Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Benar-benar ingin pulang


__ADS_3

Violet berusaha untuk membuka bola matanya, membiasakan pemandangan atas silau nya lampu di sekitar ruangan nya itu, sejenak dia merasa tangannya digenggam erat oleh seseorang.


Gadis itu tampak mengerutkan keningnya saat sadar siapa yang tengah menggenggam erat telapak tangan nya.


Ghanem terlihat tertidur pulas di atas kursi disamping tempat tidur nya dengan posisi kepalanya bertumpu di tangan kirinya dan tangan kanan nya menggenggam erat telapak tangan Violet.


Violet berusaha untuk menggerakkan telapak tangan nya sejenak, cukup takut mengganggu tidur lelap Ghanem, namun rupanya baru dia sedikit menggerakkan tangan nya, laki-laki itu malah terbangun dari tidurnya.


Seketika Ghanem membuka bola mata nya, cukup terkejut saat tahu violet terbangun dari tidurnya.


"Apa ada yang sakit? dimana yang terasa tidak nyaman?"


Ghanem bertanya sedikit panik, berusaha mencari gelas air minum di atas nakas tepat disisi kanan nya dan disisi kiri Violet.


Dia membantu violet untuk duduk dan membiarkan violet meminum air putih yang ada di gelas di telapak tangan nya.


"Apa yang terjadi?"


Ghanem kembali bertanya pada gadis itu, meletakkan gelas yang ada ditangan nya lantas menyentuh lembut wajah gadis itu.


"Apa sesuatu yang buruk terjadi?"


Dia ingin sekali bertanya soal pernyataan Violet sebelum tidak sadarkan diri, tapi Ghanem tahu ini bukan waktu yang tepat.


Dia berusaha menjaga perasaan gadis itu, berusaha untuk tidak melukai nya sedikit pun, membuat violet nyaman dulu dengan keadaan.


Alih-alih menjawab, violet malah balik bertanya.


"Ada apa dengan diri ku?"


Tanya violet sambil menatap dalam wajah Ghanem.

__ADS_1


"Saat aku tiba, kamu tiba-tiba tidak sadarkan diri"


Laki-laki itu bicara dengan nada sehalus mungkin.


Sejenak Violet mengerutkan keningnya, Gadis itu berusaha untuk mengingat-ingat apa yang sebenarnya telah terjadi.


Seketika kepalanya tiba-tiba terasah begitu sakit, dia fikir apa yang sebenarnya ingin dia ingat sejak semalam.


"Violet?"


Ghanem jelas khawatir dengan ekspresi Violet yang tiba-tiba memegangi kepalanya dengan kedua belah telapak tangan nya.


"Violet?"


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Violet menatap dalam bola mata Ghanem, dia menyusuri mata itu untuk beberapa waktu.


Seketika bola mata Violet tampak berkaca-kaca, kemudian tiba-tiba air matanya tumpah.


Bukan, bukan karena pernikahan dia dan Karan, tapi karena hal lain yang tidak tahu kenapa terasa begitu sakit sekali, seolah-olah menghantam lubuk hati nya yang paling dalam, sesuatu yang benar-benar membuat sakit perasaan nya saat ini.


"Apa yang terjadi? jangan membuat ku khawatir"


Ghanem menyentuh kedua belah pipi violet, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Kak..."


Suara parau nya terdengar begitu berat.


"Ada apa?"


Tanya Ghanem lagi.

__ADS_1


"Bawa aku pulang kerumah"


Ucap Violet tiba-tiba.


Sejenak laki-laki itu mematung, dia sejenak kehilangan kata-kata nya, menatap wajah gadis itu dengan seksama.


Ghanem secepat kilat menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa melakukan nya"


Ucap laki-laki itu sambil melepas kan genggaman tangan nya dari wajah Violet.


"Kenapa?"


Gadis itu jelas menangis semakin menjadi saat permintaan nya di tolak begitu saja.


"Aku tidak bisa menjelaskan ada apa, tapi yang pastinya aku benar-benar tidak bisa mengabulkan keinginan mu yang satu itu"


"Tapi aku sudah tidak kuat lagi tinggal di tempat ini"


Tiba-tiba Violet berteriak histeris, dia benar-benar ingin pulang kerumahnya saat ini, menenangkan diri, menjauhi semua orang yang belakangan telah membuat kehidupan nya begitu membingungkan.


Dia buruh waktu untuk berfikir sebenarnya ada apa dengan semua keadaan ini, pernikahan nya dengan Karan, Rasty, diri nya dan laki-laki dihadapan nya ini bahkan sesuatu dimasa lalu yang membuat diri nya mulai menggila.


"Aku benar-benar ingin pulang"


Violet berteriak histeris, mencoba untuk beranjak dari posisi tidurnya, tapi Ghanem dengan cepat meraih tubuh nya dan memeluk erat tubuh nya.


"Maafkan aku, maafkan aku"


Ucap laki-laki itu sambil berusaha untuk terus memeluk tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2