Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Lelah tak berpenghujung


__ADS_3

Catatan \= 10 menit +- sebelum Elvitania masuk kedalam Kungkungan Serkan.


********


Bola mata laki-laki yang ada di hadapan Hendrik benar-benar terlihat begitu marah, dan dalam hitungan detik Tanpa diduga-duga baku tembak terjadi tanpa bisa di elak lagi.


Hendrik terpaksa memberi perintah menarik pelatuk senjata semua orang sebelum mereka habis di tangan laki-laki dihadapan nya.


Dia tahu Zahir tidak akan membiarkan mereka hidup sebelum mendapatkan elvitania, dan dia tidak mungkin menyerah sebelum Elvitania masuk ke dalam jebakan Ghanem.


Begitu baku tembak terjadi disertai baku hantam antara satu dengan yang lainnya, keadaan mencekam jelas mendominasi.


Menambah suasana suram dan mengerikan didalam sana.


Beberapa orang berlarian melindungi diri, bersembunyi dibalik kursi atau lemari mencoba melindungi diri dari hujaman peluru senjata api.


Zahir jelas tidak akan berfikir dua tiga kali, dia langsung bergerak menghantam Hendrik Tanpa Basa-basi.


Mereka saling beradu kekuatan, saling memukul dan menerjang secara bergantian, kadang menghantam lawan ke dinding atau memukul lawan dengan kursi atau barang apapun yang ada di dekat mereka.


Hendrik fikir kematian bisa mendekati dirinya jika dia tidak bergerak untuk melarikan diri maka dia pasti benar-benar selesai di tangan laki-laki itu.


Awal nya Kemarahan Zahir masih bisa di toleransi, dia ingin tahu dimana Elvitania, tidak lebih dari itu.


Namun saat melihat ekspresi Hendrik yang terang-terangan menyerang dan berusaha melarikan diri jelas membuat darah Zahir mendidih tanpa bisa di dinginkan lagi.


Ketika dia melihat Hendrik berlarian mencoba melarikan diri, secepat kilat laki-laki itu mengejar langkah Hendrik, dia tidak akan melepas kan bajingan itu beserta Britania dan ular berbisa Sunita.


"Jangan bermimpi untuk bisa bernafas kembali besok pagi"


Ucap Zahir lantang.


Laki-laki itu mengejar langkah Hendrik tanpa berfikir dua tiga kali, melewati jembatan penghubung gedung bertingkat.



Cukup sulit Zahir mencoba mengejar langkah Hendrik, waktu yang panjang semakin teras menyempit, seolah-olah jantung Zahir terpacu dengan waktu, memaksa nya bergerak lebih cepat agar dia segera menemukan Evitania.


Hingga akhirnya laki-laki itu bisa mengejar langkah Hendrik, baku hantam terjadi hingga mereka saling memukul Antara satu dengan yang lainnya.


Perkelahian di antara mereka jelas sudah tidak bisa dihindari, Zahir memukul dan menerjang laki-laki itu beberapa kali tanpa henti.



Hingga berakhir pada hempasan dahsyat ke dinding yang membuat darah segar keluar dari mulut Hendrik.


"Dimana dia?"

__ADS_1


Zahir bertanya sambil mencekik keras leher laki-laki itu.


Hendrik jelas nyaris tidak bisa bernafas, laki-laki itu menciba menahan lengan Zahir yang mencekiknya dengan sekuat tenaga.


Bola mata Zahir benar-benar di penuhi kemarahan yang luar biasa.


Di kala nafas Hendrik sudah berada di ujung tanduk, Laki-laki itu menunjukkan jari nya ke arah satu sisi pintu.


Bola mata Zahir secepat kilat menatap kesana.


VVIP room 001


Seketika jantung nya berdetak tidak beraturan, laki-laki secepat kilat melepaskan cekikikan di leher Hendrik, dia secepat kilat berlarian ke arah pintu yang di maksud.


Dalam Hitungan detik Zahir berusaha menembakkan senjata nya ke gagang pintu di hadapannya itu, kemudian mendobrak nya dengan paksa.


Ketika pintu itu dibuka, seketika bola mata Zahir tercekat melihat pemandangan didalam sana.


Serkan tampak seperti orang kebingungan, dia menatap gadis yang tergeletak tidak berdaya dihadapan nya itu dengan jutaan tanda tanya, gadis itu meringis dan merintih, air mata membasahi wajah cantik itu.


Tubuh tidak berdaya dengan tangan yang bahkan tidak mampu menggenggam sehelai kain pun.


Di bawah sana, secerca darah segar tampak tersisa masih membasah dengan sempurna, menandakan ini kali pertama nya gadis itu menghabiskan malam pertama.


"Ada apa ini?"


Bola mata Zahir dan elvitania bertemu.


Rasa sakit dihati mereka masing-masing jelas tersirat dengan jelas.


Kemarahan Zahir jelas kembali memuncak, rasa jijik elvitania, ketakutan dan trauma mendalam memenuhi seluruh hati nya.


Tiba-tiba bola mata Elvitania menangkap satu sosok dibelakang Zahir.


Berdiri perlahan dengan wajah mengerikan, Hendrik Tampak mengacungkan pistol nya tepat di punggung laki-laki yang dia cintai.


No...sayang... Zahir...


Dia ingin sekali berteriak atau berlari melindungi tubuh yang dia rindukan itu, namun saat ini Elvitania fikir dia benar-benar butuh waktu untuk istirahat dan tertidur lelap.


Melupakan mimpi buruk nya dalam waktu yang begitu lama.


Seiring bola matanya terpejam Secara perlahan, sebuah tembakan melesat dan terdengar memekakkan telinga.


Samar-samar masih bisa dia lihat, tubuh laki-laki yang hingga kini dia cintai itu perlahan tumbang tepat di depan pintu masuk di sisi kiri dirinya terlelap.


Zahir merasa beberapa benda menyakitkan menembus punggung hingga ke dada nya, dia terhenyak untuk beberapa waktu, darah segar teras mengalir dari banyak tempat di tubuhnya, bahkan dia terbatuk sejenak dan mulut nya ikut mengeluarkan darah disana.

__ADS_1


Sejenak Laki-laki itu terduduk secara perlahan.


Bola matanya masih bisa menatap Elvitania, dia ingin sekali meraih tangan itu saat ini, tapi apalah daya dia seolah-olah tidak punya kekuatan untuk berjalan menuju ke arah gadis itu.


Dia ingin melindungi nya, tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan nya


Bahkan dia ingin sekali menghantam dan menghajar Serkan saat ini juga tapi....


Brakkkkkk


Tubuh kokoh dan kekar itu terjatuh begitu saja ke lantai.


Dia masih bisa menatap bola mata Elvitania yang secara perlahan mulai terpejam disana.


Masih bisa dia dengar suara panik, teriakan melengking, panggilan yang terdengar begitu sayup-sayup dibalik telinga nya, bahkan masih bisa dia dengar suara senjata api yang memenuhi seluruh ruangan.


Dia masih bisa melihat dan mendengar sang kakak nya Hill mengangkat tubuh nya, meneriaki nama nya berkali-kali agar dia sadar diri.


Kak...aku merasa begitu lelah, benar-benar lelah.


Bisakah aku tertidur Sejenak? sebentar saja tidak akan lama.


Berjanjilah untuk menjaga elvitania untuk Ku, dalam seumur hidup mu.


Dan pada akhirnya Bola mata itu secara perlahan terpejam.


Sayang, apa kamu mencintai ku?


Wajah cantik itu bertanya sambil mencoba memiringkan kepalanya.


Aku tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata, tapi kamu tahu betul bagaimana aku.


Perasaan ku adalah ketika kondisi di mana kebahagiaan kamu terasa lebih penting untuk diri ku sendiri dan Aku Selalu merasa lebih baik saat kita bersama.


Benarkah?


Hmmm


Tempat apa yang ingin kamu kunjungi di awal bulan madu kita?


Zahir bertanya sambil menyentuh lembut kedua pipi cantik itu.


Kawuai  "the Garden Isle", Hawai.


Kenapa?.


Bukankah mereka bilang itu salah satu surga dunia? aku ingin kesana bersama kamu, menciptakan satu moment sakral berdua, agar menjadi kenangan paling indah hingga kita menua.

__ADS_1


__ADS_2