
Vey, menatap kedepan sebentar dan menyambut ceritanya tadi.
"Aku memutuskan untuk kembali menuju bangku yang berada didepanku. Bangku panjang yang disamping sisinya banyak bunga bunga indah. Ku dudukkan tubuhku dan aku mengambil ponselku untuk bermain permainan yang berada diponselku. Telinga aku sumpel pakek hedset, jado aku gak denger kalok ada orang yang tiba tiba berada disampingku. Aku masih dengan ponselku saat asyiknya aku bermain, aku tidak sadar jika suara mengganggu orang disampingku. Hingga, sapaan dan tepukannya mengagetkan ku. Ku tolehkan leherku kesamping dan aku sangat sangat terkejut melihatnya.
Wajah yang hampir sama, hidung yang mancung tapi tatapan dan senyuman itu yang tidak ada.
Kedua mata indah itu sudah penuh dengan gumpalan air yang siap untuk terjun.
"Aku menyebut nama yang masih aku ingat, tapi dia hanya mengerutkan alisnya. Wanita yang disampibgnya juga menanyakan dia kenal aku apa tidak. Jawaban yang aku inginkan saat itu adalah sebuah anggukan, tapi ternyata aku salah. Dia menggelengkan kepalanya tapi masih menatap aku heran. Aku berpamitan pergi dari situ, dan saat aku ingin kejalan besar aku mencoba menengokkan kembali leherku. Dimana dia masih bercanda tawa dengan wanitanya. Dia terlihat sangat bahagia. SANGAT BAHAGIA." Vey, memantapkan kat kata SANGAT BAHAGIA, tangisan Vey akhirnya tidak bisa lagi dia bendung.
Wildan dan Tio mencoba menenangkan Vey dengan cara mengelus pundak. Wildan merasa sangat kasian susah payah dia mencoba bangkit kembali malah ditempat sekarang dia kembali mengingatnya lagi. Tangisan Vey akhirnya reda meski air mata itu masih saja keluar dengan tanpa diminta.
"Kenangan itu sangat indah dilupakan, meski kita bukan saudara kandung.Tapi aku sudah menganggap dia seperti kakakku sendiri. Yah meskipun Bunda dan Papa sudah mengangkat mbg Asri anak, tapi aku ingin memiliki kakak lagi. Kedua orang tuanya pun juga sudah seperti orang tuaku sendiri. Mereka memanjakan aku seperti adignya mas Fahmi. Yah, mas Fahmi juga pernah mengajak aku sesuatu tempat tapi itu dulu waktu aku masih SMP. Saat pesta terakhir itu dia juga pernah bilang, tapi aku gk tau kalau kata kata terakhir itu akan terjadi. Aku benar benar hancur saat mendengarnya, bahkan teman teman disekolah dulu mengataiku gila." Tersenyum tipis mengingat sahabat sahabatnya malah menjauhi Vey.
"Sudah yah Vey, mulai sekarang kamu harus bisa bangkit lagi. Apa kamu tidak kasian dengan orang tuamu, mereka sangat sedih melihat keadaanmu kemaren. Meskipun didepanmu mereka tersenyum tapi jauh didalam hatinya mereka terluka. Yang terpenting sekarang, kamu memiliki teman teman yang mau menerima kamu apa adanya. Lihat saja tadi, mereka seperti tidak pernah ketemu kamu saja." tersenyum Tio.
__ADS_1
"Iya, Vey, dari sekarang kamu harus tunjukkan sama mereka mereka. Jika suatu saat kamu bertemu lagi dengan mereka. Aku harap kamu masih selalu tersenyum seperti tadi pagi." Wildan mencoba meyakinkan Vey bahwa disini Vey bisa dapat teman yang lebih baik dari sebelumnya.
Seterah lama menceritakan semuanya mereka memutuskan untuk kembali lagi kekelas. Vey, tampak begitu lega sudah menceritakan semuanya pada Wildan dan Tio. Teman baru yang dari awal sudah sangat menerima, begitupun teman teman lainnya. Dalam diri Vey sudah bertekad kalau dia akan terus seperti ini dan tidak akan membuat kedua orang tuanya ataupun semua teman temannya bersedih lagi.
***
Vey yang sudah sampai rumah pun seketika berlari dan memeluk sang Bunda. Ungakapn terima kasih itu masih Vey ucapkan. Vey menceritakan semuanya kepada Bunda dan mbg Asri, mereka menyimak tiap cerita yang diceritakan Vey,l. Awl mula dia kealun alun sampai dia bertemu laki laki itu. Vey bercerita tanpa air mata lagi, dia bercerita seperti kayak biasanya yang penuh dengan kecerewwtannya. Bunda dan mbg Asri yang melihatnya pun tersenyum haru, mendengar semua cerita anaknya.
Rasa syukur terus Bunda ucapkan dalam hati. Mereka dipertemukan dengan orang orang yang baik, dan Vey pun mempunyai teman yang sangat sangat mendukungnya. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.30 menjelang malam. Mereka bersiap siap menyambut raja yang sebentar lagi pulang dinas. Sesudah emnyiapkan makan malamnya, Vey kembali kedalam kamarnya.
Dia duduk dikursi meja belajarnya, mengambil album foto yang dia simpan di laci kecil meja belajar itu.
Mereka semua makan dengan kehangatan kembali. Mencoba mengikhlaskan kembali, tawa canda yang sudah mulai terdengar lagi membuat malam yang dingin ini menjadi saksi bisu kebangkitan Vey kembali. Bangkit dari masa terpuruknya dan bangkit dari rasa sedihnya.
Saat dirasa sudah terisi penuh mereka menuju kamar masing masing untuk segera mengistirahatkan tubuhnya. Vey, yang masih mengerjakan tugas rumahnya dengan mendengarkan lagu yang diputar dari ponselnya.
__ADS_1
Lagu yang berasal dari girlband korea menemani Vey mengerjakan tugas rumahnya dengan penuh semangat. Senyum itu masih mengembang sempurna, sambil sesekali menyanyikan lagu yang dari BLACK PINK yang berjudul BOOMBAYA. Tak terasa Vey akhirnya tertidur dengan posisi tangan yang dilipat sebagai bantalnya. Papa yang sengaja ingin melihat Vey pun, mendekati kearah meja belajarnya. Dilihatnya, sebuah ponsel yang masih menyanyikan lagu lagu kesukaan putrinya.
Tidur dengan berbantalkan lengan tangan, membuat sang Papa tidak tega. Papa Vey mengangkat pelan tubuh mungil itu untuk dibaringkan ditempat yang sebenarnya. Vey, masih terlelap tanpa terganggu sedikitpun. Papa mencium pucuk kepala Vey, dan perlahan keluar untuk kembali kekasur empuknya. Bayangan Fahmi yang tersenyum lepas menghampiri mimpi indah Vey.
"Mas Fahmi" Ucap Vey tersenyum.
"Tumbuh lah, menjadi Vey yang jauh lebih bisa dewasa lagi. Yang mampu membuat orang sekitarnya tersenyum." Ujar sosok dalam mimpi Vey, yang tak lain adalah Fahmi.
"Berjanjilah, agar selalu tetap tersenyum Vey, biarkan aku, ibu dan ayah pergi dengan tenang. Kita disini selalu menemanimu, kemanapun kamu pergi kita selaku mengawasimu dari atas sini. Tersenyumlah terus deg, sampai kapanpun kamu tetap Vey kecil kami." Sambung Ayah angkat Vey.
"Kejarlah cita citamu nak, gapai semua impianmu. Kami disini selalu mendoakan yang terbaik buat kamu dan keluarga. Ayah, Ibu dam juga Mas Fahmi mu akan selalu menjagamu. Terima kasih sudah menjadi anak perempuan yang cantik." Vey hanya tersenyum dan kemudian bayangan itu sedikit demi sedikit menghilang.
NOTES: JANGAN MEMPERSULIT JALAN SESEORANG.LEPASKAN, IKHLASKAN JIKA KAMU INGIN MELIHATNYA BAHAGIA JUGA.
Jangan lupa like,saran dan rateπ
__ADS_1
tangis tangisannya udahan yah capek juga akunya,π π π.
Besok disambung lagi yahπππππππ