Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Hawa yang tiba-tiba memanas


__ADS_3

Melihat cara Ghanem bicara pada Violet, Rei fikir mungkin hubungan pernikahan mereka tidak baik-baik saja, laki-laki itu terlihat begitu sangar dan buas, bisa jadi Violet tidak bahagia dengan pernikahan mereka.


"Bersikaplah lebih lembut terhadap perempuan"


Ucap Rei hingga membuat Ghanem menghentikan langkah kakinya, laki-laki itu kembali menoleh.


"Apa kau type orang yang suka ikut campur urusan rumah tangga orang lain?"


Tanya Ghanem sambil menatap tajam laki-laki dihadapan nya itu, dia fikir laki-laki itu seperti hama yang harus segera dia berantaskan saat ini juga.


"Bersikap baiklah pada Violet, jika tidak aku bisa memenjarakan mu atas tuduhan kekerasan"


Melihat Ghanem kembali berbalik, Violet jelas jadi khawatir, gadis itu mencoba kembali keluar dari mobil nya, dia takut dua laki-laki itu bertengkar tanpa kejelasan.


"Ghanem?"


Seketika dia mendengar Ghanem terkekeh kearah Rei, lantas Ghanem menoleh kearah Violet.


"Apa aku pernah melakukan kekerasan, sayang?"


Pertanyaan Ghanem yang tiba-tiba membuat dia terkejut.


Sejenak Violet menoleh ke arah Rei, dia menggelengkan cepat kepala nya.


"Aku fikir kamu salah paham"


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Ghanem tiba-tiba menarik tangan nya untuk segera masuk kedalam mobil mereka.


Rei tampak mengepalkan telapak tangannya, dia ingin sekali membantu keadaan tapi sang sopir tiba-tiba menghentikan gerakan nya.


Begitu masuk ke dalam, Violet tampak mencoba duduk didalam mobil tersebut sambil mencoba menahan nafasnya, tidak tahu kenapa hawa Tiba-tiba menjadi begitu panas, bisa dia lihat bola mata Ghanem terlihat begitu marah saat menatap nya sambil masuk kedalam mobil.


"Apakah menyenangkan pergi berselingkuh dengan laki-laki lain?"


Ghanem membuka percakapan yang terdengar begitu menyeramkan, dia fikir laki-laki ini kenapa jadi berfikiran yang tidak-tidak?.


"Aku tidak berselingkuh"


Ucap Violet cepat.


"Dengan pakaian seperti ini? gaun pendek dengan potongan yang begitu buruk? memperlihatkan lekuk leher yang pendek dan betis besar mu?"


Ghanem ingin berkata leher Violet begitu indah dan jenjang, dengan betis kecil yang putih menggoda, tapi bukan kah terlalu baik saat dia memuji gadis dihadapannya itu?.

__ADS_1


Dia fikir itu akan membuat sang istri besar kepala saat mendengar pujian nya.


Dia jelas tidak akan melakukan nya.


"Ya? leher pendek dan betis besar?"


Violet bertanya tidak percaya atas ucapan Ghanem, dia langsung menyentuh lehernya, kemudian melirik ke arah betis nya.


Sebenarnya dia cukup malu mendengar ucapan Ghanem, tapi dia fikir semua orang berkata dia memiliki leher yang cukup jenjang dan betis kecil yang indah, bahkan bibi Melly dan serkan memuji nya malam itu ketika mereka memberikan gaun indah di acara makan malam kala itu.


Lalu kenapa laki-laki itu berfikiran terbalik? dia fikir mungkin ada yang salah dengan mata Ghanem dan otak nya.


Yang benar saja.


"Kalau begitu kamu tidak usah khawatir laki-laki lain tergoda, dia tidak akan berfikir macam-macam saat melihat leher pendek dan betis besar ku"


Ucapan Violet jelas membuat Ghanem tidak habis fikir, gadis itu kenapa jadi berani protes soal ucapan nya.


"Aku tidak membahas soal itu, aku bilang kamu berselingkuh dibelakang ku"


"Aku tidak melakukan nya"


Sang sopir yang sudah duduk didepan dan mulai menyetir mobilnya sejak tadi mencoba menarik nafas nya secara perlahan, dia fikir pertengkaran suami istri dibelakang sana terdengar begitu buruk.


Dia fikir laki-laki yang bersama nona muda nya mencoba mengejar langkah menggunakan motor Yamaha XJ900P.


Dan di fikir laki-laki itu seorang petugas kepolisian, dia menggunakan motor dinas kepolisian dan menggunakan rompi dinas nya.


"Tuan saya fikir polisi mengejar kita"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Dan dia teman kencan nona muda tadi"


Mendengar ucapan sang sopir jelas membuat Violet terkejut.


"Dia bukan teman kencan ku"


Ingin sekali dia memukul kepala sang sopir saat ini juga, bisa-bisa nya dia menambah panas situasi.


"Hentikan mobilnya, aku akan bicara pada nya"


Mendengar ucapan Ghanem seketika Violet menelan salivanya.

__ADS_1


Apa lagi ini?.


Dia memekik dalam hati.


"Tidak"


Violet buru-buru berteriak kecil.


"Aku akan lompat jika kamu menghentikan mobilnya"


Violet terlihat mengancam.


Seketika Ghanem melorot.


Sang sopir jadi serba salah.


"Kamu melindungi nya dan dia mencoba melindungi kamu?"


"Aku tidak bermaksud begitu"


Seketika Violet mengerutkan wajahnya, dia jadi ikut-ikutan serba salah.


"Baik kita lihat bagaimana selingkuhan mu akan bertindak, dan bagaimana kamu bisa menghindar dari hukuman mu"


"Ya?"


Violet bicara sedikit terkejut.


Hukuman?


Dia fikir mau apa laki-laki itu, dia mencoba menggeser posisi duduk nya namun diluar dugaan Ghanem menarik cepat pinggang nya.


Hah?.


Bola mata Violet jelas membulat dengan sempurna.


"Kau mau apa?"


Tidak tahu kenapa rasa nya hawa didalam sana menjadi semakin memanas, wajah Violet tiba-tiba memerah saat dadanya tiba-tiba bertemu dengan dada Ghanem dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba bibir Ghanem bertemu dengan bibirnya.


Tung...tunggu dulu.


Dia jelas langsung terbelalak kaget.

__ADS_1


__ADS_2