SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
KELEBIHAN DAN KEKURANGANKU


__ADS_3

Bukan karena aku tidak pernah memperdulikan orang lain. Bukan juga krena aku selalu merepotkan orang lain.


Aku tidak bisa cukup kata untuk mengungkapnya langsung. Aku perasa, aku terlalu sensitif jika melihat orang lain bersedih.


Aku terlalu sayang kepada semua orang yang berada disampingku. Aku tidak bisa merasakan perasaan bahagia jika, kebahagiaanku hanya membuat mereka sakit.


Aku manusia biasa yang memiliki perasaan yang sangat peka. Kepekaan ku terlalu berlebihan bagi ssmua orang. Tapi, aku tidak memperdulikannya.


Inilah aku dengan perasaanku yang lemah. Rasa kehilangan yang pernah aku alami membuatku menjadi seseorang yang gampang sekali turut ikut merasakannya.


Setelah aku tenang bulek, pakle dan Alisya membantuku masuk ke kamar. Aku tidak pernah menyangka kepergian Reza begitu sangat cepat.


Dering ponselku terdengar samar-samar.


"Sya, tolong ambilkan ponselku yah. Maaf aku merepotkan mu lagi." ucapku kepada Alisya.


"Jangan pernah bilang seperti itu. Manusia hidup saling membantu. Aku ambilkan dulu yah," jawab Alisya langsung kekuar kamar.


πŸ“±πŸŽ΅


Inilah aku


Dengan segala kurang-lebihku


Hanya engkaulah yang mengerti


Adanya diriku


Inilah aku


Dengan segala cinta tulusku


Hanya engkaulah yang mengerti


Aku dan diriku

__ADS_1


Cinta tak pernah salah


Cinta tak pernah salah


Alisya membantuku untuk mengambil ponselku yang tertinggal di meja depan. Di dalam kamar aku masih memeluk bukle. Air mataku sudah berhenti dari mata airnya.


Dadaku sangat terasa sesak, tatapanku kosong ke lantai kamar.


"Veyo, dari Tyo!" serah Alisya memberikan ponselku.


Aku langsung menyahut ponselku ditangan Alisya.


"Tyo," panggilku dengan nada suarku yang bergetar.


Terdengar diseberang sana Tyo mencoba menenangkan ku. Aku akan merasa sangat sedih kalau aku tidak bisa hadir ke sana. Irene pasti membutuhkan semau sahabatnya pikirku.


"Vey, kamu tenang dulu. Aku tahu kamu sedih mendengar kabar itu. Kamu tenang dulu yah," pinta Tyo dari sebrang telepon. Aku menurut apa yang dikatakan Tyo.


Seharusnya aku mendoakan Reza bukan malah terus menangisinya. Dia memang bukan teman dekat ku, dia juga yang tanpa sengaja menyakiti lelaki yang aku suka.


"Tyo, apa kamu akan datang ke pemakaman Reza?" tanyaku kepada Tyo.


"Kamu sendiri bagaimana?" tanya Tyo balik.


"Aku tidak bisa Tyo, besok dan lusa aku tidak bisa pulang ke desa. Ada beberapa tugas dan praktek yang harus aku hadiri. Kamu tahu sendiri bukan jurusan yang aku ambil sangat padat sekali jadwalnya?" kataku menjelaskan alasanku yang tidak bisa pulang.


"Iya Vey, Irene pasti mengerti itu. Kamu tenang saja nanti sesampainya aku disana. Aku akan meneleponmu lagi." ujarnya masih terus menenangkanku.


"Iya, oh ya apa kamu tahu kabarnya Wildan? Apa Wildan juga tahu kabar ini Tyo?" tanyaku yang menanyakan sahabatku satunya.


Sebelum aku pindah ke kota S ini. Wildan sudah lebih duku pergi tanpa berpamitan kepada semuanya. Ayah Wildan pun tidak memberitahu kemana Wildan perginya.


Tyo diam cukup lama untuk menjawab pertanyaan ku. Mungkin saja Tyo sama sepertiku yang belum tahu kabar Wildan. Aku tertunda sedih, Wildan sangat berubah semenjak merelakan Irene kembali kepada Reza.


"Tyo, tolong sampaikan kepada Irene dan keluarga Reza yah. Maaf aku tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini." kataku yang sudah kehabisan kata-kata.

__ADS_1


Pikiranku campur aduk, dadaku sangat terasa perih. Disaat Irene membutuhkan ku, aku tidak ada disampingnya. Sahabat macam apa aku ini sebenarnya, yang bisanya hanya merepotkan orang-orang sekitarku.


Setetes air mataku mengalir lagi meskipun tidak sederas tadi. Dengan cepat aku menghapusnya, semuanya tidak perlu disesali. Semua manusia pasti membutuhkan manusia lainnya.


Sambungan telepon sudah terputus. Aku meminta kepada bukle dan Alisya untuk meninggalkanku sendiri. Mereka mengikuti kemauanku dan meninggalkanku sendiri disini.


Sebelum keluar dari kamarku bukle mencium singkat pucuk kepalaku. Aku menutup kedua mataku untuk meresapi kasih sayang yang bukle berikan lewat kecupannya.


"Bukle tinggal yah ndok!" pamit bukle kepadaku. Aku angguki sebagai jawabanku.


Bibirku sudah tidak kuat lagi untuk ku buka. Tenggorokanku terasa tercekat sesuatu yang membuatku sulit untuk menjawabnya. Pintu kamar sudah tertutup rapat.


"Hah! Maafkan aku Ren." gumamku yang terus melafalkan kata maaf berulang kali. Aku tahu permintaan maafku ini tidak akan pernah terdengar oleh Irene.


Aku mengambil almbum foto di dalam laci kamarku.


Ku buka lagi kenangan foto-foto bersama semua teman-teman sekolahku. Tawa mereka langsung terngiang di pendengaran ku.


Ku buka lagi lembar baliknya, disana terdapat foto ku, Wildan, Irene, Tyo dan juga foto almarhum. Irene begitu lebar saat berpose disamping kekasihnya. Begitupun Reza dengan senangnya merangkul bahu Irene.


Senyum mereka seakan tidak pernah pudar termakan waktu. Tidak akan pernah lagi ada senyum kebohongan dari bibir Irene. Sekarang dan seterusnya akankah senyum itu kembali lagi.


Tidak akan ada yang tahu itu, ku usap potret mereka berdua yang berpose saling menghadap. Hidung mereka saling menempel dengan senyum yang terus mengembang di wajah mereka.


Cinta memang rumit dan sulit ditebak. Terkadang cinta memberi kebahagiaan, terkadang pula cinta saling menyakiti untuk meninggikan ego masing-masing.


Jemariku berganti ke potret dua laki-laki yang pernah mengutarakan perasaan mereka. Aku tersenyum mengingat dimana Tyo mengutarakannya dengan kata-kata yang romantis tapi ujungnya membuatku tertawa.


"Wildan, dimana kamu sekarang?" bisikku yang terus memandangi potret Wildan.


Sampai lembar terakhir terlihat potret kita yang menyanyikan lagu yang judulnya bagai kepompong. Pokoknya seperti itu liriknya.


"Cinta yang kembali tidak seterusnya akan bersama. Ada sesuatu yang mengharuskan mereka berpisah tanpa bisa menolaknya,"


"Semoga kamu tenang disana Rez, jika sekarang kamu tidak berjodoh mungkin ditempatnya kamu akan menemukan jodoh yang lebih baik dari didunia," gumamku mendoakan Reza.

__ADS_1


NOTES: TIDAK ADA YANG BISA MENOLAK TAKDIR YANG SUDAH TERTULIS.


__ADS_2