
"Bunda, sini sini cepetan" Saat ku lihat Bunda baru keluar dari dapur.
"Dengerin Vey yah, tadi pas jam istirahat Wildan dan Tio ngajak Vey keatas gedung sekolah. Pemandangannya sangat bagus banget. Dari atas sangat sejuk, nyaman bikin hati aku adem. Wildan juga ingin tau kenapa depresi itu bisa kambuh lagi, ari situ aku mulai menceritakan semuanya. Ada rasa lega saat aku menceritakannya,habis itu kita bertiga kembali lagi sekelas dan saat jam kedua sama jam ketiga kan kosong tuh. Pas Vey lagi ngobrol sama teman teman lainnya, Wildan ngajak Vey kedepan kelas." Bunda, Papa dan mbg Asri masih mendengarkan dengan senyum senyum.
"Emang apa yang Wildan omongin Vey" Kepo mbg Asriπ
"Hehehehe, dia bilang dia suka sama aku Bun, Pa. Tapi aku tolak secara halus kok" Menatap Bunda, Papa dan mbg Asri bergantian.
"Aku bilang aku masih ingin fokus sama sekolah dan juga aku sama Wildan baru saja kenal. Apalagi dua minggu lagi kita sudah ujian kenaikan kelas jadi aku gak mau mengganggu pikiran masing masing. Nanti malah gk konsen karna pacaran. Bener gak yang aku ucapin." Menengok kepada sang Papa.
"Bener sih apa yang kamu katakan? tapi jangan sampai penolakanmu itu membuat pertemananmu retak sayang" Ujar sang Papa. Mengusap ngusap rambutku pelan.
"Iya nak, Wildan juga ikut andil lho membantu kami. Dia anak yang sangat baik, sayang kalok kehilangan teman kayak Wildan nak." Kata Bunda
"Trus, kamu bilang apa lagi. Emang kamu gak ada rasa sama Wildan Dek, mbg liat dia beneran suka lho sama kamu. Cobak aja deg terima dia." Usul mbg Asri yang mendapat tatapan dari kedua orang tuanya. Mbg Asri senyum senyum menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau boleh jujur, Vey juga suka sama Wildan. Tapi kan, kita masih baru banget kenal mbg! dia juga pernah suka sama sahabatnya tpi gk dibalas sama sahabatnya. Waktu itu aku kan pernah cerita kan sam Bunda dan Papa kalau Wildan tiba tiba jadi pendiam saat ngajak Vey kekantin. Lah, waktu itu dia sedang patah hati Bun, Pa, mbg. Aku hanya ingin kita temenan, aku masih nyaman dengan pertemanan ini. Tapi aku juga bilang sama dia kalau dia sudah jadi bagian dari hidupku." Mengingat perkataannya kepada Wildan.
"Itu sama aja kamu PHP in dia deg, kalau kamu nolak kenapa kamu bilang dia sudah jadi bagian dari hidup kamu. cukup kamu bilang fokus sama sekolah gitu aja deg." Kata mbg Asri
"Eh jadi salah yah aku bilang gitu ke Wildan Pa, Bun. Aku cuman gk mau aja Wildan jadi benci sama aku mbg. Itu aja pas aku bilang ingin fokus dia kayak gimana gitu, jadi yah aku bilang saja kayak tadi" Bunda dan Papa menggeleng gelengkan ekoalanya sambil tersenyum. Mbg Asri menepuk jidatnya.
"Gini yah sayangnya Bunda? bener jawabnmu yang pertama tapi secara tidak langsung kamu sudah buat Wildan berharap lebih dari teman. Benar juga yang dikatakan mbg Asri cukup bilang fokus sama sekolah gitu aja. Besok deh kamu coba bilang lagi sma Wildan nak biar dia tidak berharap lebih sama kamu. Bunda sama Papa tidak melarang kamu dengan tidak menyukai lawan jenismu, tapi tanpa kamu tau kamu sudah membangunkan sebuah rasa yang menurut Wildan itu terbalaskan. Wildan mengira kamu juga membalas perasaan suka itu sayang? polos banget sih anak Bunda satu ini." Mengusap kasar rambutku.
Ku angguk anggukan pelan kepalaku dengan semua saran yang mereka berikan. Benar, dengan kata kataku itu bisa membuat orang salah mengartikannya. Memang, aku juga suka sama Wildan tapi aku masih belum tau rasa suka yang seperti apa yang saat ini aku miliki.
Aku berusaha menyerap kata demi kata yang keluar dari orang orang yang aku sayangi. Tanpa aku tau Bunda, Papa dan mbg Asri sudah tidak ada disampingku. " Ah, besok aku harus meluruskan kata kataku kemaren." Gerutu ku seorang diri.
Ku berjalan masuk menuju tempat yang membuatku merasa nyaman. Kurebahkan punggungku pada tempat tidur yang empukini. Ku tatap langit langit kamarku sambil membayangkan apa yang harus aku lakukan besok. Sekelebat aku seperti melihat sebuah senyuman yang terukir dilangit langit kamarku. Mas Fahmi tersenyum kepadaku,
Aku langsung mendudukan tubuhku dan segera melihat berjalan kejendela kamarku. Ku tatap langit malam itu yang dipenuhi cahaya bintang, berkelap kelip seakan bicara kepadaku.
"Mas Fahmi! perasaan apa yang saat ini aku rasakan. Sebuah perasaan yang tiba tiba muncul. Senyum itu mengingatkanku akan senyuman yang sering kamu berikan saat kita bercanda dulu. Mas Fahmi, ibu, ayah semoga keputusanku tidak merusak pertemanan kita." Kataku berbicara pada bintang bintang.
Tanpa ingin mengingat ngingat lagi, perlahan ku menutup jendela dan tirainya. Ku berjalan mematikan saklar lampu kamar dan setelah itu beranjak untuk segera tidur. Sebelum ku pejamkan mata, aku emngambil lonselku untuk menyalakan musik. Aku tidak bisa tidur nyenyak jika tidak mendengarkan musik atau sholawat.
π±π±πΆπΆ
Mulia, indah, cantik berseri
Dia Aisyah, putri Abu bakar
__ADS_1
Istri Rasulullah
Sungguh sweet Nabi mencintamu
Hingga Nabi minum di bekas bibirmu
Bila marah, Nabi 'kan bermanja
Mencubit hidungnya
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Mulia, indah, cantik berseri
Dia Aisyah, putri Abu bakar
Istri Rasulullah
Sungguh sweet Nabi mencintamu
Bila lelah Nabi baring di jilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengikat rambutnya
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
__ADS_1
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu
Aku memilih lagu yang dibawa sama NISA SABYAN. Tanpa mnunggu lama mata ini sudah terpejam dan masuk kedalam alam bawah sadarku.
NOTES: SEBUAH PERASAAN TIDAK MESTI HARUS DIBALAS DENGAN PERASAAN YANG SAMA.
Ikutin alurnya saja yah Wildanπ
Ada saatnya kok nanti
tapi kapan thor, tega bener nyuruh Vey phpin akuπ₯π₯
masih ingusan gak boleh cinta cintaan, sekolah dulu yang bener.ππππππ€£π€£π€£
Haahhaah,,,,,,jadi pengen ketawa sendiri aku.
Jangan lupa LIKE, SARAN, RATE kalau berkenan VOTE juga boleh cintakuπππ.
__ADS_1