Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Rencana matang yang telah dipersiapkan


__ADS_3

Kediaman utama


Nenek muda Hurairah


Wanita itu menggeram sambil menatap ke arah depan, terlihat jelas kobaran api kemarahan di balik bola matanya, dia mengeratkan rahangnya Sejenak saat tahu apa yang terjadi.


Dia fikir setelah Ghanem mengalami amnesia, dia akan dengan mudah mengendalikan laki-laki itu, tapi rupanya semakin kemari semakin sulit dia bergerak mengendalikan cucu tertua Hurairah.


Karan dan putri bungsu kakak Narayan nya si Alea benar-benar menjadi penghalang utama untuk nya bergerak.


Dua orang itu benar-benar tidak mungkin untuk bisa di singkirkan dengan mudah.


Jika saja kejadian memalukan dulu tidak terjadi, dia tidak akan pernah memberontak dengan begitu keras.


Dia hanya butuh 30% saham milik Ghanem atau Karan, menikmati masa tua nya dengan seluruh fasilitas mewah keluarga Hurairah.


Mereka 3 bersaudara (Narayan, diri nya dan Mommy Melly) mendapatkan pembagian yang cukup seimbang, seharusnya dia memang mendapat kan 30 persen saham milik nya, tapi skandal masa lalu membuat nama nya di catut dari daftar keluarga.


Daddy nya memperingati kakak Narayan nya agar menghapus nama nya dari daftar keluarga.


Sebuah kesalahan terbesar nya Dia jatuh cinta pada kakak ipar nya sendiri, Daddy Melly, dia menggoda laki-laki itu tanpa bisa dia kendalikan sendiri perasaan nya.


Bukan kah cinta itu buta?.


Lalu kenapa semua orang mempermasalahkan nya?.


Sunita tidak bisa mencegah perasaan nya Tumbu dan berkembang, sejak awal dia memang mencintai laki-laki itu, hanya saja adik nya lebih beruntung dari dirinya dalam mendapatkan cinta.


Kehidupan asmara nya jelas tidak seberuntung sang adik.


Hingga dia dengan bodohnya beberapa kali mencoba untuk merangkak naik agar bisa bersama laki-laki itu.

__ADS_1


Tapi rupanya rencana tidak semulus keinginan nya, dia benar-benar hancur karena Jatuh cinta pada laki-laki itu.


Dia terlibat skandal lain dengan laki-laki lain karena rasa kecewanya, dia membuat affair dengan tunangan sahabat nya.


Hingga membuat keluarga besar mereka berang dan marah besar.


Seolah-olah hidup nya memang harus berakhir dengan kata PELAKOR.


Pada akhirnya nama nya benar-benar di catut dari Hurairah company, Dia hanya boleh menikmati jatah bulanan tanpa pernah tahu hak milik nya lagi di Hurairah company sejak dulu.


Dia fikir satu-satunya cara untuk mendapatkan lagi hak nya, dia harus bergerak cepat menggunakan penerus Hurairah dan mengendalikan nya persis seperti boneka.


Tapi siapa sangka suami keponakan nya, daddy Ghanem dan Karan mengetahui rencana busuk nya.


Dia fikir dia mau tidak mau melenyapkan siapa saja yang tahu rencana nya hingga ke akar-akarnya.


Tapi dia tidak bisa melenyapkan istri Ghanem sama sekali hingga hari ini, sebab dibelakang perempuan itu ada serkan dan Melly yang diam-diam melindungi nya.


Satu-satunya cara untuk menyingkirkan perempuan itu dengan cara memasukkan perempuan lain kedalam kehidupan pernikahan mereka.


Ucap Nenek muda Hurairah, wanita itu bicara dengan seseorang dihadapkan nya, dia meremas kertas yang ada di atas meja besar miliknya.


"Bawa adik mu ke sana dan pastikan kalian tiba sebelum mereka tiba"


Ucap nenek Sunita lagi.


"Aku ingin rencana kali ini berhasil, adik mu harus mampu merangkak naik ke atas kasur Ghanem menggantikan diri mu bagaimana pun caranya"


Terlihat kilatan kemarahan di balik bola mata tua itu.


"Tapi aku yang ingin merangkak naik ke sana"

__ADS_1


Perempuan dihadapan nya terlihat sedikit kesal dan meradang.


"Kau fikir kau seorang perawan?"


Nenek Sunita bicara sedikit mengejek.


"Masukkan Saudara mu lebih dulu kesana, pastikan noda darah nya masih tersisa dengan baik, sisa nya kau boleh melanjutkan nya"


Lanjut nenek muda Hurairah lagi.


Seulas senyum tampak terlihat di Balik bibir perempuan itu.


"Hendrik akan bergerak bersama ku, aku khawatir Sehan akan mengikuti langkah kami"


Ucap perempuan itu kemudian.


Seketika nenek Sunita menatap sebuah tubuh perempuan lain di sebelah perempuan itu, yang tergeletak di kasur dan tertidur lelap disana.


"Obatnya masih bereaksi dengan baik, dia akan jadi Putri tidur hingga hari itu tiba dan kau...."


Nenek Sunita bicara sambil menatap tajam wajah perempuan dihadapan nya itu.


"pastikan dia tidak mengacaukan semuanya seperti dulu sekali lagi"


"Aku pastikan semua berjalan sesuai rencana, nenek"


Jawab nya senang


"Pastikan nenek mengatur pernikahan ku dan Ghanem setelah itu"


"Seperti yang kamu harapkan"

__ADS_1


Kedua orang itu terlihat saling mengangkat gelas minuman mereka, seringai mengerikan terlihat jelas di balik wajah dua orang tersebut.


Disatu sisi seorang gadis masih terlelap dalam tidur panjang nya, menunggu hari esok di antara hidup dan mati.


__ADS_2