Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Semua pasti baik-baik saja


__ADS_3

Venezia Italia


17.10 PM



Setelah melewati perjalanan panjang lebih kurang 18 jam Indonesia - Venezia pada akhirnya mereka tiba juga ibu kota regione Veneto dan ber Provinsi di Italia tersebut akhirnya Karan dan Ghanem membawa Violet dan Rasty menuju ke tempat singgah di mana sejak waktu lama telah mereka siapkan untuk liburan bersama mereka.


Keindahan yang misterius begitulah kesan yang selalu diingat oleh para wisatawan yang pernah mengunjungi Venezia. Terletak di laguna dangkal lepas pantai utara di timur Italia, Venezia berdiri pada serangkaian pulau yang terdiri dari 117 pulau dan 177 kanal, seakan mengiris-iris kota ini.


Jangan heran jika di sana terdapat bangunan-bangunan kuno, sebab mereka memang mempertahankan arsitektur bangunan lama.l sebagai ciri khas mereka.



Dan mereka memilih tempat indah untuk dijadikan tempat singgah selama berada disana.

__ADS_1


Selain memang tempat nya indah, tempat ini merupakan pilihan ternyaman untuk pengobatan Rasty dan Violet, di Venesia mereka akan terhindar dari rutinitas bising.


Sebab Kota ini merupakan satu-satunya kota di Eropa yang tidak memiliki transportasi darat seperti mobil dan sepeda motor, penduduk kota sangat tergantung pada transportasi air. Berbagai macam moda transportasi air terdapat disini.


Dan mereka tidak perlu berkutat dengan kebisingan seperti di Jakarta untuk sementara waktu, dan seluruh pekerjaan di perusahaan saat ini di urus oleh bibi ke dua dan bibi tua Hurairah.


"Dokter akan datang di keesokan hari"


Karan bicara pelan ke arah Ghanem, dikala langit malam mulai menggelap, Rasty dan Violet telah beristirahat di dalam kamar mereka masing-masing.


Mereka duduk di teras atas pinggiran bangunan dimana mereka tinggal, menikmati angin malam dan pekat nya langit Venezia yang bertaburan jutaan bintang.


"Sudah yakin dengan konsekuensi yang akan kamu dapatkan?"


Karan Kembali bertanya pada Ghanem, dia meraih rokoknya kemudian mencari pamatik di dalam kantong celananya, sejenak laki-laki itu mulai menyulut api ke rokok nya.

__ADS_1


Bola mata Ghanem menatap lurus ke arah depan.


"Sudah yakin, mungkin Violet akan kembali melupakan seluruh kenangan lama, tapi aku jelas tidak punya pilihan lain lagi untuk membuat dia kembali tersenyum seperti sedia kala"


Ucap laki-laki itu sambil ikut meraih kotak rokok di atas meja disisi kanan nya, laki-laki itu meletakkan rokok nya ke sela bibirnya lantas dia mulai menyulut api dari pamatik nya, setelah rokok nya menyala, dia meletakkan pamatik tersebut ke atas meja.


Ghanem menyesap lembut rokok nya untuk beberapa waktu kemudian laki-laki itu mulai menghembuskan asap rokoknya ke arah depan.


"Aku yakin ketika semua kembali menjadi normal, dia akan ingat masa 4 tahun ketika kami bersama, dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri nya saat ini, menghapus kenangan buruk dan membuat kenangan baru di memorinya"


Ucap Karan pelan.


Mereka berdua Tampa diam, tidak ada percakapan yang terjadi setelah itu.


Tidak tahu fikiran Ghanem berkecamuk menjadi satu, seolah-olah ada firasat buruk yang menghantam relung hati terdalam nya.

__ADS_1


Empat Tahun bukan waktu sebentar untuk dirinya dan Violet pernah bersama, kesalahpahaman besar membuat keadaan mereka kacau balau.


Dia sebenarnya cukup khawatir setelah hari esok soal hubungan mereka, tapi Ghanem mencoba untuk menyakinkan diri jika semua pasti baik-baik saja.


__ADS_2