Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Harapan yang tidak masuk akal


__ADS_3

Rasty ingin menyampaikan perihal Ghanem saat ini, tapi sang ibu mertua langsung menggenggam erat tangan nya, seolah-olah memberikan kode jika sekarang bukan saat yang tepat untuk membicarakan perihal kedua orang tersebut.


"Kakak mu baik-baik saja"


Ucap Mommy Karan cepat, wanita paruh baya itu mengembang kan senyuman nya.


Dia membelai Pelan wajah Karan kamudian menggenggam erat telapak tangan putra bungsu nya itu.


"Semua baik-baik saja"


Ucap nya lagi.


"Syukurlah, aku fikir sesuatu yang buruk terjadi"


Karan bicara sambil mencoba melebarkan senyuman nya.


"Mereka baik-baik saja, Ghanem belakangan cukup sibuk dengan urusan Hurairah company, kamu harus cepat sehat dan kembali mengurusi Hurairah bersama Ghanem, laki-laki itu harus mengambil cuti bulan madu secepat nya"


Ucap bibi Melly cepat sambil mencoba duduk disisi kiri Karan.


"Mereka belum melakukan bulan madu?"


Karan bertanya sambil mengerutkan keningnya, ekspresi nya terlihat geli dan merasa ucapan bibi Melly nya Terdengar begitu konyol.


"Ah... laki-laki itu payah sejak dulu, dari masa Violet masih SMA hingga sekarang, Ghanem tetap payah menghadapi gadis itu, belum juga melewati bulan madu setelah menikah begitu lama"


Keluh Karan sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku fikir itu karena sifat dia yang terlalu kaku, aku berharap Ghanem mengalami amnesia saja, berharap karakter nya tiba-tiba berubah dan dia bisa bergerak lebih lincah dalam mendekati gadis itu"

__ADS_1


Tambah Karan.


"Ya?"


"Apa?"


Seketika semua orang terkejut mendengar penuturan Karan.


"Am..Nesia?"


Mommy nya bertanya dengan ekspresi terkejut.


"Doa mu Benar-benar buruk"


Bibi Melly tampak mencubit pinggang keponakan nya dengan perasaan kesal.


"Bibi itu menyakiti ku"


"Mereka bilang orang amnesia akan melupakan sifat gengsi nya"


Rasty tampak tidak percaya Karan bisa berkata begitu, perempuan itu tampak melongok.


"Aku tiba-tiba merasa lapar"


Ucap Karan sambil menatap ke arah Rasty, dia meraih tangan perempuan itu secara perlahan.


"Tidakkah ingin menyuapi suami mu makan hmm?"


Tanya Karan pelan.

__ADS_1


Rasty menatap dalam bola mata laki-laki itu, dia melebarkan senyuman nya untuk beberapa waktu.


"Ahhhh anak-anak sekarang benar-benar gombal"


Rutuk bibi Melly lantas langsung beranjak mendekati tombol kecil yang digunakan untuk memanggil para pelayan.


"Aku ini bibi yang baik, sudah meminta para pelayan menyiapkan makanannya setiap hari, yakin kami akan bangun cepat atau lamban"


Ucap wanita itu dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu.


"Aku sudah bilang pada wanita ini jika putra nya pasti akan bangun, jadi siapkan menu favorit nya setiap hari, sekarang coba lihat?"


Bibi Melly bicara sambil mengarahkan tangan nya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala Karan.


"Dia benar-benar bangun, usaha ku tidak sia-sia"


Seketika bola mata wanita itu berkaca-kaca, semua orang tampak terharu mendengar ucapan nya.


"Pelayan akan membawa makanan nya setelah itu suapi bocah manja itu segera, 3 bulan tidak makan pasti membuat dia kelaparan"


mendengar ocehan bibi tua Hurairah di akhir seketika semua orang terkekeh.


Rasty fikir hubungan saat ini menjadi lebih baik, dia berharap semua akan terus baik-baik saja hingga Ghanem juga ingat soal jati dirinya.


Bibi Melly memang cerewet dan sering bertindak sesuka hati, sebenarnya mungkin karena dia hanya memiliki satu anak, putri nya bahkan tidak tinggal bersama nya selama bertahun-tahun, gadis itu menyelesaikan pendidikan nya di SMA dan Universitas luat negeri, bahkan dia tidak memiliki seorang putra pun.


Karena itu sifat wanita itu tidak bisa hangat kepada keponakan nya, tapi meski bagaimana pun bibi Melly cukup bisa diandalkan selama Karan mengalami masa kritis nya.


Dan satu yang menjadi pemikiran pelik Rasty, Meskipun Rasty tidak paham kenapa Karan bicara melantur soal Ghanem yang sebaiknya terkena amnesia saja tadi, jika mereka benar-benar berkata soal Ghanem yang terkena amnesia, bagaimana reaksi laki-laki itu nanti.

__ADS_1


Apalagi jika Karan tahu ada Britania yang mengusik kehidupan sang kakak laki-laki nya.


Mungkin benar seperti kata Mommy mertua nya, ini belum waktunya Karan tahu soal Ghanem, biarkan Karan melewati masa pemulihan dan penyembuhan nya terlebih dahulu setelah itu baru dia akan membicarakan soal Ghanem pada sang suami.


__ADS_2