Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Terbangun dalam mimpi panjang nya


__ADS_3

Seketika Rasty Dan yang lainnya tercekat saat para dokter keluar dari pintu kamar tersebut, bisa dia lihat berbagai macam ekspresi dokter-dokter yang keluar dari sana.


Tegang!.


Yah wajah-wajah mereka terlihat terlalu tegang saat ini.


"Bagaimana?"


Bibi Melly bertanya dengan nada terburu-buru, dia tampak begitu khawatir dengan keadaan sang keponakan.


"Ini baik-baik saja, akan butuh waktu lama untuk seluruh tulang-tulang tuan muda bisa bergerak dengan sempurna, hampir 3 bulan waktu yang cukup lama membuat seluruh otot tubuhnya tidak bergerak sama sekali"


Ucap salah satu dokter itu cepat.


"Ya?"


Semua orang jelàs terkejut mendengar ucapan laki-laki itu.


"Tuan muda sudah sadar dari tidur panjangnya"


Lanjut nya lagi.


"Oh my God"


Seketika semua orang menutup mulutnya mereka, cukup tidak percaya dengan pendengaran mereka.


Rasty secepat kilat berdiri, dia tidak peduli lagi dengan orang-orang disekitar nya, yang dia pedulikan hanyalah Karan untuk saat ini.


Begitu masuk ke pintu kamar tersebut, bisa dia lihat Karan telah membuka bola matanya, seorang perawat Tampak mengatur selang infusnya, perawat lain nya menyingkirkan sisa peralatan di sana, membenahi semua nya kemudian berjalan keluar secara perlahan.


Menundukkan kepala mereka ke arah Rasty untuk beberapa waktu.


Perempuan itu Seketika menatap wajah sang suami, dia berjalan mendekati sosok itu dengan tubuh bergetar, seketika air mata nya tumpah dan secepat kilat Rasty memeluk tubuh laki-laki itu untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Sayang"


Karan tampak berbisik pelan, suara nya jelas masih terdengar begitu Lemah, dia memejamkan sejenak bola matanya.


Menikmati aroma lembut rambut sang istri yang begitu dia rindukan.


"Berapa lama aku tertidur?"


Tanya nya pelan masih sambil terus memejamkan bola matanya.


"Hampir 3 bulan"


Bisik Rasty pelan.


"Selama itukah?"


Karan bertanya sambil mengerutkan keningnya, dia cukup terkejut tapi tidak bisa menggunakan banyak tenaganya untuk mengekspresikan keterkejutan nya.


"Hmm"


Rasty mengangguk kan kepalanya cepat, perempuan itu melepas kan pelukan nya secara perlahan.


Mommy Karan dan bibi Melly secepat kilat masuk ke dalam, dua wanita itu terlihat begitu bahagia, bola mata mereka menatap Karan dengan bola mata berkaca-kaca.


"Oh sayang"


Mommy Karan secepat kilat mendekati sang putra bungsunya, dia memeluk erat tubuh laki-laki itu dengan penuh kerinduan.


"Mom kembali?"


Tanya Karan pelan.


"Begitu mendapat kan kabar soal kalian, aku langsung kembali untuk melihat apa yang terjadi"

__ADS_1


Ucap Mommy Karan cepat, wanita itu melepaskan pelukannya dengan cepat, lantas bibi tua Hurairah ikut bergantian memeluk Ghanem.


"Kapal nya benar-benar tenggelam?"


Karan bertanya sambil mencoba untuk mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin, membiarkan sang bibi memeluk nya sejenak lantas melepaskan pelukannya.


Dia fikir Kapal pesiar Costa Deliziosa kala itu mengalami guncang hebat, dia mencoba memisahkan diri dengan Ghanem untuk mencari para perempuan.


Kala itu kapal dinyatakan menabrak batu karang, lambung kapal mengalami kerusakan dan posisi kapal semakin lama semakin miring kekanan.


Kala itu Keadaan menjadi begitu kacau balau, situasi mencekam, dia bahkan sama sekali tidak bisa menemukan satu pun dari semua orang.


Dia benar-benar kehilangan sosok Rasty, Ghanem bahkan Violet.


Dan tiba-tiba begitu kapal oleng kekanan secara Parah, seketika dia tenggelam tanpa sempat naik ke sekoci bersama yang lainnya.


"Kapal nya benar-benar tenggelam"


Ucap Rasty pelan.


"Lalu bagaimana dengan saudara laki-laki ku?"


Tanya nya lagi soal Ghanem.


"Apa Ghanem baik-baik saja bersama Violet?"


Tanya Karan sambil menatap bola mata Rasty dan semua orang secara bergantian.


Saat Karan menanyakan soal itu, seketika semua orang tampak terdiam.


"Itu..."


Rasty bicara pelan sambil balas menatap dalam bola mata Karan.

__ADS_1


__ADS_2