
Disisi lain
Zahir terus memacu kecepatan mobilnya menuju ke NH Collection Roma Fori Imperiali hotel, bola mata nya terus melirik Antara ke arah depan depan juga jam tangan milik nya.
Jutaan kekhawatiran menghantam dirinya, dia berusaha berpacu dengan waktu saat ini, mencoba bergerak dengan cepat agar bisa sampai sesuai dengan waktu nya.
Mungkin tidak ada yang lebih gila dari dirinya saat ini, dia benar-benar nyaris kehilangan akal warasnya karena elvitania.
Kebohongan Britania benar-benar membuat dia marah besar, Zahir fikir dia benar-benar akan menghabisi Britania jika dia bertemu perempuan itu.
Zahir sama sekali tidak menyangka ada 2 bersaudara yang bisa tega menipu saudara nya sendiri, mencuri identitas nya, menipu semua orang, menghancurkan kebahagiaan saudara nya sendiri tanpa perasaan sama sekali.
Akhhhhh
Zahir Berteriak marah, dia mengeratkan rahang nya dengan penuh emosi yang membara.
Dia bahkan beberapa kali memukul stir mobilnya untuk beberapa waktu, ketakutan terbesar nya dia tidak bisa menemukan elvitania tepat pada waktunya.
Dia bersumpah didalam hati nya jika bisa mendapatkan gadis itu lebih dulu, dia tidak akan meminta apapun untuk kehidupan kedepannya.
Dia hanya berharap diberikan satu kesempatan lagi untuk bisa melihat wajah itu lagi, senyuman itu bahkan suara yang begitu dia rindukan itu.
"Please!"
Ucap Zahir dalam hati.
__ADS_1
Dia terus memacu mobil nya melaju dengan kecepatan penuh Menuju ke arah tujuan nya, berharap ketakutan buruk tidak pernah terjadi pada elvitania lagi.
******
Disisi lain.
Begitu mendengar seseorang menangkap elvitania dari balik panggilan nya, hill jelas panik, dia semakin mempercepat laju mobilnya menembus angin malam dan pekat nya langit malam.
"Percepat langkah kalian, jika sesuatu yang buruk terjadi pada nya, aku pastikan satu persatu dari kalian akan hancur malam ini"
Teriak hill dari balik earphone nya.
Dia mematikan panggilan nya sejenak lantas mencoba untuk memanggil seseorang.
"Dimana?"
"Bergeraklah Menukar posisi, perhatikan langkah Ghanem, pastikan violet baik-baik saja"
Setelah berkata begitu dia kembali mematikan panggilan nya.
******
Disisi lain.
Ghanem tampak menaikkan ujung alisnya, sejenak dia mencoba memperbaiki pandangan nya, rasa nya cukup aneh dia cukup kuat minum apalagi minum anggur yang usia nya cukup tua.
__ADS_1
Dia bukan orang yang gampang mabuk tapi malam ini setelah minum anggur tadi, tiba-tiba tubuhnya terasa aneh dan panas, bahkan pandangan nya menjadi mulai tidak jelas.
Dia berusaha untuk berjalan Keluar dari dari tempat dia makan bersama relasi bisnis nya, ketika Laki-laki berkebangsaan China itu telah melesat pergi meninggalkan dirinya, Ghanem ikut melangkah mencoba pergi dari sana.
"Shi..t apa yang terjadi?"
Ghanem mengumpat pelan, mencoba memperhatikan langkah nya dengan baik.
Nafas nya terdengar tersengal-sengal, rasa panas tiba-tiba mendominasi, dia mencoba mengendurkan kerah kameja nya untuk beberapa waktu.
Sejenak Laki-laki itu mencoba menghentikan langkahnya, mencoba untuk menggeleng kan kepalanya untuk beberapa waktu.
Samar-samar terlihat beberapa laki-laki dihadapan nya bergerak mendekati dirinya, mencoba menarik tubuh nya dengan cepat.
Ghanem jelas mengerutkan keningnya.
"Ada apa ini?"
Dia bertanya sambil mencoba berpegangan pada dinding, rasa pusing jelas mendominasi.
Pandangan mata nya semakin mengabur dan melemah.
Shi..t.
Ghanem mengumpat, mencoba mengeluarkan sesuatu dari pinggang nya.
__ADS_1
Klatakkkkkk
Dia mencoba mengacungkan pistol nya ke arah depan nya untuk beberapa waktu.