SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
INGINKAN LEBIH DARI ITU 2 WILDAN


__ADS_3

Vey melanjutkan jawab yang tadi dia gantung.


"Wil, untuk sementara ikuti alurnya saja. aku masih baru kemaren mengenal kamu tapi aku menghargai kok. Aku senang ada yang menyukai ku tapi, aku minta maaf. Bukan maksutnya aku menolak kamu tapi aku sudah nyaman dengan kondisi seperti ini. Aku tau kamu pasti tidak terima tapi, aku harap kita menjalani ini sesuai berjalannya waktu. Sebentar lagi juga ada ujian kenaikan kelas dan aku tidak mau konsentrasi kita terbagi." Menggenggam tangan Wildan.


"Iya, Vey aku tau. Maaf kalau aku berkata seperti itu." Jawab Wildan.


"Iya gak papa, aku harap kita masih bisa berteman yah Wil. Anggap saja kamu bagian dari hidup ku." Tersenyum dan beranjak pergi.


Aku tertegun dengan apa yang dikatakan oleh Vey, Vey tidak menerima tapi dia memberi kesempatan untuk aku menjadi bagian dalam hidupnya. Secara tidak langsung dia juga membalas perasaan aku. Aku sangat senang, tanpa aku sadari aku seperti orang gila baru yang jingkrak jingkrak tak tentu. Tatapan mata teman temanku melihat ku heran, mungkin mereka kira aku baru dapat lotre.


Aku tak perduli dengan tatapan mereka, aku masih saja menari nari kegirangan, Sampai akhirnya bel berakhirnya sekolahpun berbunyi. Terlihat wali kelasku berjalan kearahku. Aku pun segera masuk kelas, senyumku masih mengembang bebas diwajahku. Membuat teman sekelasku merasa heran dengan perubahanku, ku melihat kearah Tio yang juga menatapku heran.


Aku pindah tempat disisi Tio, inginku menceritakan semuanya kepada sahabatku ini. Tapi, aku sengaja tidak memberi tahunya dulu. Wali kelasku memberi tau bahwa kurang dua minggu lagi kita akan menghadapi Ujian semester kenaikan kelas. Ditempat lain aku melihat senyum indah itu, tak ingin kupalingkan mata ini.


Ku lihat didepan gerbang sudah ada Vey dan Papanya. ku berlari menghampiri mereka, memberi salam kepada orang tua Vey dan kemudian mengajak Vey untuk ikut kerja kelompok. Vey menyetujuinya dan Papa Vey mengijinkan untuk diadakan kerja kelompok itu dirumahnya. Untuk kemudian mereka menjalankan kendaraannya. Lambaian tanga itu ku berikan untuknya yang sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Tio masih menatapku dengan penuh penasaran.


"Aku perhatikan, dari tadi kamu senyum senyum sendiri Wil. Ada apa?" Tanya Tio penasaran.


" Ah, tidak ada apa apa kol Yo, kenapa emangnya" Masih dengan senyuman.


"Gak mungkin gak ada apa apa Wil, lha wong kamu dari keluar kelas tadi sudah senyum senyum kayak orang gila saja. Ada yang kamu rahasiakan sama aku Wil. Aku kenal kamu gak cuman satu hari doang lho Wil. Kenapa?" Ngotot Tio ingin tau.


"Bener nih kamu ingin tau, aku sih masih belum yakin yah tapi kalau mendengar kata terakhirnya itu. Aku rasa dia juga suka sama aku Tio. Tadi aku meminta Vey untuk bicara berdua diluar kelas, dan saat itu aku bilang sama dia. Kalok aku ingin selalu ada buat dia, aku suka sama dia Yo. Meskipun aku masih belum bisa ngelupain cinta pertamaku itu tapi jujur saat pertama kali Vey masuk kelas kita. Aku melihat dia tersenyum seperti aku menemukan kembali semangatku."


"Maksutnya, kamu sudah bilang kalok kamu suka sama Vey, trus apa jawaban Vey!" Ucap Tio yang menunggu jawaban ku.


"Trus, kamu anggap itu Vey menerima kamu gitu" Kata Tio.


"He'em" Tersenyum.

__ADS_1


"Wil, Wil, jangan dulu berharap lebih Wil. Kamu tau kan dia baru saja kehilangan kakaknya, Bahkan dia sampai mengalami depresi. Mungkin dia berkata seperti itu karna dia tidak menganggap kamu lebih dari sekedar teman Wil. Kamu paham gak sih apa yang dimaksud dalam kalimat Vey tadi." Jelas Tio, dan senyum yang sedari tadi mengembang sempurna seketika itu pun menjadi hilang.


Aku dan Tio berjalan dengan keheningan, setelah memberi penjelasan kepada ku, ku baru sadar maksut dari kata kata Vey tadi. Aku berusaha menyembunyikan kegelisahanku didepan Tio. Tapi, bukan Tio jika dia tidak tau apa yang sedang aku pikirkan. Sampai tepukan keras dipundakku menyadarkan aku dari ucapan Tio.


"Maaf, tapi aku tidak ingin kamu berharap lebih dari Vey Wil, kamu masih belum tau betul tentang Vey, begitupun dengan Vey. Kalian masih belum kenal satu sama lain. Jalani saja dulu biar waktu yang menjawabnya. Lagian kan kita masih sekolah Dan juga sebentar lagi kita naik kelas tiga. Jangan sampai mengganggu konsentrasi." Tio menyadarkan aku.


"Iya Tio, terima kasih yah, kamu sudah mengingatkanku. Tenang saja aku tidak akan seperti dlu saat Iren menghindariku.Kita masih berteman bukan, lagian saranmu juga sama seperti yang dikatakan Vey tadi." Sambungku.


Tak terasa aku dan Tio sudah sampai dan kemudian berpisah dipertengahan jalan. Aku masih mengingat saran dari Tio, dan aku akan berusaha menerimanya dengan lapang dada. Sore harinya aku sudah siap siap untuk kerumah Vey, Aku, Tio, dan teman kampung lainnya menuju kerumah Vey. Kita mengadakan kerja kelompok untuk mempersiapkan ujian yang akan diadakan dua minggu lagi. Aku membantu Vey menyalin mata pelajaran yang tertinggal karna sakit. Teman teman lainnya pun juga ikut menjelaskan kepada Vey.


Hari menjelang malam, Bunda dan Papa Vey mempersilahkan kami untuk makan malam dulu. Sebelum kita pulang, kita berbincang bincang sebentar. Mendengarkan nasehat dari kedua orang tua Vey. Mereka sangat berterima kasih karna sudah mau membantu Vey. Ku lihat Vey memeluk sang Bunda dengan manjanya, Papa Vey mengelus puncak kepala Vey dengan penuh kasih sayang. Terlihat keharmonisan dari keluarga mereka.


Setelah berbincang bincang kami berpamitan untuk pulang. Sedetik tatapan kita bertemu, ku anggukan kepala sebelum kumelenggang keluar. Kedua orang tua itu dan juga Vey mengantarkan kami sampai depan rumahnya. Ku tengok sebentar kebelakang, dia masih berdiri dan setelah itu menutup pintunya. Aku dan teman teman lainnya pun sangat senang. Berharap besok dan seterusnya bisa sedekat ini dengan keluarga harmonis itu.


NOTES: MENCARI SESEORANG YANG AMU MENERIMA KEKURANGAN KITA ITU SANGATLAH SULIT.

__ADS_1


Aku selalu meminta untuk di LIKE, dan SARAN. Terima kasih yah untuk Saran saran yang sudah masuk. Jangan pernah bosen yah.Masih butuh bimbingan soalnya.


Salam hanya dariku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2