
Begitu tiba di depan pintu ruang kerja Ghanem, sejenak violet berdiri dan menatap daun pintu mendominasi berwarna cream tersebut.
gadis itu lagi-lagi mengambil nafas nya secara perlahan, Dia mengetuk sejenak namun tidak ada balasan, cukup lama.
Pada akhirnya dia memegang nampan berisi mangkuk mie tersebut dengan tangan kirinya dan mencoba menggeser knop pintu secara perlahan dengan tangan kanannya.
Rapi, bersih dan Sepi seperti tanpa penghuni.
Itu kesan pertama yang Violet rasakan saat dia pertama kali membuka pintu tersebut, secara perlahan Violet mengitari sekeliling ruangan tersebut.
Tidak ada makhluk bernyawa disana, tapi melihat laptop yang masih menyala serta tumpukan kertas juga dokumen yang berserakan di atas meja cukup menandakan jika ada seseorang disana.
Violet terus berjalan masuk ke dalam, sambil fokus membawa mangkuk mie nya, bisa dilihat asap masih mengepul disana, menandakan betapa panas nya mie itu saat ini.
Tapi siapa sangka dari sisi kanan nya tiba-tiba Ghanem datang berbalik sambil bicara dengan seseorang dari handphone nya
Bugggg
Hahhhh?.
Violet tercekat.
Laki-laki menabrak dirinya dan.
Ohhh God.
Seketika mangkuk mie nya sedikit oleng dari atas nampan mendominasi berwarna coklat tua itu dan...
kuah nya langsung tertumpah menyambar perut violet.
Seketika rasa panas dan nyeri menghantam perutnya.
Untungnya mie nya tidak tumpah semua.
"Akhhhh panas"
Violet meringis, mencoba menahan nampak dan mangkuk mie nya agar tidak jatuh ke lantai.
Ghanem langsung terkejut saat sadar siapa yang masuk dan siapa yang dia tabrak barusan.
Laki-laki itu fikir bibi pelayan rumah, biasanya dia tidak seceroboh itu, setelah menerima panggilan dia langsung berbalik tanpa ingat ada yang mengetuk pintu barusan.
__ADS_1
Seketika tangan Ghanem menyambar nampan berisi mie tersebut, dia langsung meletakkan nampan itu di atas meja yang ada di sisi kirinya dimana terdapat meja dan kursi sofa di sana.
Kemudian laki-laki itu buru-buru kembali mendekati violet.
Tiba-tiba Ghanem mengangkat tubuh Violet menuju ke atas meja nakas.
"Akhhh.."
Gadis itu terpekik tertahan, cukup terkejut betapa gampang nya laki-laki itu mengangkat tubuhnya.
Ghanem langsung merogoh laci nakas, mencari sesuatu disana, bisa dia lihat betapa cekatan nya laki-laki itu saat ini.
Wajah tampan itu terlihat begitu panik dan bergerak buru-buru mencari sesuatu.
Sepersekian detik kemudian Ghanem mendapatkan sesuatu di dalam tangan nya.
Sebuah salap.
"Naikkan pakaian mu"
Ucap Ghanem cepat, lantas laki-laki itu menyambar tisu dan mencoba untuk membersihkan kuah yang ada di gaun tidur.
Jelas saja Violet tercekat.
Naikkan? dia hanya menggunakan gaun tidur terusan, tanpa celana pendek, apa dia harus memperlihatkan tubuh bawah nya yang hanya menggunakan selembar kain penutup pada laki-laki itu?.
...Hanya visual...
...(Bayangkan yah makkkðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜œðŸ˜œðŸ˜‚😘)...
"Ini akan meninggalkan bekas jika kita tidak segeralah mengobati nya"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Ta...pi..."
Violet jelas bingung, perutnya terasa panas dan pedih, Tapi mengangkat gaun nya jelas bukan pilihan baik.
Dia fikir bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu didepan laki-laki itu?.
__ADS_1
"Aku akan mengobati nya sendiri"
Ucap Violet pelan, mencoba menggenggam gaun nya secara perlahan.
"Sayang ini akan meninggalkan jejak merah, memar dan berbekas jika tidak segera di oleskan"
Ucap laki-laki itu cepat tanpa menoleh ke arah Violet, dia langsung mencoba mencari sesuatu kembali di dalam nakas.
A..pa? sa.. sayang?.
Mendengar laki-laki itu memanggil nya dengan kata sayang, Seketika wajah violet memerah karena malu.
"Apa aku akan menggunting nya saja?"
Tanya Ghanem pelan.
"Ya?"
Seketika Violet membulatkan bola matanya.
Rasa terkejut dan panas diperut nya menghantam menjadi satu.
"Biar aku yang melakukannya"
Ucap Violet lagi pelan.
Alih-alih menjawab ucapan Violet Ghanem malah bertanya.
"Kamu yang memasak mie nya?"
"Hmmm"
Violet mengangguk pelan.
"Biar aku yang mengobati mu, itu terlihat adil bukan? istri ku yang memasak, aku yang akan mengobati nya"
Seketika mendengar ucapan Ghanem wajah wajah Violet menjadi memerah Karena malu dan kepalanya tiba-tiba menjadi pusing tanpa alasan yang jelas.
Tanpa di duga Ghanem secara perlahan menaikkan gaunnya, seketika Violet memundurkan tubuhnya, tiba-tiba tubuhnya meremang tanpa alasan yang jelas.
Tung..gu dulu.
__ADS_1