Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Sosok yang mereka rindukan


__ADS_3

saat mendengar ucapan Suami bibi ke dua dan berkata mereka telah menemukan Ghanem, secepat kilat mereka pergi dari sana menuju ke lokasi yang dimaksud oleh paman Hill.


Tanpa mesti berpikir satu dua kali.


Rasty berkata pada Violet agar gadis itu menunggu mereka di rumah, dan meminta kepada para pelayan serta dokter untuk terus menjaga karena bagaimanapun keadaannya.


tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi tapi kekawatiran jelaskan antara mereka, apakah gandeng ditemukan dengan keadaan sama atau dalam keadaan tidak.


Satu setengah bulan bukan waktu yang sebentar


Apakah Ghanem masih hidup atau hanya tinggal manyat saja.


Paman hill membawa mereka menuju ke arah pinggiran kota, siapa orang pertama yang menemukan.


"Siapa yang menemukan Ghanem paman?"


Tanya Rasty kepada laki-laki dengan wajah tampan dan berkharisma tersebut.


"Seseorang yang kukenal menemukannya, hanya saja kalian harus menerima sebuah kenyataan..."


Paman hill menggantung kata-katanya.


Resti fikir kenyataan apa yang harus mereka terima.


Apakah Ghanem juga mengalami koma seperti Karan? atau Ghanem mengalami kecacatan seperti dirinya dulu, atau bahkan....


Oh god...!!!


Rasty fikir Ada apa dengan dirinya, pikiran-pikiran buruk terus mengancam dirinya sejak tadi.

__ADS_1


"jangan khawatir"


Bibi Alea sebenarnya juga paning, tapi difikir jika dia ikut panik maka Rasty akan semakin panik dan tegang dibuatnya.


hingga akhirnya paman hill mulai memperlambat laju kendaraannya, mereka memasuki suatu wilayah perumahan yang cukup elit di kawasan Tangerang.


Resti jelas terus mengerutkan dahinya, dia fikir di tempat siapa Ghanem berada saat ini.


Hingga akhirnya paman Hill mulai membelok kan mobilnya memasuki sebuah gerbang rumah yang cukup besar di sisi kanan mereka.


Seketika Resty tercekat saya melihat seorang perempuan membuka gerbang tersebut secara perlahan sambil mengembangkan senyumannya ketika mereka mulai memasuki garasi mobilnya.


Resti fikir dia mengenal cukup baik perempuan yang ada di hadapannya itu.


kenapa perempuan ini ada disini.


Fikirnya dalam hati.


Dia fikir jangan sampai perempuan itu ikut terlibat adalah mendapatkan informasi soal Ghanem.


setelah paman Hill menepikan mobil mereka, secepat kilat mereka turun dari dalam mobil.


perempuan yang ada di depan tadi langsung membukakan pintu depan rumahnya mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam.


Sejenak Resty dan Alea saling menoleh, seolah-olah mereka memang tahu betul siapa perempuan tersebut.


perempuan itu mempersilahkan mereka duduk di atas kursi yang ada di ruangan tamu, sambil berkata kepada paman hill.


"Tunggu sebentar, aku akan memanggil kan dia untuk ke depan"

__ADS_1


Setelah berkata begitu perempuan itu langsung melesat pergi meninggalkan mereka.


Rasty ingin bertanya lebih lanjut kepada Paman hill, tapi dia berfikir bisa jadi paman hill juga masih belum mengerti dengan keadaan.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dari lantai atas muncul satu sosok laki-laki yang begitu mereka kenal dan begitu mereka rindukan.


"Oh my god"


Resty langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, begitu juga bibi Alea nya.


"Oh my god, oh my god"


Suara bibi Alea jelas tertahan.


Tapi Alea mengerutkan keningnya Sejenak, laki-laki itu tampak berjalan dengan raut wajah datar dan dingin menatap ke arah Mereka sambil mengerutkan keningnya, seolah-olah berfikir jika laki-laki itu tidak mengenali mereka.


"Ghanem"


Resty tercekat begitu juga dengan bibi Alea saat laki-laki itu telah berdiri tepat dihadapan mereka.


Mereka ingin memeluk laki-laki tersebut, namun seketika mereka membeku saat Ghanem berkata.


"Mereka siapa, Britania?"


Tanya laki-laki itu ke arah perempuan yang ada dihadapan mereka.


"Ya?"


Rasty dan bibi Alea jelas terkejut mendengar ucapan Ghanem, begitu juga dengan paman hill.

__ADS_1


Ada apa ini?.


__ADS_2