
Mansion utama Hurairah
Saat mobil yang mereka tumpangi secara perlahan mulai menepi, Violet tampak berusaha untuk beringsut dari tempat duduknya karena merasa cukup lelah saat laki-laki itu terlelap tidur di atas tubuhnya untuk beberapa waktu tadi.
Sang sopir secara perlahan membukakan pintu mobil Cadillac Escalade tersebut, menundukkan kepalanya lantas sedikit mengembang kan senyuman nya saat melihat sang tuan terlihat begitu manja melelapkan diri di dalam pelukan sang nona muda.
Dia fikir sejak sang tuan kembali setelah mengalami kecelakaan, laki-laki tampan yang terkenal dingin itu mengalami perubahan cukup signifikan.
Nona Violet nya benar-benar luar biasa.
Ucap nya dalam hati.
"Apakah harus kita bangunkan nona?"
Tanya laki-laki itu pelan.
Violet tampak diam sejenak, dia seolah-olah sedang berfikir untuk beberapa waktu.
Gadis itu menggelengkan pelan kepalanya.
"Biarkan dia tidur sebentar saja, anda bisa pulang saat ini juga"
Ucap Violet sambil mengembangkan senyuman nya.
Sang supir mengerti maksud dari majikan nya, dengan cepat dia menundukkan kepalanya kemudian langsung menutup perlahan pintu mobil tersebut agar tidak menimbulkan gesekan parah atau suara yang terlalu berisik hingga bisa membuat tuan muda nya bangun.
__ADS_1
Begitu pintu mobil tertutup Violet seketika menghela pelan nafasnya, gadis itu menatap lekat-lekat wajah yang ada dihadapan nya itu.
Posisi Ghanem jelas telah berpindah, laki-laki itu terlelap dengan posisi kepala berada di atas paha Violet.
Mobil Cadillac Escalade tersebut jelas ber body besar, siapapun bisa bergerak dengan leluasa didalam nya, Violet membiarkan tubuh laki-laki itu memenuhi kursi disamping kirinya dengan leluasa.
Gadis itu terus memperhatikan lekuk wajah Ghanem untuk beberapa waktu, dia mencoba menelusuri rahang wajah tampan itu untuk waktu yang begitu lama.
Hari ini Violet baru tahu jika Ghanem memiliki bulu mata yang lentik dengan perpaduan alis yang begitu lebat dan hitam, dapat dipastikan hal tersebut menambah kadar ketampanan dari laki-laki tersebut.
Belum lagi hidung yang begitu mancung dipadu padankan dengan kumis dan jambang yang memenuhi seluruh area wajah nya, membuat ketika disentuh dengan Jemari nya terasa begitu mendebarkan.
...Bayangkan makkk bayangkan....🤣🤣🤭🤭...
Beberapa waktu ini Violet mencoba mencari tahu soal Ghanem pada beberapa orang, bahkan Bertanya soal sang suami yang terlupakan nya itu pada bibi Melly, semua orang termasuk bibi Melly berkata dimasa lalu ada banyak sekali perempuan yang menyukai diri Ghanem, mencoba merayu dan mengambil perhatian nya tapi laki-laki itu konon katanya lebih memilih satu gadis yang tidak pernah diketahui nama nya.
Dan bibi Melly berkata itu adalah dirinya.
Seketika wajah Violet memerah saat ingat ucapan sang bibi Melly nya.
Ghanem memilih dirinya.
__ADS_1
Bukan kah itu terlalu beruntung?, dia tidak secantik gadis-gadis lainnya, bahkan baginya Britania juga begitu cantik tapi tidak tahu kenapa laki-laki itu bisa menyukai dirinya dibandingkan Britania.
Dimasa kemarin Rasty berkata bibi Melly tidak begitu menyukai dirinya ketika bersama Ghanem, tapi pada akhirnya wanita itu menyetujui karena sesuatu yang tidak bisa Rasty jelaskan.
Sejenak Violet menghela nafas nya, dia menggelengkan pelan kepalanya sambil mengulum senyumannya.
Lagi-lagi gadis itu menatap dengan lekat wajah laki-laki yang tengah tertidur pulas tersebut, sejenak dia melihat sesuatu di ujung hidung Ghanem, Secara perlahan Violet menundukkan kepalanya dan mencoba menyentuh hidung tersebut.
"Sepertinya kamu begitu menikmati saat menatap lama-lama wajah ku?"
Tiba-tiba suara Ghanem memecah keadaan, laki-laki itu bicara sambil membuka bola matanya, Seketika Violet terkejut.
"Aku fikir kamu sedang berencana untuk mencium ku?"
Bola mata mereka jelas saling menatap antara satu dengan yang lainnya, Ghanem tampak menaikkan ujung bibirnya dalam posisi masih berbaring di paha Violet, sedangkan Violet dalam posisi sedikit membungkuk kan kepala nya menatap dalam wajah laki-laki itu.
Persis seperti seorang pencuri yang baru saja tertangkap basah karena ketahuan akan mencuri, Violet jelas nyaris kehilangan muka.
Posisi mereka benar-benar sangat tidak menguntungkan.
"Itu..bukan begitu..aku..ini kesalahpahaman"
Dia bicara dengan nada yang begitu kacau balau, mencoba mengangkat wajahnya tapi siapa sangka sepersekian detik kemudian tiba-tiba tangan kanan Ghanem menyentuh tengkuknya, laki-laki itu secepat kilat menarik Violet agar kembali menurunkan wajahnya.
Gadis itu terkejut saat tahu-tahu Ghanem telah membuat posisi terbaik nya, membiarkan bibir mereka saling menyatu dalam kelembutan untuk waktu yang begitu lama.
__ADS_1