SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
RUANG MUSIK


__ADS_3

Sampai jam pelajaran terakhirpun semua kelas tetap gaduh, ditambah bel pulang sekolah sudah berbunyi murid murid semua sudah berlarian keluar. Berlarian, saling bercanda gurau, saling jahil menjahili, saling menyapa, tapi tidak dengan ruang kelas IPA, yang kelaur kelas dengan tenang, damai, tanpa ada kata atau sapaan.


Semua murid telah meninggalkan bangkunya masing masing dan menuju keluar kelas, sesekali melihat kearah Wildan, ingin menyapa tapi mereka masih takut dengan kejadian kertas jatuh dimakanya.😊


Vey, Tio hendak berdiri namun dikejutkan dengan dentuman keras yang menghantam meja. Seketika, mereka berbalik dan melihat kearah tempat suara tersebut, Wildan, dengan wajahnya yang masih sama berdiri dan berjalan mendahului mereka, yang mematung melihat kelakuan temannya tersebut.


Dari depan pintu kelas, Wildan, menghentikan langkahnya saat dirasa mata yang tajam itu melihat seorang wanita bersama dengan seorang laki laki. Berjalan bergandengan tangan dengan tawa yang selalu mengiringi langkah mereka, Wildan seakan tak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Melihat kediaman Wildan tiba tiba,Vey dan Tio bergegas menghampiri Wildan yang masih mematung didepan pintu kelas, bersamaan Iren dan teman laki lakinya itu berbelok menuju tangga.


Sekejap, Vey ikut terdiam dan memandang Tio yang seakan tau atas apa yang menjadi Wildan berdiam diri. Vey dan Tio saling memandang tanpa mereka sadari orang yang mereka hampiri telah berbelok diruangan musik. Sadar akan hilangnya Wildan,Vey dan Tio berlari mencari keberadaan Wildan, yang tanpa mereka sadari sudah berada di ruangan musik. Vey yang melihat itu seketika menghentikan langkahnya,melihat Wildan dari balik pintu yang sengaja tidak tertutup.


Vey,berdiam diri tanpa pergerakkan saat dirasa pendengarannya mendengar lina petikan gitar yang berasal dari gitar yang dimainkan Wildan. Merdu, itu yang dia tangkap dari suara itu, Vey masih mematung, tepukan dipundaknnya menyadarkan dia dari lamunannya.


"Kamu, disii,,,,!" Sapa Tio.


"Sssstttt,,,,,.!" telunjuk Vey didepan mulutnya.


"Liat thu, emang Wildan bisa nyanyi yach!" tunjuk Vey,pada sosok laki laki yang sedang asyik memetik senar gitar dengan santainya tanpa menyadari kedatangan temannya.


Wildan,sangat menghayati setiap ketika gitar itu,sambil memandang kesembarang arah. Menunduk letih, itu yang Vey tangkap, masalah ap sebenarnya yang terjadi. Tio, sudah hafal sangat dengan tingkah temannya itu. Jika hatinya sedang dirundung gelisah, sudah pasti dia ungkap kan dengan bernyanyi.


Sudah, kesesian kalinya Wildan bernyanyi jika sudah tidak bisa lagi berkatkata ataupun bercerita. Semenjak, pengungkapan cinta yang dia rasa sudah merusak persahabatannya itu, Tio, seperti tidak pernah melihat Wildan yang dulu. Keceriaan diantara mereka bertiga kini sudah lenyap, mungkin jika saat itu Tio tidak menyuruh Wildan untuk mengutarakannya, persahabatan mereka sudah dipastikan akan berlanjut sampai sekarang.


Sudah hampir genap 5 tahun, kediaman yang mereka jalani. Segala macam cara sudah Tio lakukan demi mengembalikan 2 sahabat yang memilih untuk saling mendiamkan satu sama lain. Mungkin rasa kecewa yang dirasa Iren, hingga dia juga lebih memilih menghindari Wildan.


Masih dengan alunan gitar dan suara yang merdu Vey, masih tak ingin menghampiri laki laki itu. Sedangkan, Tio sudah berada dibelakang Wildan, dengan memberi kekuatan melalui pundaknya.


Seketika, Wildan menengok kearah tangan yang berada dipundaknya tersebut, dan mendongakkan kepalanya. Anggukan yang diberikan Tio pada Wildan untuk melanjutkan nyanyiannya.

__ADS_1


Hening, sampai tak terasa tetes air mata sudah meluncur mulus dikedua pipi Vey, Diujung pintu ruangan, Vey, masih diam tanpa ad pergerakan. Secepat mungkin Vey menghapus jejak air mata itu, agar tak ada satupun orang yang tau dia terharu.


🎢🎢🎢


Kau yang pernah singgah di sini


Dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali


Tak mampu aku 'tuk mengenang lagi


Biarlah kenangan kita pupus di hati


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu di awal dulu


'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi

__ADS_1


Mengenang dirimu di awal dulu


'Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi?


Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya


Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Tersadar dan sedikit menepi


Tersadar dan sedikit menepi


NOTES: JIKA DENGAN MUSIK BISA MENGHILANGKAN KESEDIHAN, LAKUKAN LAH, TAPI INGAT UNTUK TERUS TERSENYUM MESKI HATIMU SAKIT.


Maaf yah kakak kakak udah absen beberapa hari ini.


Salah satu saudara yang lagi nikahan jadi otomatis bantu bantu, sambil nyari inspirasi lahπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


Maaf juga yah kalok updatenya sering telat😊


__ADS_2