
Malam sebelum pernikahan
Violet dan Karan
Karan memijat-mijat kepalanya yang terus terasa sakit dalam beberapa hari ini, Ghanem tampak duduk bersandar di kursi sofa tepat disamping Karan, bibi kedua sejak tadi mondar-mandir dihadapan kedua laki-laki itu sambil terus berfikir.
"Menikah lah dengan violet"
Ucap perempuan cantik itu cepat sambil menatap tajam ke arah bola mata Karan.
"Bibi gila, mana mungkin aku menikah lagi? bagaimana mungkin aku menyakiti dua perempuan? Rasty istri ku bibi tahu betul itu"
Karan jelas tidak Sudi, dia fikir bagaimana mungkin dia menikah lagi disaat hati nya terpaut pada satu perempuan.
"Lalu bagaimana? kamu akan kehilangan semuanya, kehilangan kesempatan untuk mengobati Rasty, kau fikir semua itu tidak butuh uang?"
Bibi ke dua jelas marah.
__ADS_1
"Kamu ingin menggunakan uang siapa? kami? sejak awal Daddy sudah mengontrol seluruh rekening keluarga Narayan, Kartu hitam, rekening koran dan semua transaksi keluar masuk Daddy mengontrol nya dengan baik, dia tidak ingin satu orang pun membantu mu untuk menyelamatkan Rasty dan laki-laki itu, lalu kamu ingin membuang kesempatan ini?"
Ucap bibi ke dua sambil menekan kan tiap Kalimatnya.
"Menikahi violet juga artinya kamu menyelamat kan satu nyawa lagi di dunia ini, mama nya butuh uang untuk melakukan operasi, Daddy tidak akan mau menggelontorkan uang nya secara cuma-cuma, dan saat kamu menikahi violet itu artinya kamu menyelamat kan tiga nyawa Secara bersamaan"
"Ketika orang-orang memandang hina diri mu dari luar, tapi Tuhan akan mengerti kenapa kamu melakukan nya, Karan. Bahkan jika violet membenci mu satu hari nanti cukup diam dan seiring berjalannya waktu dia akan paham"
"Tapi aku tidak bisa melakukan nya"
Ucap bibi kedua lagi, mendekati Karan lantas mengusap lembut kepala Karan.
"Kau tahu kenapa kakek menekan mu lebih dulu untuk menikah bukan Ghanem? karena dia ingin kamu menjauh dari Rasty, perihal dimasa lalu masih tidak bisa dia maafkan, bahkan dia tahu Rasty tidak mungkin bisa mendampingi mu kemana-mana karena kekurangan nya"
Perempuan itu memeluk pelan tubuh Karan.
"Lakukanlah, menikahlah dengan nya, kami Yang akan membantu mu melindungi Rasty, satu hari saat Violet membenci mu, akan ada bibi dan Ghanem yang akan mengobati luka di hati nya hmmm"
__ADS_1
Karan memeluk erat sang bibi kedua, Seketika tangisan lirih terdengar dari balik bibirnya.
Kenapa hidup sebercanda ini?.
Dimasa lalu semua kesalahan bermula dari diri ku, tapi kakek yang membenci kamu dan keluarga mu, bahkan aku mencelakai diri mu.
Jika aku diminta memilih, aku ingin aku yang menggantikan sakit mu, merasakan bagaimana gelap nya dunia, bahkan dibenci oleh banyak orang atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan.
Jika aku diminta memilih, aku ingin hidup bersama mu, dalam rasa terang dan diliputi kesederhanaan.
Tidak perlu rumah mewah, mobil mewah atau apapun yang itu yang menjadi beban terbesar didalam hidup kita, cukup Sesuatu yang sederhana asalkan ada cinta didalam nya.
Kamu tahu sayang?.
Aku acapkali menangis seorang diri saat melihat kamu bangun bahkan terlelap seolah-olah di waktu yang sama dimana kamu tidak bisa mem bedakan antara siang dan malam.
Maafkan aku, maafkan aku jika harus melakukan semua ini, sejatinya aku tidak diberikan pilihan lain untuk bisa melihat mu tertawa seperti dulu lagi.
__ADS_1