Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Istri Dingin


__ADS_3

...Trailer...


...season Sherkan dan Elvitania....


...Istri Dingin Tuan Sherkan...


Sudah terbit yah Mak ISTRI DINGIN TUAN SHERKAN


cari di profil author



Seorang gadis tampak duduk meringkuk di dalam gelapnya kamar mewah yang mendominasi berwarna putih tersebut, bola mata nya jelas masih membengkak karena sisa tangis berhari-hari bahkan berbulan-bulan yang tidak pernah bisa berhenti.


Dia masih dalam keadaan berkabung setelah ditinggal kan laki-laki yang dia cinta, tapi lucunya di lantai bawah rumah mewah tersebut terdengar suara arak-arakan music dan tabuhan gendang kebahagiaan yang terus berteriak kencang memenuhi gendang telinga nya.


Sejenak Perempuan itu tiba-tiba mencoba untuk tertawa, hingga akhirnya suara itu berubah menjadi tangisan yang begitu menyayat hati.


Lama, sangat lama sekali dsn suara itu baru berhenti setelah rasa kantuk datang menghantam diri.


********


"Jika kamu hanya ingin membawa Ku ketempat tidur mu, tidak usah repot-repot untuk menikahi ku, katakan berapa kali kau ingin tidur dengan ku, katakan berapa kali kau ingin tidur dengan ku....."


Perempuan itu terus berteriak kearah Laki-laki yang ada dihadapan nya, dia memukul dada laki-laki itu berkali-kali, dia tidak Sudi menikah dengan laki-laki itu, dia benar-benar tidak Sudi.


Dia Fikir kematian jelas jauh lebih baik untuk nya dari pada menerima pinangan laki-laki yang telah merusak kehidupan nya.


"Kau ingin tidur dengan ku? lakukan, lakukan sesuka hati mu"


Dia berteriak, membuka pakaian nya dengan cara yang kasar, dia jelas telah kehilangan urat malunya, dia benar-benar jijik pada setiap jengkal Anggota tubuh nya ketika dia ingat bagaimana laki-laki dihadapan nya itu menghancurkan kehidupan nya.


"Apa yang kau lakukan? jangan seperti ini, maafkan aku"


Laki-laki itu terlihat mencoba menahan gerakan tubuh perempuan itu, dia mencoba menutupi seluruh tubuh indah itu yang telah terbuka satu persatu.


"Aku benar-benar minta maaf, aku akan memperbaiki semuanya,aku akan menunggu, menunggu kamu membuka hati mu"


Mendengar ucapan laki-laki itu Seketika dia terkekeh.


Kekehan nya terdengar begitu mengerikan.


Lantas kekehan itu berubah menjadi tangisan menyakitkan.


"Kau fikir aku akan membuka hati ku? kau jangan pernah bermimpi"


Ucap nya sambil menatap tajam wajah laki-laki dihadapan nya itu dengan penuh kebencian.


********


"Apa yang kau ingin ajukan sebagai syarat pernikahan nya? Elvitania?"


Seorang wanita bertanya sambil menyentuh lembut wajah perempuan itu.


Yang dipanggil Elvitania menatap wajah perempuan itu untuk beberapa waktu, pandangan bola mata nya jelas begitu kosong dan datar, perempuan itu bahkan terlihat begitu menyedihkan dengan penampilan nya.


"Sebutkan lah, Serkan berkata akan berusaha untuk memenuhi keinginan mu"


Elvitania masih menatap wajah wanita tua dihadapan nya itu untuk waktu yang cukup lama.


*******


Sejenak Serkan menarik pelan nafasnya, menatap kertas yang dituliskan dengan indah dari tangan seorang perempuan yang telah dia lukai perasaan nya berbulan-bulan yang lalu.

__ADS_1


Rasa bersalah yang besar jelas menggelayut di dalam hatinya, bahkan dia tidak berani untuk menolak persyaratan yang di ajukan perempuan itu untuk dirinya.


-Tidak menyentuh nya dalam seumur hidup pernikahan mereka


-Memberikan kebebasan untuk perempuan itu dalam segala hal.


-Membuatkan sebuah ruangan khusus untuk perempuan itu di dalam tempat tinggal mereka.


-Tidak memaksa Perempuan itu untuk menyiapkan segala macam kebutuhan nya.


-Melepaskan perempuan itu di saat ada laki-laki lain yang tepat untuk dirinya.


Syarat terakhir jelas begitu berat, baginya pernikahan ini jelas bukan pernikahan main-main, dia tidak menganggap ini sebagai rasa tanggung jawab atas segala dosa yang dia perbuat, tapi dia benar-benar ingin menikahi perempuan itu atas dasar dia memang menginginkan nya.


*******


"Don't touch me"


Satu kata mengerikan itu keluar dari bibirnya kemarin.


Suaranya terdengar begitu datar dan dingin, dia menatap laki-laki di hadapannya itu dengan penuh perasaan benci dan jijik yang mendominasi menjadi satu.


"Kau fikir aku menginginkan pernikahan ini?"


Perempuan itu bicara dengan intonasi suara yang begitu dingin, bahkan saking dinginnya membuat laki-laki dihadapan nya itu diam tak berkutik.


"Bri..."


Laki-laki itu bicara pelan, wajah nya menampilkan kekhawatiran, ada jutaan penyesalan dibalik wajah tampan mendominasi tersebut.


"Aku bukan Britania, apa kau fikir aku dia? aku bilang aku bukan saudara ku, aku bukan pelacur, aku gadis baik-baik yang memiliki ribuan impian di masa kemarin, bahkan aku memiliki calon suami ku sendiri"


"Kau puas? kau puas menghancurkan semuanya? menghancurkan masa depan ku? membunuh calon suami ku?"


"Aku tidak membunuh Zahir"


Laki-laki itu menekan suaranya selembut mungkin, mencoba menyentuh wajah penuh kepedihan dihadapan nya itu.


"Kau Fikir ditengah ketidakberdayaan ku aku buta? aku masih bisa melihat, disisi kanan ada Hendrik,disisi kiri ada anak buah mu, dia menarik pelatuk nya dan pelurunya menembus tepat menuju ke punggung hingga menembus jantung Zahir"


Elvitania kembali berteriak histeris, menepis kasar tangan kokoh itu yang mencoba menyentuh wajahnya, ingatan malam itu begitu menyakitkan, dia ingin mengulang semua waktu tapi dia tahu itu semua tidak akan mungkin terjadi.


"Sekali saja kau berani menyentuh ku, aku pastikan kau akan lebih menyesal dalam seumur hidup mu"


*******


"Kau fikir aku menyukai nya? kau fikir aku bahagia? bahkan meskipun kau berikan semua harta Azzura pada ku, kau tidak akan pernah bisa mengembalikan kebahagiaan dan senyuman ku seperti dulu lagi, bushit dengan semua nya, kau seharusnya berkaca dengan dirimu"


Elvitania bicara sambil menatap marah kearah laki-laki dihadapan nya itu.


"Kau jangan bermimpi untuk bisa masuk kedalam hati ku, dan jangan pernah bermimpi untuk memperbaiki hubungan kita menjadi baik-baik saja"


Serkan Tampak diam, dia hanya mencoba menjadi suami yang baik, dia mencoba menyenangkan istri nya, tapi dia tidak tahu jika apa yang dilakukan nya membuat perempuan itu begitu marah dan semakin membenci nya.


******


"Kau mulai lelah dengan pernikahan nya?"


Seorang perempuan bertanya Pada Serkan, menatap laki-laki itu dengan pandangan begitu iba, dia Fikir keadaan ini benar-benar tidak berjalan baik untuk laki-laki yang pernah mengisi hari-hari nya di masa lalu.


Andai saja tragedi malam itu tidak terjadi, dia jelas menjadi nyonya Serkan Azzura pada saat ini.


Tapi takdir jelas tidak berpihak pada dirinya, dia harus melepaskan Serkan dengan lapang dada.

__ADS_1


Alih-alih menjawab, Serkan malah mencoba membaringkan tubuhnya ke belakang kursi kerjanya, bersandar sambil memejamkan bola matanya sejenak.


Tiba-tiba perempuan itu mendekatkan wajahnya pada Serhan, dia menempelkan bibirnya di Balik telinga laki-laki itu sambil membisikkan sesuatu kepada nya.


*******


Elvitania tampak mengerutkan keningnya, dia Fikir belakangan ini perempuan dengan penampilan seksi itu terus hilir mudik di mansion mereka.


Mereka berkata itu adalah sekretaris pribadi Serkan, tapi kelakuan nya seolah-olah dia adalah kekasihnya, Perempuan itu bahkan saat bicara terdengar begitu menjijikkan.


Awal nya dia tidak begitu terganggu dengan keadaan, tapi lama-lama tindakan Perempuan itu cukup mengganggu pemikiran nya.


Bahkan yang paling membuat dia merasa terganggu saat ini adalah perempuan itu tiba-tiba diam-diam mencoba mencium Serkan yang tengah terlelap dalam kondisi duduk di atas kursi sofa dengan keadaan mendongak keatas.


"Apa yang kau lakukan?"


Tanya Elvitania dengan suara dingin dan datar nya.


Mendengar suara Elvitania yang memenuhi ruangan tersebut, seketika membuat perempuan itu terkejut.


Serkan ikut tersentak dari tidur nya, menatap kearah dua perempuan yang berada di posisi yang berbeda di hadapannya.


"Ada apa, Merr?"


Laki-laki itu bahkan bertanya pada perempuan itu, bukan bertanya kearah Elvitania.


*******


"Mereka akan pergi ke uni emirat Arab untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan investor asing, apa itu baik-baik saja nona?"


Sang pelayan setia mereka bertanya pada Elvitania sesaat setelah Elvitania menyelesaikan sarapan nya.


Perempuan itu tampak diam, dia menghentikan gerakan tangan nya untuk mencuci piring makan nya.


"Ya?"


Elvitania bertanya sambil mengerutkan keningnya.


*******


Bertahun-tahun bersama Elvitania tidak juga berhasil membuat perempuan itu membuka hati nya, bahkan perempuan itu selalu menatap nya dengan tatapan yang sulit Sherkan pahami.


Sejenak Sherkan mengehela pelan nafasnya, mereka saat ini Tengah duduk bersama didalam acara makan bersama keluarga besar Azzura.


"kalian belum berencana untuk memiliki anak?"


Pertanyaan bibi muda Azzura beberapa kali dilontarkan tiap kali mereka dagang ke pertemuan keluarga atau acara pesta perusahaan bahkan pernikahan keluarga.


"Aku belum..."


Belum juga Serkan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Elvitania memotong ucapan sang bibi muda.


"Kami akan membahas nya nanti bersama, kemarin aku belum siap, aku fikir kami akan merencanakan nya nanti setelah akhir tahun ini"


Ucap Elvitania Tiba-tiba.


Mendengar ucapan elvitania seketika Serka menoleh kearah perempuan tersebut.


Yang di toleh sama sekali tidak mempedulikan dirinya.


Tatapan mata Elvitania tetap seperti biasa, terlihat dingin dan datar, namun baru kali ini dia melihat perempuan itu berusaha mengembangkan senyuman nya meskipun terlihat kaku dan sulit.


Elvitania tampak berusaha mengembangkan senyuman nya di hadapannya bibi muda nya.

__ADS_1


__ADS_2