
Very,berangkat sekolah diantar oleh sang Papa. Dengan senyum yang terus mengembang menyapa setiap warga yang berpapasan. Semua orang merasa senang melihat Vey bisa terlihat tersenyum kembali. Setelah seminggu lebih mereka bergantian menengok dan membantu sang Bunda merasa Vey. Vey sangat berterima kasih, karna berkat dukungan penuh dari ibu ibu juga teman teman kampungnya, akhirnya Vey bisa sembuh kembali. Dan, semoga depresi Vey tidak akan kambuh lagi.
Vey, sangat menikmati udara pagi hari, dengan senyum yang riang vey tidak sabar ingin segera sampai tempat dia menimba ilmu. Gerbang sekolah sudah terlihat, belum juga Vey melepas helm yang dikenakan. Semua teman teman yang baru juga datang, dan tidak sengaja juga melihat kedatangan Vey pun Seketika itu berlari menghampiri Vey.
Vey, yang melihat beberapa temannya berlari kearahnya pun terkejut dengan antusias teman temannya. Seperti tidak pernah bertemu selama 1 tahun, mereka memeluk Vey, ada yang tidak ingin melepaskan pelukan itu. Sang Papa yang melihat pun menjadi terharu, meskipun mereka semua sudah tau sakit depresi Vey tapi, tidak sedikitpun satu dari mereka yang mencemooh Vey.
Masih berada didepan gerbang sekolah, Vey yang berada ditengah tengah mereka meneteskan kristal bening. Sangat terharu dengan kekompakan teman temannya yang antusias membantu kesembuhannya. Beda dengan teman sekolah yang dulu, meskipun sama sama sekolah swasta tapi anak anaknya tidak ada yang memiliki rasa peduli satu sama lain. Vey, berjanji dalam dirinya, dia ingin benar benar sehat dan pulih.
Memang Vey sudah ikhlas tapi lain dengan hati, sangat jauh berbalik. Tapi, setidaknya Vey sudah berusaha untuk menyembunyikan semua itu. Jika pertemuan yang tidak terduga itu terjadi, mungkin seminggu kemaren Vey baik baik saja. Manusia hanya bisa menjalankannya saja.
Dari, jauh Wildan dan Tio berjalan dengan santainya, hingga akhirnya mereka dibuat binggung dengan segerombolan teman temannya. Mereka merasa heran dan ingin melihatnya. Sang Papa yang masih setia menunggu putrinya melihat kearah mereka dan menyapa mereka. Wildan terlebih dulu menyapa Papa Vey, Tio yang melihat Vey kembali kesekolah lagi langsung memeluk dengan gembiranya. Vey, yang dipeluk tiba tiba terkejut sebentar untuk selanjutnya dia pun membalas pelukan dari temannya itu. Selepas dari pelukan Tio, arah mata Wildan dan Vey bertemu. Tersenyum mereka saling menyapa.
Cieeeee,,,,
Cieeee,,,,,,
__ADS_1
Cieee,,,,,,
Sorak semua teman temannya dan merekapun tertawa bersama. Sang Papa berpamitan untuk sekalian pergi bekerja. Sebelum melanjukan kendaraannya, Wildan dan Tio dapat amanah untuk menjaga Vey. Karna sang Pap masih sangat kawatir, jika sewaktu waktu Vey dirindung kesedihan lagi. Mereka semua berjalan bersama sama menuju kelas masing masing. Didalam kelaspun semua teman sekelas dengan Vey pun berteriak senang melihat Vey sehat kembali.
Untuk, kemudian pelajaranpun telah dimulai, mereka semua sudah dihadapkan pada mata pelajaran yang sebagian dari mereka tidak sukai. Saat guru menerangkan Vey, tetap fokus kedepan mendengarkan penjelasan dari gurunya. Beda dengan Wildan, dia masih melihat kearah teman sebangkunya. Masih banyak yang ingin dia tau kenapa Vey yang ceria itu mengalami depresi lagi. Memang, Bunda, Papa dan mbg Asri belum tau pertemuan yang Vey alami itu. Vey masih belum siap untuk bercerita waktu itu, karna dia juga masih syok dan bahkan sekarang pun dia masih belum bisa percaya.
Vey, yang sadar sedang ditatap itu pun, seketika menengok kearah samping. Tatapan kedua mata indah itu kembali bertemu, dan seulas senyum itu terlihat sangat indah. Tapi sangat disayangkan, dibalik senyuman indah itu menyimpan kedukaan yang teramat dalam. Sulit diartikan, sangat tampak terlihat baik baik saja. Tio, yang disamping Vey, melihat kelakuan mereka yang sangat manis itu. Sudah lama tidak melihat temannya bertatapan dengan seorang wanita.
Pelajaran pertama pun selesai, Wildan dan Tio mengajak Vey keatas gedung. Dipertengahan jalan, Vey diteriaki Oleh Iren yang berjalan dengan Reza. Vey yang melihat pun berhenti sejenak dan menegok kebelakang. Iren merentangkan kedua tangannya dan berlari menghampiri Vey. Mereka berpelukan saling melepas rindu. Wildan yang berada disamping Vey hanya melihat dan tersenyum tipis. Sesudah berpelukan mereka bertiga melanjutkan untuk menuju tempat itu.
"Vey, kenapa?" Sentuhan lembut tangan Wildan menyadarkan lamunan Vey yang menatap kearah sawah hijau itu.
"Hem,,,π, tidak ada apa apa Wil!" Jawab Vey meyakinkan mereka yang masih menatap kawatir.
"Vey, kalau kamu ingin cerita, kita siap mendengarkan kok. Gak usah takut." Bujuk Tio. Menengok kerah Tio yang disamping kirinya.
__ADS_1
"Huh! kenangan itu Wil, Tio".
"Kenangan yang sudah susah payah aku coba hilangkan, tapi entah kenapa sangat sulit". Menjedah sebentar untuk kemudian melanjutlannya kembali. Wildan dan Tio sudah mempersiapkan pendengarannya dengan baik.
"Apa kalian tahu? kenapa depresiku bisa kambuh lagi". Mereka berdua menggeleng bersama.
"Kemaren, pas aku melihat kamu disebrang jalan itu Wil. Sebenarnya aku ingin pergi kealun alun kota. Semenjak aku datang kesini, aku belum pernah jalan jalan sore, apalagi ketempat tempat lainnya. Aku ijin sama Bunda untuk pergi kealun alun yang katanya sangat nyan dan indah. Sampai sana, apa yang dikatakan orang orang benar, apalagi datangnya pas sore menjelang malam. Lampu lampu dialun alun menambah kecantikannya. Aku berjalan ingin mencari tempat duduk tapi, saat aku hampir mau sampai aku melihat sosok yang sangat mirip dengan kakakku. Aku mengejar tapi aku kehilangan mereka." Menundukkan kepala sekilas dan kemudian mendongakkan kepalanya. melihat kearah Wildan dan Tio dengan penuh senyuman. Seakan meminta mereka terus mendengarkannya.
NOTES: JANGAN PERNAH MEMINTA JIKA HANYA INGIN BERNIAT MENGHILANGKANNYA.
Maaf yah aku baru up, sebenarnya kemaren udh aku tulis 3 episode tapi dapat kabar salah satu keluarga ada yang sakit. Jadi aku batalkan dulu dan berniat mau Up pagi tadi. Tapi masih sama dewi fortuna masih gk ngijinin Upπππ.
sedikit cerita saudara aku yang sakit jam setengah 3 tadi dikabarkan meninggal dunia. padahal 2 minggu lagi mau ngunduh mantu mau gak mau aku harus mendahulukan keluarga. Jadi benar benar minta maaf dan doanya yah semoga budeku mendapatkan tempat yang indah
Udah yah jangan lupa LIKE,SARAN,RATE aja dehππππππ
__ADS_1