
Begitu terasa seseorang menarik tubuh nya dengan kasar, Rasty jelas terkejut, apalagi tiba-tiba tubuhnya di hempaskan ke lantai.
Saat sebuah suara memenuhi ruangan Rasty baru sadar itu adalah kakek Narayan.
"Kau masih tidak tahu malu, berhubungan dengan putra dari ayah yang kalian bunuh"
Kata-kata mengerikan itu keluar dari bibir kakek Narayan.
Sejak dulu kakek tua itu selalu berfikir jika Daddy nya yang membunuh Daddy Karan, dan menuduh dia yang menciptakan kebakaran di gedung Hurairah company yang baru diresmikan itu.
Padahal realita nya dia tidak tahu apa-apa, bahkan Daddy nya juga tidak tahu apa-apa, dia tahu Daddy nya dijebak malam itu, seseorang menghubungi Daddy nya dan dia kebetulan ada di gedung tersebut.
Bahkan saat dia melihat wajah dua orang pelaku tersebut, tiba-tiba seseorang memukul dirinya dengan keras, mencoba melemparkan tubuh nya dari gedung lantai atas, dan naas nya saat dia jatuh sebuah lampu hias jatuh berhamburan disamping tubuh nya.
Malam itu kehidupan nya hancur 180°, dia lumpuh, suara nya menghilang dan Matanya seketika buta.
"Seorang pembunuh tidak pantas mendampingi putra dari keluarga huraira, bagaimana kamu berani-beraninya menggoda cucu ku dan meminta dia menikahi mu, kau seharusnya membuka lebar-lebar mata mu, Karan lebih pantas menikahi perempuan itu dari pada kamu"
__ADS_1
Ucap kakek Narayan sambil menendang tongkat milik Rasty.
Perempuan itu berusaha meraba-raba lantai, mencoba untuk mencari pegangan dan berdiri, dia mencoba menahan tangisan nya, menahan sakit atas cacian yang selalu dilontarkan laki-laki tua itu untuk nya.
Rasty selalu berfikir, andaikan malam itu dia tidak berada disana, dia tidak minta Daddy nya menjemput nya setelah latihan ice skating nya, mungkin tragedi malam itu tidak akan terjadi.
Rasty ingin sekali mengeluarkan suaranya, tapi tidak tahu kenapa sejak kejadian malam itu pita suaranya seolah-olah lumpuh dan mati, dia hanya bicara menggunakan bahasa isyarat dengan tangan nya, mata nya tidak lagi bisa melihat dunia bahkan berjalan rasanya begitu sulit.
Semua kehidupan nya hancur dimulai dari malam mencekam itu, keluarga nya hancur, perusahaan Daddy nya seketika ambruk, Mommy nya yang shok meninggal dunia, Daddy nya memilih menetap di luar negeri karena trauma dan dia lumpuh total, satu-satunya orang yang masih mau menggenggam tangan nya hanya Karan, tapi kadang acapkali Rasty meragukan perasaan laki-laki itu.
Dia fikir apakah Karan mencintai nya dengan perasaan yang sama sebelum dia lumpuh, atau Karan pura-pura mencintai nya karena rasa bersalah nya yang mengantarkan dirinya kegedung baru Humairah, meninggalkan nya disana karena harus menemui investornya, dan tidak sengaja menguncinya disana.
Tapi bagi Rasty semua tetap akan sia-sia, realita nya dia sama sekali tidak bisa membersihkan nama nya dan nama Daddy nya dari pandangan dunia.
Semua orang tahu Daddy nya seorang pembunuh dan dia menjadi cacat atas karma yang Daddy nya buat.
Saat tangan Rasty terus mencoba meraba apapun yang ada di lantai dengan perasaan bingung, air mata nya mulai menetes dengan sempurna, dia mulai terisak dibawah sana sambil mendengarkan cacian demi cacian yang dilontarkan kakek tua Humairah, tiba-tiba tubuhnya disambar oleh seseorang.
__ADS_1
"Kau tidak perlu menghina nya dengan cara seperti itu, aku bisa menuntut mu karena datang dan membuat keonaran disini, apartemen ini bukan lagi milik Hurairah sejak 4 tahun yang lalu,tapi sudah berpindah tangan menjadi milik azzura company, jadi silahkan angkat kaki anda dari hadapan kami"
Rasty Seketika membeku Mendengar suara dingin dan datar itu.
Dia tahu siapa laki-laki itu.
"Kau... berani-beraninya menentang Hurairah"
Kakek Narayan tampak begitu marah.
"Jika anda tidak suka, mari bertemu di pengadilan untuk menyelesaikan semua nya"
Laki-laki tua itu jelas menggeram, dengan perasaan kesal kakek Narayan berbalik, menarik tangan Violet agar menjauh dari sana.
Sepersekian detik kemudian Tubuhnya di angkat dengan sempurna, laki-laki itu memeluknya dengan penuh perasaan cinta.
"Semua baik-baik saja"
__ADS_1
Bisik laki-laki itu dibalik telinga nya.
Rasty Langsung memeluk laki-laki itu dengan erat, air mata nya benar-benar tumpah tidak terbendung lagi.