
Ghanem Tampak memutar susunan gambar rekaman yang di miliki violet di masa lalu, dia ingin tahu apa yang sebenarnya di lihat oleh dua gadis itu di masa lalu, dan siapa Yang terlibat pembunuhan Daddy nya malam itu.
"Bergerak terus"
Ucap Ghanem pada laki-laki disampingnya itu.
Laki-laki disisi kirinya Tampak terus menggeser kursor komputer nya, membiarkan rekaman itu terus berjalan disana.
Sejenak Ghanem mengerutkan keningnya saat sadar ada sesuatu yang mencurigakan disana.
"Berhenti, ulangi pada menit ke 5"
Ucap Ghanem cepat.
Cukup lama dia memperhatikan dengan seksama gambar dihadapan nya itu, sejenak dia mengerutkan keningnya.
"Zoom"
Ghanem Terus memperhatikan gambar tersebut dalam waktu cukup lama.
"Teruskan"
Ucap Ghanem lagi.
Lantas laki-laki itu menekan kembali kursor nya, membiarkan Vidio tersebut terus berjalan.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba bola mata Ghanem membulat, dia cukup tidak percaya dengan siapa yang dia lihat dihadapan nya saat itu.
"Stop, mundur"
Ucap laki-laki itu dengan buru-buru.
Yang diperintahkan dengan cepat menuruti kemauan Ghanem.
Oh shi .t.
__ADS_1
Ghanem Tampak mengumpat dalam hati.
Kauuuu membohongi semua orang malam itu.
Ghanem bicara dalam hati sambil mengeratkan rahangnya, gigi nya Tampak saling mengerat dengan sempurna, kemarahan jelas terlihat dari bola matanya.
"Berikan rekaman asli nya pada ku, buatkan copy nya dan serahkan pada serkan secepat nya"
Setelah berkata begitu Ghanem langsung beranjak dari posisinya, dia berjalan meninggalkan laki-laki disampingnya itu tanpa banyak bicara.
Ghanem mencoba untuk menghubungi seseorang melalui handphone nya.
"Mari bicara 4 mata"
Setelah berkata begitu Ghanem langsung menutup panggilan nya, secepat kilat dia melesat pergi dari sana, turun ke arah tangga menuju ke arah garasi mobil nya.
"Tuan"
Seorang perempuan Tampak menundukkan kepalanya.
Tanya Ghanem pada perempuan tersebut.
"Sudah tuan"
"Pastikan dia mempersiapkan dirinya dengan baik, aku akan menjemput nya dan membawa nya makan ini"
"Baik tuan"
"Awasi mata kalian dari dirinya, dan hati-hati pada ipar pertama Hurairah, jangan biarkan dia masuk menemui Violet tanpa seizin ku".
"Baik tuan"
"Dan... jangan biarkan perempuan manapun mengganggu privasi nya"
"Baik tuan"
__ADS_1
Setelah itu Ghanem secepat kilat masuk kedalam mobilnya, sambil dia mencoba menyalakan Vidio panggilan nya pada seseorang.
"Kau dimana?"
Terlihat sosok Serkan di dalam panggilan Vidio nya yang tidak lain adalah penerus azzura company.
"Aku baru mendapatkan bukti lain di lokasi kejadian nya"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Benarkah?"
Ghanem menaikkan ujung alisnya.
"Aku fikir keadaan malam itu begitu kacau sekali, mereka saling melempar batu dan menyembunyikan tangan, kau harus memperhatikan dan mendengarkan kembali alibi mereka satu per satu di malam itu"
Ucap laki-laki itu lagi.
Ghanem sejenak diam, dia tidak bicara apa-apa untuk beberapa waktu.
"Bisa berikan aku kembali berkas-berkas kasus nya?"
Tanya Ghanem kemudian.
"Berikan aku aliba semua orang di malam itu"
Ucap Ghanem lagi pada Serkan.
"Aku akan meminta nya pada Susan, tunggu dalam 1*24 jam"
Setelah berkata begitu mereka saling mematikan panggilan.
Ghanem Tampak mulai fokus melajukan mobilnya, dengan jutaan fikiran di kepalanya saat ini.
Saat ini dia hanya butuh kejelasan atas kasus kematian Daddy mereka malam itu, dengan begitu jika memang violet dan Rasty tidak terlibat maka dia bisa memutar kembali keadaan, menyakinkan kakek Narayan hingga bisa membiarkan Karan dan Violet untuk berpisah secepat nya.
__ADS_1
Dan membuat Rasty kembali ketangan Karan sesuai perjanjian awal mereka.