SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
MENGENANG MASA ITU


__ADS_3

"Veyo, aku lihat hari ini kamu seperti sedang memikirkan sesuatu," celetuk Alisya mengejutkanku.


"hem, sotoy kamu. Hihihi," tawa ku mengatainya.


"Enak dong, mau dong Veyo sotoynya dikasihkan aku," kekeh Alisya kembali mengejekku.


Karena gemas aku memukul pundaknya. Ini yang aku suka dari Alisya, dia mengetahui apa yang aku ketahui. Dia seperti Mbak Asri yang sangat paham tentang semua yang aku pikirkan.


Bicara tentang Mbak Asri sekarang dia sudah menikah dengan Fatih gadungan. Masa pendidikannya sudah dikatakan lulus. Tidak ada per nikahan yang megah dan mewah.


Mereka berdua sepakat untuk ijab kobul terlebih dahulu. Jadi, kangen mereka rasanya sudah sangat lama aku tidak pernah pulang.


"Veyo, kok malah senyum-senyum sih. Ada apa?" tanya Alisya lagi.


"Sya, apa kamu pernah memiliki perasaan yang terpendam ke pada seseorang?" tanya Aku dengan bibir yang masih tersenyum pandanganku menatap lurus ke arah danau.


"Tidak, kalau aku suka sama seseorang aku langsung bilang saja. Kenapa memangnya?" jawab Alisya tanpa rasa malu.


"Ih, masak cewek nembak duluan sih!" ujar aku langsung menatap ke arah Alisya.


Alisya meskipun memakai hijab tapi anaknya tidak sealim yang dilihat. Dia bisa jadi badung sekaligus penghiburku. Tetapi, kalau alim nya sudah datang sudah dipastikan Alisya akan memberi materi yang sangat panjang.


"Kenapa memangnya? Emansipasi wanita Veyo?" jawab Alisya.


"Haaa haaa haaa! Emansipasi wanita kata kamu, Sya. Hem, boleh juga sih, boleh boleh boleh," ucapku meniru gaya kartoon anak kembar yang gundul.


"Lah, tidak percaya dia! Sekarang gini yah Vey, mau sampai kapan kamu nahan perasaan itu. Jika cinta katakan cinta, jika suka katakan saja! Tidak perlu malu. Kalaupun tidak diterima berarti tidk berjodoh. Dan itu pertanda kita harus lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta." jelas Alisya yang mulai ceramah.


"Hem, kumat deh tafsiahnya. Iya bu ustazah Alisya. Tetapi, kalau kita menjaga jodoh orang bagaimana Bu?" kataku.

__ADS_1


"Ya, ya jagain aja. Namanya juga menjaga jodoh orang, haa haaa haaa," tawa Alisya kemudian.


Akhirnya kita berdua tertawa terbahak-bahak. Jawaban Alisya terkadang terkesan konyol. Kita berdua tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang memperhatikan kita.


"Sudah Sya, aku itu bertanya serius," kataku kesal.


"iya, iya canda doang adek?" rayu Alisya mentowel daguku.


"Veyo, kita dilahirkan ke dunia ini untuk dicintai juga mencintai. Tidak ada larangan untuk tidak mencintai seseorang. Perasaan yang kita punya bukan untuk ditutupi. Melainkan diungkapkan, perasaan yang tertutupi pasti akan merasakan penyesalan. Nah kalau sudah nyesel, jatuhnya malah kita sendiri yang tersiksa. Apalagi, melihat orang yang kita sukai jalan sama cewek."


Apa yang dikatakan Alisya ada benarnya juga. Aku terluka saat melihat dia terluka. Sakit malahan yang aku rasakan.


"Terus, kalau kita memendam perasaan itu demi kebaikan bagaimana?" tanyaku lagi.


"Emb, lihat dulu kebaikan seperti apa yang dimaksud." hanya balik Alisya.


"Baik sih tapi tetap saja kan akhirnya kita seperti menyiksa diri kita sendiri. Veyo, ceritain sedikit saja tentang seseorang yang kamu maksud itu." pinta Alisya kepadaku.


"Intinya dia dulu pernah menyukai sahabatnya dan ditolak tanpa dijawab sama si perempuan. Terus ternyata orang tua si cowoknya tidak setuju hanya karena si perempuannya tidak sepadan dengan keluarganya. Akhirnya cowok itu menyatakan cintanya lagi kepada cewek itu."


"Terus diterima atau tidak?"


"Diterima, awalnya hubungan mereka bahagia. Aku senang melihatnya dengan orang yang dicintainya. Sebelum kembali mengungkapkan perasaannya kepada cewek itu. Dia ngungkapin itu ke aku Sya!"


Aku tersenyum jika mengingat itu.


"Kenapa?"


"Entah, aku juga tidak tahu waktu itu. Tapi, aku bisa lihat dia hanya sebatas suka saya kepadaku Sya. Hati dan Cinta sebenarnya untuk cewek itu sahabatku juga. Aku tidak merasa sakit atau cemburu. Karena aku sadar, aku bukanlah sahabatku yang dia sangat cintai. Setelah itu selesai ujian akhir aku mengajak ketiga temanku untuk berkumpul dan bernyanyi di warkop yang ada live musik nya. Kita berempat juga menyumbangkan beberapa lagu untuk menghibur pengunjung. Tetapi, di lagu ke dua mereka sahabatku memilih lagu yang menurutku ungkapan isi hatinya. Dan bersamaan mantannya datang lagi. Disitu aku melihat dia mengalah mundur pelan-pelan. Aku sakit Sya, padahal yang tersakiti dia. Tapi, aku bisa merasakan itu. Konyol bukan? Sepulang dari situ. Aku langsung masuk ke dalam kamar dan aku menangis, menangisi kisah cinta mereka yang ku kira bahagia ternyata tidak. Sahabatku hanya mencintai mantannya, dan si cowok ini mengira kalau cintanya terbalaskan. Yah, bisa dibilang suruh jagain jodoh orang Sya, hehehe!"

__ADS_1


"Veyo, ternyata rumit yah kisah cinta kalian."


"Kok kalian, cinta mereka bertiga aja yang rumit Sya! Aki mah tidak tuh. Aku senang seperti ini."


"Terus sekarang ketiga sahabatmu itu dimana?" tanya Alisya.


"Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya Tyo. Tyo ikut saudaranya ke ibu kota. Sedangkan Wildan dan Irene aku tidak tahu."


Aku angkat kedua bahu menarik nafas dalam-dalam. Menghirup udara yang setengah pagi dan setengah siang.


"Veyo," panggil Alisya kepadaku. Aku menoleh dan kedua mata Alisya sudah banjir air mata.


"Lho, kok nangis?" kata ku menghapus air matanya.


"Aku salut sama kamu Vey, kamu rela terluka untuk kebahagiaannya. Kamu rela mengalah demi persahabatan kalian. Aku tidak salah pilih teman. Nanti, kalau misalnya aku suka sama cowok terus cowok itu suka sama kamu, kamu ikhlasin dia buat aku yah," pinta Alisya menggodaku.


Dahiku terkejut mendengarnya rasanya aku ingin tertawa. Ingin aku jitak kepalanya yang menyandar di bahuku.


"Lihat dulu, kalau cowoknya kayak Lee min hoo dan yang menjadi kapten ri. Aku gak mau dong ikhlasin kamu sama mereka," tolakk membalas ke konyol dan Alisya.


T: lho lho lho kok bawa-bawa babang ku kamu Vey, aku coret kamu didaftar anakku.


Veyo: Hihihi becanda aku bety😂😂😂😂


T: Sableng bener kamu memang.


Door, tegang bener🤭🤭🤭🤭


Begimana? Lanjut apa sudah an sampai disini?🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2