Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Wanita yang begitu menjijikkan


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Daddy Ghanem menatap tidak suka ke arah bibi sang istri nya untuk beberapa waktu, wanita itu tengah menikmati obrolan menyenangkan bersama sambil sesekali sang bibi menatap ke arah dirinya dengan tatapan licik nya.


Dia ingat wanita itu terus hilir mudik ke rumah sederhana mereka dulu dikala mereka belum di tarik kembali oleh ayah mertuanya, Shaden Narayan.


Meskipun dulu sang istri selalu bahagia didatangi oleh bibi nya mengingat mereka di asingkan, diusir dan hubungan mereka di putuskan oleh sang ayah istri nya, namun tidak dengan dirinya.


Laki-laki itu memiliki sebuah firasat buruk soal kebaikan sang bibi.


Dia yakin bibi Sunita memiliki maksud lain dengan mendekati diri pada mereka.


Siapa yang tidak kenal kelicikan nya? wanita itu tidak pernah baik dengan orang lain tanpa ada udang di balik batu nya.


Wanita itu pasti memiliki maksud dan tujuan tertentu hingga terus menempel dengan mereka, bahkan mengakrabkan diri dengan putra tertua nya Ghanem.


Awalnya bibi Sunita lebih tertarik mendekati Karan, sayangnya Karan bukan type anak yang gampang diluluh kan hatinya, sebab anak itu sejak kecil sulit bergaul dengan orang lain, apalagi Karan jelas belum paham arti kehidupan dan balas Budi atas kebaikan orang lain.


Berbeda dengan Ghanem yang lebih gampang akrab dengan orang lain, putra tertua nya sudah paham jika kehidupan ekonomi mereka banyak di bantu oleh bibi Sunita, jadi Ghanem jelas tahu bagaimana cara nya berterima kasih dan membalas hutang Budi.

__ADS_1


Dimasa kemarin, bibi Sunita berperan besar membantu mereka, bahkan saat Karan sakit parah dan membutuhkan biaya pengobatan, bibi Sunita yang menggelontorkan dana pengobatan untuk Karan.


Bahkan saat mereka memiliki begitu banyak kesulitan, wanita itu tidak enggan membantu dengan caranya.


Karena itu Ghanem selalu mematuhi ucapan wanita itu tanpa bisa membantah nya.


Tapi dia jelas menyimpan jutaan kecurigaan besar pada wanita itu, bantuan banyak yang timbul tidak mungkin terjadi tanpa mengharapkan sedikit pun imbalan yang sepadan.


Apalagi wanita itu jelas type perayu ulung, yang bisa menggunakan kecantikan nya untuk menipu banyak orang, bahkan dia tidak sungkan melibatkan orang lain untuk mencapai tujuan nya.


Dan wanita menjijikkan itu pernah mencoba mengirim nya seorang perempuan muda agar menggoda nya dengan cara yang begitu menjijikkan.


Sunita tahu lamban laut kakak laki-laki nya yang adalah mertua nya, Narayan akan datang dan mengambil putra-putra nya, karena tidak ada cucu laki-laki di keluarga Narayan, maka Ghanem dan Karan jelas merupakan penerus yang tidak bisa di hapus dari daftar keluarga besar dan ahli waris sah dari Hurairah.


Sunita jelas butuh salah satu dari kedua putra nya untuk bisa dia kendalikan demi mendapatkan bagian kepemilikan Hurairah.


Jika dia tidak bisa mengendalikan Karan, maka mengendalikan Ghanem adalah cara yang tepat untuk memenuhi gaya hidup mewah nya juga Demi mendapatkan hak nya di Hurairah yang Pernah hilang bertahun-tahun yang lalu karena kasus memalukan yang wanita itu lakukan.


"Jangan pernah bermimpi untuk bisa mengendalikan salah satu dari kedua putra ku, selama aku masih hidup, bermimpi pun kamu tidak akan pernah bisa"

__ADS_1


Ucap Daddy Ghanem sambil menatap tajam bola mata bibi Sunita, kemarahan jelas memenuhi dirinya saat dia tahu wanita itu mencoba membuat Ghanem mengirimkan sejumlah uang ke rekening nya.


Dia tahu, lamban laut wanita ular ini akan mempengaruhi fikiran Ghanem untuk menyerahkan beberapa persen saham milik nya pada sang nenek muda Hurairah.


Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya, wanita itu tampak terkekeh geli.


"Lucu sekali, menantu yang tidak di akui, kau tahu? jika bukan karena wanita seperti aku ini, kau tidak akan mungkin bisa kembali ke Hurairah company"


Bibi Sunita berkata sambil berusaha meraba-raba dada nya.


Daddy Ghanem jelas semakin merasa berang.


"Maka kau bisa menyeret kami keluar sekali lagi dari Hurairah mulai hari ini"


Ucap Daddy Ghanem sambil mendorong kasar tubuh wanita tua itu.


"Menjijikkan sekali"


Tambah nya sambil mengibaskan tangannya pada dadanya yang disentuh wanita mengerikan itu.

__ADS_1


__ADS_2