Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Sekelebat ingatan di masa lalu


__ADS_3

Violet berjalan mengendap-endap di gedung yang cukup lama tidak digunakan itu, setelah tragedi malam itu, gedung itu ditinggalkan begitu saja selama bertahun-tahun, reruntuhan puing-puing terlihat dimana-mana, bahkan bisa dibilang gedung ini menjadi gedung tak berharga padahal bisa violet tebak berapa Triliun uang yang digelontorkan untuk pembangunan gedung tersebut dimasa itu.


Gadis itu melangkah cepat melalui pintu belakang setelah memarkirkan mobilnya di sebuah kafe di ujung bangunan, dia tidak ingin terlihat mencolok datang kesana, sebab dia ingat dimasa lalu orang-orang pernah mencari nya.


Entah siapa yang melindungi dirinya Selama ini Violet tidak tahu, yang jelas dia benar-benar dipindahkan ke tempat asing ke negara lain selama masa kuliahnya, bertemu lagi dengan Ghanem namun dengan ingatan yang berbeda.


Dia benar-benar melupakan Ghanem selama 4 tahun lebih ini,dia bahkan lupa jika Ghanem kakak kelas nya di SMA, dia lupa jika dia dan Ghanem pernah bersama, dia lupa mereka pernah begitu dekat dan saling jatuh cinta, dia benar-benar melupakan laki-laki itu.


Tapi laki-laki itu anehnya terus berada disekelilingnya selama masa kuliahnya, Mereka jarang bicara, hanya saling melirik dan tersenyum, dan Violet begitu menyukai Ghanem dengan sudut pandang yang baru, bukan sebagai violet dimasa lalu, namun sebagai Violet dengan ingatan nya yang baru.


Ghanem benar-benar tidak pernah membuka ingatan soal dirinya dimasa lalu, mereka saling mengenal tapi bagaikan orang asing.


Karena itu selama masa kuliah nya Violet selalu berfikir seolah-olah dia benar-benar mengenal Ghanem tapi tidak tahu dimana, hingga akhirnya Ghanem pernah berkata jika dia kakak kelas nya di masa SMA.


Sejenak Violet berhenti di dalam bangunan yang tampak begitu suram tersebut, itu adalah gedug kedua penghubung menuju kegedung utama, hawa pengap dan gelap benar-benar terasa didalam sana, bola mata gadis itu mencoba menelisi dan menyusuri seluruh ruangan, dia berusaha menyusun Ingatan nya dimasa lalu untuk beberapa waktu.


Dimana?!.


Dia masih berusaha berfikir soal kejadian malam itu, seolah-olah dimana dia berdiri semua ingatan kejadian dimalam itu bergerak disekelilingnya saat ini, persis seperti kaset kusut yang berputar kesana-kemari di hadapan, samping kiri dan kanan nya juga di belakangnya.


Terasa begitu nyata bergerak saat ini.


Didepan terjadi percakapan antara dia dan Daddy nya.


"Dad aku harus menemui kak Ghanem"


"Ada apa? apa ada sesuatu yang tidak Daddy ketahui?"


"Tidak ada, aku hanya ingin menjelaskan sesuatu"


Tiba-tiba dari arah sisi kanan Mommy nya muncul.


"Violet apa yang kau lakukan? Mommy bilang pulang sekarang"


"Vi...??? Untie?"


Rasty tampak tersenyum senang melihat kehadiran mereka dari arah lantai atas, Rasty yang polos dan tidak paham jika dia telah di tipu Mommy violet mentah-mentah.


Gadis itu mengintip dari sisi pagar penghalang lantai atas, melambaikan tangan kearah violet dengan wajah penuh persahabatan.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba terdengar teriakan melengking dari arah sisi kiri gedung penghubung gedung Utara dan gedung utama.


Mereka serentak menoleh.


"Uncle?"


Kala itu ekspresi Rasty begitu tercekat, dia berlarian menuju ke arah gedung utama dari lantai atas, mereka juga melakukan nya, lari ke sisi gedung utama dari bawah, seketika terdengar pekikan Rasty diiringi suara seseorang yang jatuh, sang Daddy nya tiba-tiba naik ke atas melalui tangga darurat menuju ke arah atas diikuti Mommy nya.


Karena Violet kala itu memilih tetap melewati lantai bawah, secepat kilat masuk melalui elevator kaca, begitu naik dia melihat 2 orang turun, dan....


Akkhhhhhh


Seketika Violet menyentuh kepala nya dengan kedua belah tangannya.


No... siapa...? harus nya dia ingat wajah 2 orang itu, tapi siapa? di mana?.


Saat kepanikan melanda Violet tiba-tiba terdengar sebuah tembakan dan hantaman keras dari arah belakang nya, violet tercekat, seketika dia berbalik.


Seorang laki-laki mengacungkan pistol tepat ke arah nya, namun tiba-tiba laki-laki itu jatuh dan tumbang begitu saja.


Brakkkkkk


Violet pernah melihat tatapan itu dimasa lalu, seiring langkah kaki Ghanem yang terlihat panik berlarian mendekati nya, gadis itu sejenak seolah-olah kembali kemasa lalu.


No....No....!!!!


Violet seketika menatap kelantai atas, seperti orang linglung dia berusaha terus menegakkan kakinya, terdengar derap langkah kaki disisi kiri dan kanan nya.


"Berhenti dan jangan sentuh milik Ku"


Teriakan Ghanem tiba-tiba memecah keadaan.


Seolah-olah Dejavu, dia pernah mendengar teriakkan itu


Seketika ingatan masa lalu kembali menghantam kepalanya.


"Pertunangan nya kapan?"


"Apa kamu ingin menikah setelah menyelesaikan masa SMA violet?"

__ADS_1


"Aku fikir mereka saling menyukai"


"Sebaik nya menikah setelah kuliah"


"Aku fikir setelah SMA, banyak anak-anak menikah setelah SMA, kuliah bukan halangan untuk bersama"


"Apa tidak sebaiknya tanyakan pada Ghanem?"


"Aku fikir dia menyetujui nya, usia Ghanem jelas sudah matang"


"Lalu violet?"


"Tidak kah kamu lihat senyuman di wajahnya? dia jelas menyukai putra ku sejak dulu"


Terdengar tawa memenuhi gendang telinga nya.


Malam itu dia ingat siapa yang menyelamatkan dirinya.


"Jangan sentuh tunangan ku..."


Teriakan laki-laki itu memecah malam dikejadian hampir 5 tahun yang lalu.


Dia dan Ghanem sejak awal telah terikat, mereka akan menikah, lalu skandal Rasty, kejadian kematian Daddy Ghanem, kakek, Karan dan.....


Bagaimana bisa dia menikah dengan Karan sekarang, bagaimana bisa?.


Akhhhhhhh


Teriakan Violet Seketika pecah.


Brakkkkkkk


Dia tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri.


"No... violet"


Ghanem secepat kilat mencoba meriah tubuh Violet, Beberapa orang ikut berusaha meraih tubuh gadis itu, tapi Seketika teriakan Ghanem memecah suasana.


"Jangan ada yang menyentuh dirinya tanpa seizin ku"

__ADS_1


__ADS_2