
Mansion utama Ghanem
Masih diwaktu yang sama.
Dengan garis rahang yang tajam menambah kejelasan pahatan indah diwajah Ghanem ketika laki-laki itu sedang marah.
Dia fikir dibandingkan menghabiskan akhir pekan bersama nya, Violet lebih memilih laki-laki dengan wajah yang tidak setampan dirinya.
Tidak setampan diri ku?!.
Oh yang benar saja.
Ghanem mengumpat sejenak didalam hati nya.
Apa aku sedang diselingkuhi?.
Dia kembali bertanya dalam diam.
Bagus sekali.
Laki-laki itu buru-buru menekan tombol 1 dimana tombol tersebut menjadi tombol utama didalam panggilan nya.
Dibalik layar handphone nya muncul sebuah nama yang belum 1 Minggu ini dia masukkan kedalam kontak handphone nya.
Gadis Pemalu.
Oh shi.t
Seharusnya dia tidak meletakkan nama se memalukan itu didalam Kontak handphone nya, dia tiba-tiba merasa seperti anak SMA yang diam-diam menyimpan nomor kontak perempuan dengan nama yang di rahasiakan.
********
Kafe xxxxxxx
Sejenak Violet menyentuh pelan keningnya, dia mencoba menghabiskan air mineral yang ada di tangan nya.
"Aku baik-baik saja"
Ucap gadis itu pelan kearah laki-laki yang ada dihadapan nya itu.
Laki-laki itu mengangguk pelan.
"Akan aku pesankan minuman dingin agar bisa membuat perasaan mu lebih segar"
Ucap laki-laki itu lantas mulai beranjak pergi meninggalkan dirinya.
Violet mencoba menarik nafasnya secara perlahan untuk beberapa waktu, dia masih mencoba menyusun puzzle ingatan nya, dia fikir itu artinya dia dan Ghanem sudah saling mengenal dalam waktu yang begitu lama
Tiba-tiba dia berfikir lagi sebenarnya hubungan mereka sudah masuk ke tahap yang bagaimana?.
Mereka menikah dan apakah sudah melewati malam pertama?.
Seketika wajah nya memerah saat memikirkan dan membayangkan hal tersebut.
Aku pasti sudah gila.
__ADS_1
Ucap Violet sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Disaat dia larut didalam fikiran nya, tiba-tiba handphone nya berdering, seketika violet mencoba meraih handphone nya yang berada di dalam tas tangannya, nomor baru Tampak tertera dilayar handphone nya.
Gadis itu mengerutkan sejenak kening.
Dia fikir siapa yang menghubungi nya dengan nomor baru yang tidak dia kenal.
"Halo?"
Dia bicara pelan sesaat setelah mengangkat panggilan tersebut.
"Dimana kamu?"
Suara diseberang sana membuat dirinya menaikkan alisnya, cukup tidak asing dan terdengar begitu familiar.
"Aku suami mu"
"Suami ku?"
Tanya Violet cepat sambil berusaha untuk berfikir.
What? hah? suami ku? Ghanem?.
Seketika dia menganga.
"Kenapa tiba-tiba menelpon ku?"
Dia langsung menundukkan kepala nya, seolah-olah berfikir Ghanem berada tepat dihadapan nya, dia lupa jika laki-laki itu tidak ada disana.
"Tidak bisakah menjawab pertanyaan ku lebih dulu? dimana kamu?"
"Aku diluar"
Memang nya aku ada dirumah? dia yang dirumah, masa harus menghubungi aku yang juga dirumah?.
Omel Violet dalam hatinya.
"Sedang apa kamu?"
Ketika laki-laki itu bertanya seperti itu, seketika Violet merasa seolah-olah ini seperti kencan anak SMA yang telponan dan bertanya soal hal-hal yang lumrah.
Kita kan bukan sedang pacaran?.
"Sedang makan"
"Dengan siapa?"
"Ya?"
Dia fikir kenapa pertanyaan nya detail sekali.
Dia fikir bukan kah Ghanem type laki-laki dingin yang kadang hangat, dia sulit sekali menebak karakter laki-laki itu, tapi bukan berarti harus jadi agresif atau bahkan posesif tiba-tiba kan?.
Kenapa dia merasa seolah-olah dia sedang di awasi, seketika violet mengintip ke arah beberapa sudut, memeriksa CCTV ada dimana saja.
__ADS_1
"Sedang bersama teman"
Ucap Violet pelan.
"Laki-laki atau perempuan?"
Aiyoooo harus sedetil itu?.
"...."
Violet jelas bingung menjawabnya, apa dia harus bilang teman baik nya? atau teman laki-laki nya? atau teman SMA nya?.
"Kenapa? tidak bisa menjawabnya?"
Suara Ghanem tiba-tiba terdengar begitu menyeramkan dibalik telinga'nya.
"Teman laki-laki ku, itu teman SMA ku, aku hanya berusaha untuk mencari ingatan dimasa lalu..."
Violet masih ingin melanjutkan kata-katanya, tapi tiba-tiba Ghanem memotong ucapan nya.
"Kalau kamu bertemu teman laki-laki, atau bahkan ingin selingkuh dibelakang ku seharusnya cari tempat yang lebih rahasia dan jangan sampai orang lain melihat kalian atau aku yang menangkap kalian Secara langsung"
Hahhhhh???.
What???.
Selingkuh?.
Seketika Violet benar-benar memeriksa seluruh sudut ruangan, dia menatap satu per satu kamera CCTV nya.
Dia benar-benar seperti detektif, tidak dia apakah sang elang bermata merah yang bisa memantau pergerakan ku? ah tidak apakah dia detektif Conan?! akhhh tidak kenapa dia punya Indra penglihatan yang tajam sekali.
Ekspresi Violet jelas terlihat terkejut dan panik.
Tunggu dulu, dia bilang aku selingkuh?.
Violet langsung membulatkan bola matanya.
"Aku tidak sedang berselingkuh"
Ucap Violet tiba-tiba sambil melotot tajam kearah kamera, dia fikir apa Ghanem melihat nya disana?.
"Pejamkan bola mata mu, jangan banyak protes, bersiaplah aku akan minta orang menjemput mu, pulang dalam 15 menit, jika tidak aku akan menghukum mu"
Ucap Ghanem diseberang sana.
"Ya?"
Seketika violet terkejut, dia jelas kehilangan kata-kata nya.
Disudut lain Britania tampak mengembangkan senyuman nya saat melihat ekspresi Violet yang terlihat panik di balik handphone nya.
Dia senang karena dia fikir dia berhasil membuat hubungan dua orang yang saling melupakan menjadi semakin runyam.
Britania menoleh ke arah perempuan disampingnya itu dengan pandangan jijik dan mengejek.
__ADS_1
"Aku benar-benar sial memelihara saudara perempuan seperti kamu"
Ucap nya dengan perasaan kesal.