Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak mampu menemukan nya "Keadaan Terdesak'


__ADS_3

Begitu laki-laki itu masuk ke kamar mereka, dia tidak menemukan sama sekali sang istri, meskipun dia mengitari beberapa kali sekitaran kamar tersebut dia tetap tidak mendapatkan nya, dengan wajah paniknya Ghanem melesat keluar dari sana mencoba kembali turun kebawah.


Namun satu yang terlupakan, ketika semua orang telah menggunakan baju pelampung mereka, Ghanem tidak ingat sama sekali untuk menggunakan pakaian pelampung nya.


Ghanem fikir dia mencoba untuk pergi ke deck kapal atas, menyusuri seluruh wilayah siapa tahu Violet atau bahkan Rasty mungkin ada di sana.


Namun meskipun bola matanya telah cukup awas mencari, dia tidak menemukan satu sosok yang dia kenal pun disana.


Sedikit terasa namun belum banyak, kapal memang benar-benar oleng. Dan di atas sana persis seperti kapal berhantu, seluruh orang telah melesat turun kebawah sesuai instruksi kru kapal lainnya.



Seketika Ghanem melesat pergi menuju ke arah bawah, masuk kembali ke dalam dan melewati kembali tangga yang sama, dia benar-benar menyakini kondisi kapal pesiar tersebut oleng ke kanan.


Dia Fikir pasti terjadi sesuatu yang buruk di lambung kapal nya saat ini, ini benar-benar darurat, tidak mungkin bisa di anggap baik-baik saja.


Bisa kita dengar Suara huru-hara,teriakan panik dan tangisan Terdengar di mana-mana. Bisa Ghanem lihat juga banyak anak-anak yang menangis digendong oleh orang tua mereka.


"Mommy apa kita akan terjun ke air?"


"Daddy Apa kita akan Tenggelam"


"Mommy ini mengerikan"


"Aku takut Daddy"


Suara-suara itu terdengar melewati telinga Ghanem, rasa nya jutaan kesedihan bergelayut di hati nya ketika mendengar suara anak-anak itu yang terlihat panik dan ketakutan.


Saat ini apa yang ingin mereka selamat kan?


Tidak ada.


Sejatinya di kala ajal terasa semakin mendekat semua orang baru menyadari bahwasanya seluruh harta yang di dapatkan di dunia hanya titipan semata.

__ADS_1


Ghanem terus melesat turun kebawah mencari pintu keluar Menuju kesisi kanan kapal, saat dia kembali tiba disisi kanan kapal tersebut sejenak dia tercekat.


Dia benar-benar menyadari nya, persis dan Sesuai dugaan nya, kapal tersebut benar-benar miring kekanan.


Semakin lama Kapal tersebut semakin miring.


"Sir apa yang anda lakukan? dimana pakaian pelampung anda?"


Salah satu kru bertanya ke arah Ghanem.


Sejenak laki-laki itu menatap tubuh nya sendiri, kemudian bola matanya menatap kearah Semua orang yang tampak terlihat panik dimana beberapa kru mulai memindahkan para penumpang menuju ke kapal sekoci.


Yah dia tidak menggunakan pakaian pelampung nya.


"Aku tidak menemukan nya"


Ucap Ghanem cepat.


"Aku harus menemukan istri ku saat ini juga"



"Semua akan baik-baik saja tuan, kami memastikan semua keselamatan penumpang, anda harus memastikan tubuh anda menggunakan pakaian pelampung nya, kita akan berpindah ke sekoci secara teratur"


Ucap laki-laki itu cepat.


Alih-alih peduli dengan ucapan kru Kapal tersebut, bola matanya Ghanem terus menelusuri deck kapal tersebut.


Dia buru-buru berjalan ke arah depan, meninggalkan kru kapal tersebut.


"Tuan anda tidak menggunakan pakaian pelampung Anda"


Laki-laki itu mencoba terus mengingat kan Ghanem, memanggil teman nya yang lain agar mencari pakaian pelampung yang belum di gunakan.

__ADS_1


Tapi Ghanem telah melesat menjauhi laki-laki itu diiringi mulai mati nya lampu Kapal tersebut satu per satu.


Desiran angin laut yang begitu dingin, malam mencekam, suara teriakan panik disana-sini, tangisan anak-anak, orang-orang yang berlalu lalang kesana-kemari, para kru kapal yang terus mencoba mengatur antrian memindah kan penumpang ke sekoci tidak lagi Ghanem hiraukan.


Bahkan Kapal semakin lama semakin miring ke kanan, orang-orang mulai merosot dari satu sisi Menuju kesisi lainnya.


Beberapa sekoci berhasil turun ke lautan dimana tiap sekoci mengangkat puluhan penumpang.


Ghanem terus mencoba berpegangan dengan pinggiran kapal, bola matanya terus mencari Karan, Rasty dan Violet nya saat ini.


Ribuan kekhwatiran menghantam dirinya.


Dia fikir meskipun hari ini harus mati di tengah lautan, asalkan Tangan nya menggenggam erat tubuh sang istri mati pun tidak dia pedulikan.


Sayang...jangan lakukan ini pada ku.


Kriieetttttt


Casshhhh



Seketika lampu-lampu mulai padam dari tengah,atas dan ke beberapa sisi kapal.


Teriakan melengking terdengar bagaikan jutaan sayatan sembilu yang mengerikan, kapal semakin oleh ke sisi kanan dan seolah-olah mulai siap tenggelam dalam hitungan beberapa waktu saja.


Sssrtttttt


klantaangggggg


Seketika sesuatu melesat turun dari sisi atas sana, Ghanem sejenak menoleh dengan ekspresi terkejut.


Sebuah benda besar melesat turun dan bersiap menghantam ke arah tubuh nya tanpa basa-basi.

__ADS_1


Oh shi..t.


Ghanem langsung terbelalak kaget saat tahu sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya.


__ADS_2