
Violet jelas tidak percaya dengan pandangan nya barusan.
Karan bisa menangis? dihadapan seorang perempuan?.
Yang benar saja.
Tidak tahu sebenarnya bagaimana perasaan violet, tapi meskipun tidak ada cinta yang tumbuh, sebagai seorang istri, melihat suami nya bersama orang lain pasti sangat menyesakkan.
Perempuan mana pun pasti akan sangat terluka saat mendapatkan kenyataan seperti itu.
Laki-laki itu bisa bersikap seenaknya terhadap dirinya, bermulut pedas bahkan setajam silet, enggan menatap nya apalagi sekedar bicara dengan nya, mereka benar-benar menikah tapi bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal.
Violet berusaha untuk menjadi istri yang baik, Melayani Karan dan melakukan tugas nya dengan begitu baik sebagai seorang istri, bahkan sarapan pagi serta makan malam nya selalu dia siapakan, meskipun tidak pernah di jamah, tapi violet tetap melakukan tugasnya.
Sebab dia selalu berfikir memang seperti itu kewajiban nya sebagai seorang istri.
Dan lucunya, segala sesuatu yang disiapkan oleh nya untuk Karan, akan berakhir di tangan Ghanem.
Sang kakak ipar nya yang selalu datang menghargai segala sesuatu yang dia lakukan untuk Karan.
Dua bersaudara itu seolah-olah bertukar tempat namun dengan status yang tidak bisa di ubah.
__ADS_1
Ketika otak violet sedang merasa tidak waras, Violet kadangkala berfikir, kenapa bukan Ghanem saja yang menikah dengan nya kala itu.
Satu pertanyaan besar selalu menghantam dirinya.
Kenapa bukan cucu tertua yang menikah lebih dulu? kenapa cucu termuda yang harus menikah lebih dulu?
Andaikan....?!
Yah andaikan Ghanem yang menikah dengan nya, dia tidak perlu menjalani kehidupan sesulit ini.
Oh come Violet apa yang kamu Fikir kan?.
Violet benar-benar mulai gila dengan pemikiran nya.
Beberapa waktu Violet berusaha menarik pelan nafasnya, mencoba untuk mencari pegangan atas rasa terkejut nya melihat Karan dan perempuan itu.
Violet mundur beberapa langkah tapi tanpa dia sadari dia malah menabrak sesuatu dibelakang kakinya.
braakkkkkkk
klantaangggggg
__ADS_1
Sebuah pot bunga yang terbuat dari kaleng seketika terbalik dan jatuh dari atas sebuah meja yang di tabrak nya dibelakang tubuhnya.
Suara keras nya benar-benar memekakkan telinga.
Oh god.
Violet jelas tercekat, dia menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangannya.
Seketika Violet membeku, dia fikir apa yang harus dia lakukan?
Dia tidak mungkin mau Karan dan perempuan itu melihat nya dengan kondisi begini.
Bayangkan betapa malunya diri nya menatap sang suami dengan selingkuhannya yang akan dijadikan Karan istri,ah tidak bisa jadi sudah Karan jadikan istri mungkin setelah ucapan nya tempo hari tiba-tiba berdiri dihadapan dirinya dan memandangi dirinya dengan pandangan yang tidak berani Violet bayangkan.
"Siapa?"
Suara Karan seketika pula memenuhi gendang telinga nya di balik tembok sana.
Violet tercekat, dia fikir apa yang harus dia lakukan? bertahan disana atau melarikan diri? dimana pintu keluar nya? dimana pintu turunnya? tidak tahu kenapa tiba-tiba otak nya menjadi Buntu seketika.
Bahkan kaki jya seolah-olah mati rasa.
__ADS_1
Tuhan selamat kan diri ku!!.
Meskipun pernikahan ini tidak membuat dirinya bahagia, minimal Violet fikir Tuhan mau menyelamatkan harga diri nya. Dia jelas tidak mau tampak begitu menyedihkan dihadapan Karan dan perempuan itu saat ini.