
Nenek muda Hurairah jelas harus membungkam mulutnya, dia tahu betul karakter Karan, laki-laki itu sejak dulu tidak akan pernah mau mendengarkan ucapan nya, bahkan tidak enggan untuk menyudutkan dirinya.
Satu-satunya orang yang bisa mengendalikan laki-laki itu hanya kakak nya sang Narayan tua, dia jelas tidak memiliki kemampuan seperti itu untuk bisa mengendalikan Karan.
Wanita itu hanya bisa menggenggam erat telapak tangan nya, dia fikir kesialan apa hingga dia harus bertemu laki-laki itu di kediaman cucu kesayangan nya.
Dan dia bahkan lebih tidak menyangka lagi jika laki-laki itu rupanya telah sadar dari koma panjang nya.
"Kamu bukannya dalam keadaan koma?"
Nenek muda Hurairah bertanya dengan suara tercekat, seolah-olah kehadiran Karan menjadi batu sandungan besar.
Melihat ekspresi sang nenek, seketika membuat Karan mendengus tidak percaya.
" Aku melihat kekecewaan di balik wajah itu saat sadar aku telah Kembali?"
Mendengar ucapan Karan seketika membuat wajah wanita tua itu memerah.
"Kamu ini bicara apa? aku jelas senang kamu sudah sadar dari tidur panjang mu"
Nenek muda Hurairah menjawab cepat, mencoba menyentuh lengan Karan sambil mengubah ekspresi wajah nya menjadi bahagia.
"Hurairah company akan baik-baik saja jika kamu telah bangun, Karan"
Lanjut nya lagi.
__ADS_1
Melihat keadaan Antara Karan dan nenek muda Hurairah jelas membuat Britania ikut menelan salivanya, dia jelas ikut enggan bertemu laki-laki itu.
Dimasa lalu Britania pernah mencoba menggoda laki-laki itu, semua orang tahu berapa banyak harta kekayaan Hurairah, siapa yang bisa mendapatkan penerus nya bisa dipastikan bagaimana terjaminnya kehidupan wanita mereka.
Britania hanya tahu ada satu penerus Hurairah, Karan bin Narayan, laki-laki dingin yang tidak ramah, dia berusaha menaklukkan laki-laki itu seperti laki-laki lainnya.
Tapi rupanya Karan bukanlah tandingan nya, laki-laki itu jelas bukan type laki-laki yang gampang tergoda.
Kesalahan terbesar nya dia bergerak terlalu cepat hingga membuat Karan tahu wujud asli seorang Britania.
Hingga akhirnya britania menyerah untuk menggoda penerus Hurairah.
Satu kali Britania tanpa sengaja bertemu Ghanem, laki-laki itu beberapa kali membuat pertemuan bersama teman-teman nya di club xxxxxxxx, dan Realita nya sosok Ghanem membuat Britania benar-benar jatuh cinta pada nya.
Britania mencoba menarik perhatian laki-laki itu dengan kepura-puraan nya, membuat laki-laki itu merasa prihatin dan iba dengan perjalanan hidup nya.
Mereka berteman dan berbagi cerita untuk waktu yang begitu lama, tapi anehnya Ghanem tidak menunjukkan ketertarikan lebih pada dirinya meskipun dia mencoba mencoba menarik hasrat kelelakian nya.
Karena Britania enggan mengulur waktu, Karena dia benar-benar jatuh cinta pada Ghanem, perempuan itu akhirnya membuat sebuah jebakan afrodisiak agar bisa naik ke atas kasur laki-laki tersebut.
Dia memperhitungkan semuanya dengan begitu matang untuk bisa menjadi pendamping Ghanem seutuhnya, memaksa laki-laki itu mempertanggungjawabkan perbuatannya.
tapi rupanya malam itu Karan tanpa sengaja melihat dirinya membawa Ghanem, dan Britania benar-benar terkejut mendapati kenyataan jika Ghanem adalah saudara laki-laki tertua seorang Karan bin Narayan.
Malam itu dia nyaris mati karena seorang Karan, kejadian di club xxxxxxxx jelas masih menjadi perbincangan hangat hingga hari ini.
__ADS_1
Bahkan jika bukan karena Karan dia yakin Ghanem akan bisa ditaklukkan malam itu di atas kasur nya.
Dan karena malam itu Ghanem menjadi begitu kasar dan membenci dirinya, Britania benar-benar marah dan merasa malu luar biasa.
Dia harus angkat kaki dari sana dengan jutaan kekecewaan dan rasa malu yang luar biasa.
Tapi satu hari wanita muda Hurairah mendatangi dirinya, menawarkan sesuatu yang sangat menggiurkan untuk membantu dirinya.
Dia menginginkan Ghanem bin Narayan juga kehidupan mewah nya, dan nenek muda Hurairah itu menginginkan sesuatu dibelakang semua orang.
"Benarkah?"
Suara Karan tiba-tiba mengejutkan lamunan Britania.
"Anda tahu nek? selama aku dalam kondisi yang begitu buruk, mereka bilang nenek tidak pernah datang untuk berkunjung"
Ucap Karan sambil terus menatap bola mata wanita tua itu.
"Dan aku dengar nenek ikut didalam pelayaran kapal pesiar Costa Deliziosa tapi tidak memberitahukan keberangkatan nenek pada Semua keluarga besar Hurairah sama sekali?"
Seketika nenek muda Hurairah membelalakkan bola matanya saat mendengar ucapan cucu muda Hurairah itu.
"Ya?"
Wajah wanita tua itu sejenak memanas dan memerah Secara tiba-tiba.
__ADS_1