Satu Atap Tanpa Cinta

Satu Atap Tanpa Cinta
Menukar posisi


__ADS_3

Kembali ke malam mencekam


Italia


Beberapa bulan yang lalu.


Ghanem mengacungkan pistol nya tepat kearah depan nya dengan jutaan kemarahan, dia fikir pasti ada yang aneh dengan orang-orang dan juga apa yang dia minum tadi.


Dia fikir dia tidak boleh lengah sedikit pun saat ini.


Ghanem bersiap untuk membuat serangan untuk siapapun yang ada dihadapan nya saat ini, dia bersiap menarik pelatuk nya.


"Brengsek"


Umpat Laki-laki itu kesal.



Ghanem bersiap menarik pelatuk pistol nya saat ini juga.


"O...o....ini aku"


Tiba-tiba suara seseorang yang begitu dia kenal bicara dengan cepat kearah Ghanem.


"Paman?"


Dia fikir kenapa Suami bibi muda Hurairah nya ada di sini.


"Kita harus bergegas pergi, britania akan datang kemari sebentar lagi"


Ucap Hill cepat, meminta seseorang membantu nya untuk


"Ya?"

__ADS_1


Mendengar nama Britania jelas membuat Ghanem mengerutkan keningnya.


Tanpa menjawab kebingungan Ghanem, hill langsung membawa Ghanem agar menjauh dari sana.


Laki-laki itu melesat dengan cepat sambil membawa tubuh Ghanem menuju ke kamar dimana seseorang telah menunggu nya di sana.


*******


Disisi lain.


Violet mencoba menahan kekhawatiran di hati nya saat dia mendengar suara-suara de..sa..han di balik handphone nya.


Dia tahu betul itu adalah suara Britania, perempuan itu terus menyebutkan nama suaminya tanpa henti sejak tadi.


Dia bisa mendengar samar-samar suara de..sa .Han Laki-laki diseberang sana, tapi dia tidak bisa mendengar dengan jelas suara nya karena baginya suara Britania jelas memenuhi telinga nya.


Perempuan itu berusaha berpegangan pada sisi ranjang yang ada di sebelah kanannya.


Seketika kecurigaan menghantui Dirinya, dia fikir kemana Ghanem? kenapa laki-laki itu belum pulang juga hingga Selarut ini.


Tapi selama apa dia mencoba untuk menghubungi laki-laki itu, selama itu juga Panggilan nya tidak terhubung.


Seketika Violet terduduk, dia mencoba menahan perasaan dihatinya untuk beberapa waktu.


Apa kamu membohongi ku?.


Tanya Violet dalam hatinya sambil menggigit bibir bawahnya.


Namun tiba-tiba sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara seseorang mencoba mengetuk pintu dengan kasar dan terburu-buru.


Violet secepat kilat beranjak dari posisi nya, dia langsung membuka pintu kamar hotel tersebut tanpa berfikir dua tiga kali.


Saat pintu tersebut terbuka, seketika perempuan itu tercekat, bola mata nya jelas terbelalak tidak percaya siapa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Paman muda?"


Ucap Violet pelan.


Dia mengerutkan keningnya saat melihat sosok laki-laki yang selalu mengisi hari-hari nya belakangan ini terlihat begitu aneh saat ini.


Dia menarik pelan nafas nya, dia fikir kecurigaan dirinya tadi sedikit tidak beralasan.


"Ada apa dengan Ghanem?"


Tanya Violet pada paman muda hill nya.


******


Disisi lain nya lagi


Beberapa menit sebelum Britania


masuk ke kamar dimana seharusnya


Elvitania berada.


Karan berjalan dengan langkah nya yang tegap, menuju ke sebuah pintu yang ada di ujung sana, seulas senyuman begitu dingin dan datar tercetak di Balik wajah nya.


Di ujung sana terlihat dua orang laki-laki mengapit seorang laki-laki bertubuh kekar namun berusaha untuk menekan kesabarannya untuk beberapa waktu, mereka menunggu kedatangan Karan disana.


"Dia orang nya?"


Tanya Karan pada dua laki-laki disisi kiri dan kanan laki-laki dihadapan nya itu.


Terlihat anggukan yang diberikan oleh salah satu dari laki-laki tersebut.


"Biarkan dia masuk ke kamar nya sekarang juga"

__ADS_1


Ucap Karan lagi dengan tatapan dingin yang bisa membunuh siapapun yang telah melihat nya.


__ADS_2