SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
DORONG TATAS(RESEPSI 2)


__ADS_3

Mendapat sorakan tidak membuat Rizal malu. Malah semakin menjadi-jadi dan membuat semuanya semakin merasa geli.


"Dasar MC sableng. Bilang aja kamu iri Zal. Pengen cepet-cepet kayak mereka toh. Bilang saja," teriak Tyo yang semakin memojokkan Rizal.


"Maaf, lelaki tampan seperti aku tidak iri sama sekali. Hanya saja,,,,,ah sudah lah. Sore menjelang malam kita akan dihibur dengan artis kita yang seringkali menunjukkan suaranya. Siapa dia, apakah disini sudah ada yang tahu?"


"Setyo si wajah dingin,!" teriak para fans Wildan.


"Hadeh,,fans Wildan ternyata banyak banget. Gimana kalau mereka tahu tentang mereka bertiga yah. Haa haa," ujar Nadin menepuk dahinya. Alisya tertawa membayangkan Vey dilabrak fans garis kerasnya Wildan.


"Sstt, sudah jangan bicara begitu. Kalian ini yah, tapi gimana yah jadinya. Haa haa haa," sambung Irene yang juga tertawa membayangkannya.


"Sudah-sudah, kita dengarkan jeritan hati Wildan bagaimana? haa haa," ejek Tyo membuat Irene, Alisya dan juga Nadin semakin tertawa terpingkal-pingkal.


"Baiklah, tidak usah menunggu lama lagi mati kita beri applause yang meriah untuk Setyoooo muka es batu merk tub. Haa haa," tambah Rizal yang langsung di pukul mikrofon oleh Wildan.


Mbak Asri dan Fatih juga semua keluarga besar mempelai sangat terhibur dengan lelucon yang tidak hentinya mereka lontarkan. Begitu Pula halnya dengan Devano dan juga Vey. Meski tidak berhenti menyalami para tamu. 


Mereka berdua juga tertawa mendengar lelucon yang sahabat-sahabatnya buat. Inilah akhir dari segala kisah Vey. Cintanya, bahagiannya kini bersandar sempurna di tempat yang indah Devano.


POV WILDAN


Mendung tanpo udan


Ketemu lan kelangan


Kabeh kui sing diarani perjalanan


Awak dewe tau duwe bayangan


Besuk yen wis wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe blonjo dasteran


Nanging saiki wes dadi kenangan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


Mlaku bebarengan


Bendino sayang-sayangan

__ADS_1


Sedih lan kebahagiaan


Dilewati tahun-tahunan


Padu meneng-menengan


Bar kui kangen-kangenan


Kadang bedo pilihan


Nganti pedot balikan


Mendung tanpo udan


Ketemu lan kelangan


Kabeh kui sing diarani perjalanan


 


Awak dewe tau duwe bayangan


Besuk yen wis wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe blonjo dasteran


Nanging saiki wes dadi kenangan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


 


 Mendung tanpo udan


Ketemu lan kelangan


Kabeh kui sing diarani perjalanan


 


 Awak dewe tau duwe bayangan

__ADS_1


Besuk yen wis wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe blonjo dasteran


 


Nanging saiki wes dadi kenangan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


 


Awak dewe tau duwe bayangan


Besuk yen wis wayah omah-omahan


Aku moco koran sarungan


Kowe blonjo dasteran


 


Nanging saiki wes dadi kenangan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan


Kaki yang sedari pagi sampai menjelang petang berdiri. Terasa banyak semut yang berkumpul. Devano juga Vey akhirnya bisa terduduk dengan lega. 


Tiga jam lebih raja dan ratu itu harus membalas salam dari para tamu. Devano membantu Vey untuk duduk dan bersandar pada punggung sofa pengantin. Setelah itu dirinya pun juga ikut serta menyandarkan punggungnya.


"Hah, capeknya. Rasanya kakiku mau lepas," keluh Vey. Untungnya di acara resepsi Vey meminta untuk memakai gaun tanpa hiasan kepala.


"Iya, apa mau aku pijat kakinya?" tanya Devano. Vey hanya menggeleng dengan bibirnya yang masih tersenyum.


Devano seakan dejavu melihat senyum itu. Kapan dan dimana pertama kali dirinya melihat seorang wanita tersenyum sebegitu ayunya.


Merasa ada yang beda Vey langsung menegakkan tubuhnya. "Dev, kenapa kamu ngeliatin aku seperti ini?"


Devano langsung berdehem dan menggeleng. Pandangannya kembali menatap kedepan. Akan tetapi jantungnya tidak berhenti berdebar hebat. Vey tersenyum melihat mas tampannya menjadi gugup.

__ADS_1


Suara Wildan tidak pernah berubah sedikitpun. Penuh penghayatan yang mendengarkannya pun larut dalam alunan melodi.


__ADS_2