
POV IRENE
We broke up a month ago
Your friends aren't mine, you know, I know
You've moved on, found someone new
One more girl who brings out the better in you
And I thought my heart was attached
For all the sunlight of our past
But she's so sweet, she's so pretty
Does she mean you forgot about me?
Oh, I hope you're happy, but not like how you were with me
I'm selfish, I know, I can't let you go
So find someone great but don't find no one better
I hope you're happy, but don't be happier
And do you tell her she's the most beautiful girl you've ever seen?
An eternal love bullshit you know you'll never mean
__ADS_1
Remember when I believed you meant it when you said it first to me?
And now I'm pickin' her apart
Like cuttin' her down make you miss my wretched heart
But she's beautiful, she looks kind, she probably gives you butterflies
I hope you're happy, but not like how you were with me
I'm selfish, I know, I can't let you go
So find someone great but don't find no one better
I hope you're happy, I wish you all the best, really
Say you love her, baby, just not like you loved me
I hope you're happy, but don't be happier
Ooh, ooh-ooh-ooh-ooh, ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh-ooh, ooh-ooh-ooh
I hope you're happy, just not like how you were with me
I'm selfish, I know, can't let you go
So find someone great, don't find no one better
__ADS_1
I hope you're happy, but don't be happier
Prok Prok Prok Prok
"Wah, wah ternyata suaranya tidak kalah dengan artis kita. Sepertinya mereka berdua sangat cocok. Bukan begitu para hadirin sekalian," ucap Rizal disambut suara meriah para tamu remaja.
Sedang Wildan tersenyum miring mendengar perkataan Rizal. Bagi Wildan itu semua hanyalah penyesalan Irene sesaat. Wildan sudah menutup pintu hatinya untuk menerima Irene kembali.
Belum sembuh betul luka yang di dapatkan. Kala itu mencintai seorang diri adalah hal yang paling menyakitkan bagi Wildan.
Jadi, tidak akan mungkin Wildan membuka hatinya kembali. Sudah cukup dua kali hati dan cintanya hancur berkeping-keping.
Irene tersenyum kecut melihat Wildan yang seketika memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapannya. Ada rasa getir yang didapatkan Irene.
Tidak seharusnya dulu Irene berbuat seperti itu. Sungguh, saat itu hatinya masih belum bisa mencintai Wildan seutuhnya. Sampai akhirnya cinta lamanya kembali dan membawanya ke dalam hatinya.
Adakah seseorang yang bahagia jika terluka. Memaafkan sudah tentu itu terucap. Tetapi, tidak dengan luka yang masih menganga besar. Dengan darah yang tidak tampak terlihat oleh mata.
Jenuh dengan semua ini Wildan memutuskan untuk melipir ke keluar. Sebelum kembali melanjutkannya lagi. Tyo langsung berlari mengejar sahabatnya.
Dari atas pelaminan kedua mata Vey mengikuti kemana kedua sahabatnya pergi. Begitupun dengan Devano yang langsung berdiri. Vey menatap Devano yang seperti akan ikut mengejar keluar.
"Dev, mau kemana?" tanya Vey memegang jari kelingking suaminya.
"Itu, Setyo kenapa keluar. Kan tugasnya belum selesai. Sebentar,"
"Dev," cegah Vey menggeleng dan merapatkan genggamannya.
Mengerti dengan itu Devano kembali terduduk di samping sang istri. Vey ataupun Devano seperti sudah saling terikat. Memang sudah tidak ada lagi rasa cinta. Sebagai seorang sahabat Vey paham betul dengan sikap Wildan yang tiba-tiba pergi.
__ADS_1
Kurang beberapa bab lagi yah๐. maaf kalau-kalau nanti akan garing๐