenti pada bibi Melly dan serkan.
"Harusnya aku tidak duduk dihadapan bibi"
Seloroh serkan.
Seketika tawa semua orang pecah.
"Aku beri permainan nya"
Rasty memberikan Sebuah kertas pada bibi Melly, wanita itu mengangguk saat tau kalimat yang harus dua buat.
Kupu-kupu.
"Aku mulai"
Ucap bibi Melly cepat.
Wanita itu mulai memainkan tangan nya.
Serkan tampak mencoba menebaknya.
"Terbang?"?"
Serkan bicara cepat.
Bibi Melly mengangguk tapi terus menggerakkan tangannya.
"Burung?"
Tangan bibi melly langsung bergerak berkata bukan, dia menggelengkan kepalanya dan kembali menggerakkan tangannya.
"Aku fikir yang terbang itu pasti burung"
Protes serkan cepat.
Bibi melly mengibas-ngibaskan tangannya.
"Layangan?"
"Oh come apa ada layangan seperti itu?"
Protes Rasty cepat.
"Aku terlihat bodoh disini"
Oceh Serkan.
__ADS_1
"Menyerah maka harus menghabiskan minuman nya"
ucap Rasty cepat.
"Jika bisa menjawab nya bibi yang harus meminumnya"
"Oh ini benar-benar seperti buah simalakama"
Protes serkan lagi.
mendengar ucapan Serkan, violent tampak tertawa renyah menatap wajah tampan itu dengan wajah ceria nya.
melihat tawa serta ekspresi Violet, tiba-tiba Ghanem berusaha meraih gelas minuman nya, tidak tahu kenapa rasa haus Menghantam dirinya.
"Kak ini belum waktunya minum?"
Ucap Rasty cepat.
"Aku menghabiskan sisa minuman ku"
Jawab Ghanem lantas langsung meneguk minuman nya.
"Kupu-kupu?"
Tiba-tiba terdengar Suara Serkan kembali.
"Perfect"
...(Hanya Visual)...
Teriak bibi Alea senang.
"Yakkkkk"
Bibi melly langsung terkejut.
"Gila ..aku yang minum"
Seketika wanita itu memutar bola mata nya.
Minummmm....minummmm...minummm....
"Bibi jangan melanggar janji"
Ucap Rasty cepat.
"Oh god aku seharusnya tidak membuat nya menjadi mudah"
Ucap bibi Melly.
Sorak sorai semua orang memecah keheningan.
Bibi Alea memainkan alisnya, dia menyerahkan segelas minuman ke arah kakak perempuan nya itu.
"Oh shi .t"
Umpat perempuan itu sambil meraih gelas minuman nya, wanita itu langsung meneguk minuman itu dalam beberapa tegukan.
__ADS_1
"Ohhh Grrrrhhhhh"
ucap wanita itu sambil memejamkan bola mata nya sejenak setelah menghabiskan minuman nya.
"Seharusnya aku pura-pura tidak tahu jawabannya"
Serkan bicara dengan nada santai nya, dia bersandar kemudian tangan kanan nya langsung naik ke atas kursi sofa, laki-laki itu sedikit menggeser posisi duduk nya, menatap violet yang duduk tepat disampingnya.
Serkan tampak mencoba mengajak bicara Violet sejenak, tidak terdengar dengan baik sebab semua orang bersuara dan kembali memulai permainan nya, bibi Melly kali ini memutar botol nya.
Tidak tahu kenapa Ghanem cukup merasa risih melihat kedekatan serkan dan Violet, laki-laki itu kembali meraih gelas minumannya dan mencoba menuangkan botol berisi wine ke gelas nya.
"Kak, kau menuang minuman taruhan nya?"
Protes Rasty cepat.
"Ambilkan botol yang baru"
Perempuan itu menaikkan ujung Alisnya.
"Baiklah"
Jawab Rasty pelan.
Saat botol diputar, mereka menunggu cukup lama hingga akhirnya botol tersebut berhenti tepat ke arah Ghanem dan violet.
"Wahhhhh"
Seketika semua orang bersorak.
"Ini giliran kalian"
Ghanem langsung menatap dalam bola mata violet, gadis itu tampak menelan salivanya.
Sejenak Violet menoleh ke arah Serkan.
Laki-laki itu mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan khawatir soal apapun"
Ucap serkan sambil mengembangkan senyuman nya.
Oh shi..t.
Ghanem mengumpat didalam hati, rasanya tiba-tiba hawa semakin panas didalam dirinya, tidak tahu kenapa rasanya benar-benar tidak nyaman dan membuat dia menatap kesal dengan keadaan.
"Kau kenapa?"
Britania bertanya bingung dengan ekspresi Ghanem.
"Kamu mabuk, sayang?"
Perempuan itu mencoba menyentuh keningnya.
Ghanem langsung menoleh kearah perempuan itu.
"Tidak"
Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman, kemudian dia membuang pandangannya dari Britania.
__ADS_1