Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Tidak ada alasan yang bisa dia jelaskan


__ADS_3

Begitu mendengar kata giliran mereka Ghanem menarik pelan nafasnya, kepala botol ada di hadapan Violet, Rasty buru-buru memperlihat kan lembaran kertas kearah gadis itu.


bisa dilihat Violet sejenak membeku, ekspresi wajah nya sedikit aneh seolah-olah berkata tidak bisa kah mengganti kata-kata nya?.


Terlihat Rasty menggelengkan kepalanya untuk beberapa waktu, lalu pada akhirnya Violet menganggukan kepalanya.


Ghanem tampak bersandar santai di belakang kursi sofa, laki-laki itu menggesek perlahan dagu nya dengan jemari tangan kanannya.


Bola matanya menatap begitu datar dan dingin ke arah Violet, dia menunggu eksresi serta gerakan apa yang akan violet berikan kepadanya.


Gadis itu tampak ragu sejenak, dia ingin mengangkat tangannya namun Violet menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu.


Dia fikir jika Ghanem benar menebak nya, maka dia akan minum wine yang ada di atas meja tersebut, namun jika Ghanem tidak bisa menebaknya maka dia akan selamat.


Kata-kata yang harus dia peragakan sangat gampang sekali, saat Ghanem bisa menebaknya dia takut menyinggung perasaan perempuan yang ada disamping Ghanem, Britania.


Orang-orang jelas menunggu sejak tadi, cukup menebak-nebak ekspresi seperti apa yang ingin di berikan oleh gadis itu nanti.


Britania tampak berusaha terus menempel pada laki-laki itu, perempuan itu terus menggerak-gerakkan kakinya sambil menatap wajah Violet dengan ekspresi yang kurang bersahabat.


Sepersekian detik kemudian Violet mulai menaikkan tangan kanan nya, meletakkan 5 jari nya ke dada Violet sendiri.


Ghanem menaikkan ujung Alisnya.


"Kamu?"


Dia fikir itu jelas terlalu mudah untuk ditebak.


Violet mengangguk pelan.


Lalu gadis itu membentuk kata hati dengan kedua tangan nya.


"Hati?"


Ghanem kembali menebak, dia melipat kedua belah tangannya tepat dibawah dadanya, bersandar dengan ekspresi begitu santai ke belakang sofa.


Aura tampan nya paling mendominasi dengan sifat dingin dan kharismatik nya.


Benar kata orang-orang di keluarga Hurairah, siapa yang tidak akan jatuh cinta pada laki-laki itu?.


Bahkan jika Britania mencari cara untuk terus menempel pada laki-laki itu, maka itu jelas terlihat wajar.

__ADS_1


Ghanem benar-benar terlihat begitu sempurna, terpahat dengan indah bagaikan patung yang sulit untuk disentuh.


Lagi-lagi Violet mengangguk mendengar tebakan Ghanem.


Dia mengembangkan senyumannya sejenak.


lalu jari telunjuk gadis itu menunjuk ke arah Ghanem.


"Aku?"


Ghanem menaikkan kembali ujung alisnya.


Violet lagi-lagi mengangguk.


Lalu kali ini Violet memutar jarinya, mengulang dari awal gerakan nya.


Meletakkan 5 jari Didada nya, membentuk hati kemudian menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Ghanem.


Saat orang-orang melihat gerakan Violet, sejenak Suasana menjadi sedikit Canggung, seolah-olah orang-orang tahu apa jawaban nya.


"Aku hati kamu?"


Ghanem bertanya sambil menatap dalam bola mata Violet.


Dia fikir bagaimana mungkin laki-laki itu begitu telmi soal menebak kata.


"Kamu hati ku?"


Ghanem terus mencoba menebak, bola mata nya terus menatap dalam ekspresi wajah Violet hang terlihat bingung memberikan penjelasan.


Kali ini kedua telapak tangan violet menyatu, mencoba menunjuk ke arah dirinya lalu ke diri Ghanem.


"Kamu bersama diri ku?"


Aih???.


kenapa jadi jauh sekali?.


Violet berkata dalam hati.


Dia jelas menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


gadis itu mulai berdiri, meletakkan tangannya ke dada nya, membuat hati dengan begitu besar menggunakan kedua tangan nya, lalu menunjukkan nya kearah Ghanem"


"Hati yang besar?"


Kenapa jadi semakin Jauh?.


Violet mengerutkan keningnya.


Dia pura-pura tidak tahu atau pura-pura bodoh, atau memang tidak tahu?.


Semua orang tampak ingin terkekeh melihat ekspresi kesal Violet, Ghanem tampak berusaha mengulum senyumannya.


Britania jelas menatap kesal kearah Ghanem, dia fikir apa laki-laki itu sedang mengulur waktu permainan nya?.


"Sayang?"


Britania berusaha menekan paha Ghanem.


Alih-alih peduli dengan ekspresi dan tindakan Britania, laki-laki itu tampak menikmati ekspresi Violet yang terlihat begitu kesusahan menunggu jawaban dari nya.


Tidak tahu kenapa, tapi ekspresi itu terlihat begitu manis ketika Violet merasa kesal dan mencoba melotot kearah nya, gadis itu tampak ingin merajuk melihat Ghanem terus gagal menebak gerakan tangan nya.


"Aku cinta pada mu?"


Tanya Ghanem tiba-tiba.


begitu mendengar Ghanem berkata begitu, seketika wajah cantik itu menebarkan senyumannya, begitu indah dan lebar.


Sepersekian detik kemudian ekspresi nya berubah saat orang-orang bersorak dan berkata.


Kau kalah....minummmm minummmm minummmm


Seketika gadis itu menampilkan ekspresi uniknya, menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan, menatap minuman itu dengan bola mata indahnya yang terlihat berbinar-binar.


Violet baru sadar jika dia kalah dalam permainan nya.


Tidak tahu kenapa, untuk beberapa alasan yang tidak bisa Ghanem jelaskan, dia begitu suka melihat ekspresi wajah itu.


Begitu indah dan menggoda.


Apalagi saat semua orang mencoba menggoda nya, gadis itu bicara sambil tertawa begitu bahagia.

__ADS_1


Dia tidak melihat ekspresi yang sama di antara britania atau perempuan lainnya, hanya ekspresi gadis itu yang sejak awal ketika dia melihat nya Mampu membuat jantung nya berdebar-debar dengan begitu sempurna.


__ADS_2