
Veyo memulai pagi hari dengan wajah yang sangat berseri-seri. Pasalnya malam kemarin Vey seperti ketiban berlian yang sangat indah.
Sampai tidurnya pun Vey masih terbayang wajah si tampan. Vey bisa memulai harinya dengan penuh suka cita.
Alisya ikut senang melihat sahabatnya yang kasmaran. Alisya juga penasaran siapa sitampan yang dimaksud oleh Vey.
"Ndok, nopo to kamu dari tadi senyum-senyum. Memangnya, ada yang lucu dari buk leni?" tanya buk le kepada Veyo.
"Hee hee, bukan buk le! Dimata Veyo buk le wanita yang paling cantik selain bunda. Buk le adalah wanita," ucapan Veyo terpotong saat mendengar ketukan.
Tok! Tok! Tok!
"Lha, merusak suasana romantis saja yah buk le," goda Veyo langsung beranjak berdiri membukakan pintu.
Di luar ada seseorang yang sedang menunggu pemilik rumah membukakan pintunya. Dia melihat-lihat tanaman yang terjajar rapi. Dia juga membelakangi pintu coklat bermotiv bunga.
"Iya? mencari siapa mas?" tanya Veyo. Pemuda tersebut masih sibuk dengan tanaman bunga mawar.
__ADS_1
"Mas, mau cari siapa?" tanya ulang Vey sedikit keras suaranya.
Buk le dan Pak le yang sedang duduk mau menikmati sarapannya terkejut saat Vey berteriak. Alisya yang baru saja keluar kamar langsung menuju ke arah pintu diikuti oleh kedua tetua itu.
"Ada apa to ndok kok teriak-teriak isuk-isuk(pagi-pagi)?" tanya pak le. Veyo langsung menghadap ke pak le yang sudah berada di belakangnya.
"Ini lho pak le ada orang tapi ditanya nyari siapa malah sibuk lihat si rosse?" jawab Vey yang kesal.
"Sopo to Ndok?"(siapa memangnya nak)?" tanya Buk le.
"Maaf, nak mencari siapa yah?" tanya pak le kepada pemuda itu.
Pemuda itu yang mendengar suara orang dibelakangnya langsung berbalik.
"Eh, maaf bapak rw saya ke asyikan melihat tanaman bapak."
"Iya, tidak apa-apa?" balas Pak le. "Maaf, Anda ada keperluan apa yah nak dan dengan siapa?" tanya pak le lagi.
__ADS_1
"Saya Devano pak rw yang kemarin mencari bapak. Saya datang kesini hanya ingin meminta izin lagi untuk menginap di rumahnya teman saya," jelas Devano memperkenalkan diri untuk yang pertama.
Devano juga meminta izin lagi untuk menginap di rumahnya Ridwan yang tidak jauh dari rumahnya.
"Ow, kamu to yang kemarin datang kesini? Iya, le tapi saya minta foto koli ktp sma kk boleh?" tanya pak le
"Iya boleh pak, ini saya sudah menyiapkan nya. Silahkan pak!" serah Devano memberikan foto kopi kartu identitasnya.
Pak le dan Buk le juga Alisya memeriksa berkas Devano. Benar pria ini yang membuat Veyo menjadi orang kesurupan waktu itu.
Alisya langsung kembali lagi ke dalam. Sekarang semua orang sudah tahu alasana Veyo yang selalu terlihat ceria hari ini. Sitamoan yang dimaksud Veyo juga sudah mereka lihat.
"Vey, aku anterin yah," tawar Alisya.
"Eh, tumben mau nganterin aku ke kampus. Tidak usah, kampusnya juga deket kok.Kamu mending tidur jam kamu ada kelas siang kan?" tolak Veyo yang masih menyantap makanannya.
Alisya hanya tersenyum melihat sahabatnya. Veyo belum tahu siapa tamu yang tadi dia sapa.
__ADS_1