Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Berbagi kamar "Masalah baru"


__ADS_3

Violet fikir situasi akan menjadi baik, setelah makan siang nenek muda Hurairah dan Britania akan kembali kerumah mereka begitu juga dengan Karan dan Rasty, tapi siapa sangka jika 4 orang itu akan tidur di mansion mereka malam ini.


Masalah baru benar-benar datang ke arah dirinya saat ini.


Dan yang lebih mengejutkan lagi tiba-tiba Mommy mertua dan bibi tua Hurairah ikut datang tanpa alasan yang jelas.


mereka juga berkata akan menginap disana Untuk beberapa malam.


"Hahahaha"


Violet mencoba untuk pura-pura tertawa senang.


"Bukan masalah, ini pertama kalinya mansion kami kedatangan keluarga besar"


Ucap violet sambil menampilkan ekspresi membahagiakan.


Dia fikir hubungan nenek muda Hurairah dan bibi Melly jelas tidak baik-baik saja.


Jika Mommy Ghanem begitu dekat dengan nenek muda Hurairah, bibi Melly jelas melihat wanita itu seperti melihat ular paling berbahaya di muka bumi ini.


Bisa dia lihat Mommy mertua nya seolah-olah ada di tempat yang begitu Sulit untuk di ungkapkan, dia terpaksa berdiri di tengah-tengah kedua orang tersebut.


Satu saudara kandung sedangkan satu nya lagi adalah bibi kandung yang banyak membantu dirinya dimasa lalu.


Oh god.


Violet menghela panjang nafasnya.

__ADS_1


Semua benar-benar menjadi permasalahan besar untuk dirinya, dan malam ini permasalahan lebih besar lain nya pun datang menghantam dirinya.


Dia dan Ghanem mau tidak mau tidur bersama dalam satu kamar.


Dan yang paling mengerikan dia yang harus mengungsi ke kamar utama Ghanem sebab kamar nya ditempati oleh Karan dan Rasty.



Violet fikir apa kamar laki-laki itu memang didesain seperti ini sejak awal? tidak ada Kursi sofa untuk tiduran atau bahkan karpet lain di bawah nya?.


Apa tidak ada pilihan tempat tidur lain nya lagi?.


Fikiran Violet jelas terasa begitu kacau balau, dia merasa keadaan saat ini membuat kepalanya sakit secara tiba-tiba.


"Aku fikir akan tidur di bawah saja"


Ucap Violet pelan, mencoba mencari apapun untuk bisa dia geser kebawah.


"Aku fikir aku tidak terkena penyakit menular, kenapa pernyataan itu seolah-olah berkata jika aku ini sejenis hama atau penyakit yang harus dihindari?"


Tanya Ghanem sambil terus menaikkan ujung alisnya.


"Ya?"


Seketika Violet bingung harus menjawab apa.


"Bukan begitu, aku tidak berfikir hingga sejauh itu"

__ADS_1


Gadis itu berusaha mengibas-ngibaskan tangannya, mencoba untuk membuang fikiran Ghanem soal hal buruk seperti itu.


Tidak tahu kenapa rasanya dia menjadi begitu tertekan dengan keadaan, bahkan situasi mereka saat ini sebenernya benar-benar terasa tidak enak.


Violet fikir ini kali pertama mereka benar-benar harus tidur sekamar berdua dari waktu masih sedikit sore hingga besok pagi.


Apa tidak akan terjadi kekhilafan?.


Tanya Violet dalam hati.


Akhhhh aku pasti sudah gila.


Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jadi apa yang sebenarnya kau fikir kan? bukankah kasur adalah tempat ternyaman untuk tidur? tidak ada sofa, tidak ada karpet permadani, kamu bisa tidur di atas sesuai kemauan mu"


Ucap Ghanem cepat.


"Aku jelas bukan type laki-laki yang suka tidur kesana-kemari, aku tidak suka menggeser posisi secara sembarang, jadi tidak perlu khawatir"


Setelah berkata begitu Ghanem langsung berbelok menuju ke kamar mandi sambil melepas kan atasannya didepan Violet.


Oh my god.


Secepat kilat Violet membuang pandangannya.


Dia kenapa Suka sekali membuka pakaian nya sembarangan?.

__ADS_1


Pekik Violet dalam hati.


Seperti biasa Wajah nya memerah tanpa Sebab, rasa malu menyeruak didalam hati nya.


__ADS_2