SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
BERHARAP BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

"Sya, aku mau cerita sama kamu nih!"


"Cerita apa?"


"Dengerin yah,"


"Iya apa keburu merem ntar,"


"Kamu inget kan tadi sore aku pamit keluar sama kamu kan? aku lupa kalau pasarnya buka pagi aj-!"


"Haa haa haa dasar semprol mana ada pasar buka sampai malam sayangku, cintaku.Ih mintak disayang nih anak," ledek Alisya mencubit kedua pipiku.


"Sya dengerin dulu gak kayak gitu ceritanya. Kebiasaan deh, dengerin aku lanjut lagi. Habis itu aku mau balik kan nah aku gk tahu kalau ada orang dibelakangku-,"


"Terus nabrak gitu, jatuh kamu diatas dia dibawah, haa haa haa kayak film drakor saja haa haa haa haaa," ledek Alisya lagi.


"Tauk ah, nyebelin banget punya sahabat kayak lo. Udah ah aku mau tidur!"


Aku langsung menutup diriku dengan selimut. Aku tidak menghiraukan Alisya yang terus memanggil dan menggoyang tubuhku.


Didalam selimut aku hanya tersenyum sendiri mengingat perkenalan tadi. Rasanya kayak makan coklat ditengah hujan, seger kali yah, hihihihi.


"Ya allah, ciptaanmu sungguh indah," gumamku pelan.

__ADS_1


"Cie,,,,,,yang lagi kasmaran nih. Cie cie cie, , ,, ," goda Alisya mendorong-dorong tubuhku sampai bergeser ketepi tempat tidur dan akhirnya.


Buuk!!


"Aw," pekik ki yang terjatuh ke lantai.


"Vey, Vey! Kamu tidak apa-apa kan?. Vey maaf aku tidak sengaja," Alisya merengek meminta maaf dan membantuku bangkit.


Aku balik menggoda Alisya dengan tidak menjawabnya.


"Veyo, maafin aku. Aku terlalu senang dengar nya, aku doain deh kamu ketemu lagi sama si tampan itu. Veyo, maafin yah, aim salah ya alloh sudah menjatuhkan Veyo, hik hik!" rengek Alisya


"Haa haa haa Sya, kok aim sih. Ih kamu mah, sakit tau." tawaku yang tidak tahan mendengar celotehan Alisya.


"Yey, ketawa. Maaf yah cintaku!" kata Alisya memelukku.


"Sya kita kayak gini jadi kayak pengantin baru yang habis melakukan kewajibannya yah, haaa haaaa haaaa," ujarku.


"Vey, apaan sih? Kok bsa pikiranmu ambyar sampek sono. Ih, lepas-lepas kalau gitu," jawab Alisya yang kangsung memukul kepalaku.


"Memangnya orang sudah nikah aja yang harus bilang maaf sayangku, maaf cintaku. Kamu itu yah, udah deh tidur besok kamu ada jadwal pagi kan?" suruh Alisya yang langsung membenarkan selimutku lagi.


Aku seperti anak kecil yang sedang di nina boboin mamanya. Itu lah Alisya dia lebih dari seorang sahabat buatku disini. Dia biza menggantikan posisi bunda.

__ADS_1


Malam ini aku tidur bersama Alisya. Alisya sudah seperti bunda, kadang juga seperti mbak Asri yang rempong dan jahil. Semoga hubunganku dengan Alisya selamanya seperti ini. Rukun, akur kalau tidak ada Alisya mungkin aku tidak memiliki teman disini.


Mengingat aku sedikit takut bersosialisasi ditempat baru. Tapi beruntung disini berkat Alisya aku jadi bisa dekat dengan yang lainnya juga. Terserah mereka bilang aku sombong atau apa yang jelas aku sudah berusaha mendekatkan diri lagi kelingkungan sekitar.


Hah, malam yang panjang. Aku harap bisa bertemu lagi dengan si tampan. Si tampan anak mana yah.


"Sudah Veyo, tidur kalau kamu ingin telat besok coash nya gak papa sih!" omel Alisya .


Aku langsung memiringkan tubuhku menghadap Alisya. Ku pejamkan mataku dan amblas sudah ke alam mimpiku.


***


Semua orang pantas mengharapkan seseorang yang ingin dimiliki. Seseorang yang tanpa sengaja sudah memasuki relung hatinya.


Tidak pernah salah jika mencintai seseorang yang baru pertama kali kenal. Tapi, apakah cinta itu akan berlabuh di hati yang sama atau malah sebaliknya.


Cinta, , ,oh cinta kenapa sulit untuk dipahami. Kenapa sulit untuk digapai dan sulit untuk mengungkapkannya.


Banyak orang bilang cinta itu rumit, cinta itu menyakitkan, cinta itu tidak setia, cinta itu sering membuat menangis dan cinta, cinta, cinta dan cinta.


Tidak ada cinta yang seperti itu bila saling memahami dan mengalah. Cinta tidak pernah melukai, cinta juga selalu setia, cinta juga tidak pernah membuat menangis atau cinta tidak pernah melukai. Hanya hati yang bisa melukai, hanya hati yang bisa menyakiti, hanya hati yang tidak setia dan hanya hati yang bisa membuat menangis.


Jika menurut yang lain cinta seperti itu. Tapi, tidak untukku jika kita bisa berdamai dengan hati dan cinta semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Bagaimana menurut Anda pemirsa?๐Ÿ˜Š.


Tidak ada notes๐Ÿ˜Žlagi puyeng


__ADS_2