SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
BISING YANG MENJADI RINDU


__ADS_3

POV TYO DAN RIZAL


ijji ma ijji ma


uri heeojil ttae himdeuldeon geunarui insareul


ulji ma ulji ma


budi haengbokhae jwo naui sarang annyeong


saranghae saranghae naega deo saranghae


ije du beon dasi


neoege haejul su eopsneun mal


neoman neoman neoman


saranghaessdeon naui jeonbuyeosseossdeon


neol apeuge haeseo


mianhae mianhae dasi doragal su eopsjiman


nan neoman nan neoman nan neoman


manhi saranghaesseossda


haji ma haji ma chueokdo haji ma


apeun nae gaseuma


miwohae miwohae ijen neol miwohae


neoreul ijeuryeomyeon


ireol subakke eopseunikka


neoman neoman neoman


saranghaessdeon naui jeonbuyeosseossdeon

__ADS_1


neol apeuge haeseo


mianhae mianhae dasi doragal su eopsjiman


nan neoman nan neoman nan neoman


neoneun nae gaseume munsincheoreom saegyeojyeo


jiuryeo haebwado


jiul su eopsneun nae saranga


neoman neoman neoman


gidarinda neomu apeun saranga


manhi bogo sipda


mianhae mianhae nan ajik neoreul saranghae


nan neoman nan neoman nan neoman


gidarinda


"Itu suara apa lipsing yang dipakai Tyo?" gumam Vey berdiri dari duduknya.


"Apa kamu tidak bisa membedakan mana suara dan mana hanya mulut bergerak-gerak?!"


Vey tersenyum kepada Devano kemudian berjalan untuk menuruni tiga anak tangga pelaminan. Beberapa orang yang menyadari kedatangan sang putri.


Membelah diri untuk memberikan jalan yang lebar. Pandangannya tertegun pada duo gesrek yang super pede. Diakhir lagu Vey orang yang pertama memberikan tepuk tangak.


Prok, Prok, Prok


Prok,Prok,Prok,Prok,Prok suara tepuk tangan dari semua tamu terdengat begitu riuh. Tyo dan Rizal saling memberikan gaya masing-masing.


Yqh, duo gesrek dengan wajah tampan dan manis. Berhasil menghipnotis semua mata.


"Zal, Wildan akan tersaingi oleh kita berdua," bisik Tyo sambil melirik Wildan.


"Wil, kamu bersiap-siap kehilangan fansmu yah," tambah Rizal yang langsung dapat delikan tajam dari beruang tampan nan dingin.

__ADS_1


"Matanya gak usah loncat gitu kenapa sih, Wil. Ambil, ambil tu fans mu kita tidak butuh," seloroh Tyo langsung berlari menuruni panggung sambil tertawa keras.


Sedang kan Rizal tetap berada diatas dengan posisi menjauh dari Wildan. Rizal melanjutkan aktifitasnya u tuk menjadi MC dipernikahan kedua sahabatnya.


"Tyooo,,, keren, keren, keren," puji Vey dan teman lainnya.


"Tapi, Yo itu tadi kamu belajar dari mana bahasa itu. Perasaanku bahasa inggrismu jelek loh," cetus Irene.


"Pengen tahu aku belajar dari mana? Sini mendekat lagi!" kata Tyo.


"Hem, jangan mau Ren. Modus itu pasti," cegah Nadin.


"Udah sini kalau pengen tahu kalian. Habis di ***** Alisya aku langsung bisa bahasa korea,"


Vey, Nadine, Irene menahan nafas untuk beberapa saat. Alisya yang sejak tadi tidak begitu memperhatikannya. Menjadi patung untuk kesekian menit dengan mata yang melotot.


Satu, dua, tiga


"Haaaa, haaaa, haaaa, haaaaa, haaaa. Ampuh berarti yah ******* Alisya. Gak nyangka aku Sya,"


Tawa dari ketiga perempuan itu begitu sangat keras. Bahkan Rizalpun sampai harus berhenti bicara.


Semua orang terheran dengan kumpulan lima orang yang tidak tahu kalau sudah membuat mata semua orang tertuju padanya.


Alisya yang malu dan tidak terima langsung memukul Tyo. Saat keduanya hendak berlari. Mereka baru sadar akan tatapan heran semua orang.


Devano sampai berdiri untuk melihatnya. Bibirnya tersungging ketika masih mendengar tawa yang berasal dari istrinya.


"Vey, sudah, jangan ketawa lagi. Vey, ya allah,, tetep aja ketawanya. Wes hop Vey(sudah berhenti Vey)," bisik Irene.


Karena Vey tidak juga berhenti akhirnya Nadine dan Irene membungkam mulut Vey.


Kriik Kriiik Kriiiik


Bumm.


Seketika ruangan itu penuh dengan suara tawa.


Waspadalah, waspadalah. Penyakit yang paling menular adalah TAWAπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£.


Kata WARKOP jaman dulu berkata TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA DILARANG. Jadi, ngakak sohakπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£

__ADS_1


__ADS_2