SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
MASIH SAMA


__ADS_3

Vey dan Tio telah tiba dikelas mereka,mereka menuju bangku masing masing.Terlihat oleh Vey, Wildan belum datang dan tidak biasanya juga Wildan seperti itu.Tio yang melihat bangku Wildan kosong sejenis melihat sebentar kemudian melanjutkan jalannya menuju bangku.


Bel masuk sudah berbunyi, dan dibalik pintu Wildan baru saja memasuki kelas dengan santainya,tanpa takut telat atau tanpa tau diperhoki guru.


"Tumben banget anak itu berangkat siang,"gerutu Tio.


Wildan yang baru datang meletakkan tasnya dan mendukung badannya disamping Vey yang sedari tadi memperhatikan kedatangan teman sebangkunya itu.


Tanpa menghiraukan wanita disampingnya yang masih saja melihatnya aneh, Wildan mengeluarkan buku tulisannya dan kemudian memperhatikan kedepan. Kediaman, Wildan membuat Tio merasa curiga. Ingin menegur tapi guru sudah datang. Akhirnya, Tio mengurungkan niatnya yang ingin menyapa sahabat kecilnya itu. Pelajarannya dimulai dengan tenang dan damai, murid murid berebutenjawab pertanyaan yang diajukan olehnya, tak terkecuali Vey, dia sangat berantusias jika ada tanya jawab seperti itu.


Tak lama jam istirahat tiba,pak guru segera mengakhiri mata pelajaran itu, Satu persatu murid murid keluar kelas,ada yang berlari, ada yang berjalan santai dan sesekali bercanda tawa. Tak ada pergerakan yang menginginkan Wildan keluar kelas, dia masih saja sama seperti kemarin dengan diamnya dan dengan dinginnya.


Vey,tidak berani untuk menyapa atau sekedar bilang "PERMISI".Dengan, sabar dan menahan lapar yang begitu sangat, Vey, membuka salah satu bukunya untuk sekedar menghilangkan rasa laparnya.


'krukkk,,,,,,,,!ada bunyi yang datang dari sang pemilik perut.πŸ˜‚πŸ˜‚


Seketika,itu Wildan menengok dan menautkan kedua alisnya menatap Vey, yang tengah kepergok memegang perutnya. Vey, menundukkan kepalanya saat dirasa rasa lapar itu menyerang,dan melirik kearah Wildan yang melihat dengan tampang datarnya. Rasa lapar bwrcampur rasa malu pun tak bisa Vey sembunyikan. Vey, memberanikan diri melihat Wildan dengan cengiran yang terukir dibibir tipis wanita manis itu

__ADS_1


"Hehehe, maaf, Wil, apa kamu gk ada niat untuk memberi aku jalan sedikit saja,"malu Vey bertambah.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Tanpa menjawab pertanyaan Vey, Wildan segera berdiri dan sedikit memberi jalan untuk Vey keluar. Tio yang melihat mereka pun akhirnya menghampiri Vey yang sudah mau melangkah keluar kelas.


"Vey,"panggil Tio.


Sejenak Vey yang merasa terpanggil menengok kearah belakang,dimana ada Tio dan Wildan yang masih melihat Vey.


"Ad ap,Tio!ucap Vey.


"Kekantin bareng yuk!ajak Tio dan diangguki oleh Vey, Vey, sedikit melihat Wildan yang sudah duduk kembali, sekilas memberi kode mata pada Tio agar mengajak Wildan juga. Tapi, Tio tidak memilik untuk mengajak teman satunya itu. Karna Tio sudah tau betul jika Wildan sudah seperti itu, dia yakin dengan sangat jika Wildan tidak mau diganggu.


Saat Tio dan Vey asyik bercanda tawa,Vey melihat Iren duduk dengan teman cowoknya. Tak lama, makanan pesanan mereka datang, dengan senyum yang mengembang sempurna Vey, menyantap bakso itu dengan lahapnya. Tio, yang melihat Vey menyantap bakso sebegitu lahapnya merasa heran, mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara.


"Alhamdulillah,nikmat bener baksonya!"kata Vey,seraya mengelus perutnya.


Tio, hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat Vey yang kelaparan, akibat akses keluarnya yang ditutup oleh Wildan.😊

__ADS_1


"Vey,kamu suka banget yah makan bakso,lahap bener tadi makannya."tanya Tio.


"Bakso itu makanan yang wajib Yo,kemanapun aku pergi,pasti deh papa aku sudah tau".jawab Vey tersenyum.


"Gak, takut gemuk kamu Vey, kalok setiap keluar makanan yang kamu makan BAKSO,"Tio, menekan kata bakso dengan sempurna.😊


"Gak, lah ngapain takut gemuk!"ujar Vey, cengengesan.


Vey, melihat Iren yang masih berada dikantin dengan teman yang sama. Vey ingin sekali menyapa Iren, tapi Iren terlihat sedang asyik mengobrol dengan sesekali tertawa sambil memukul pundak lawan bicaranya.


Akhirnya, bel masuk pun telah memanggil muri murid yang berada dikantin, diluar ataupun dilapangan untuk segera menunju kelas masing masing.


Maaf kan yah, klok kalian sering bertemu dengan kata SETELAH,KEMUDIAN,KETIKA dan lainnya.


eheheh aku gk pandai berkata kata,nih aja masih sering hapus tulis, hapus tulis,πŸ˜‚πŸ˜‚.


Tapi,jangan lupa LIKE,SARAN kalok mau VOTE juga😊😊.

__ADS_1


NOTES:TERKADANG DENGAN DIAMNYA SESEORANG ITU ADALAH BENTUK DARI RASA KESAL ATAU RASA KECEWA YANG ORANG ITU RASA.LEBIH BAIK DIAM JIKA MERASA KECEWA.


Jadi,,,kalok ad temen atau saudaramu yg tiba tiba diem,jangan ditanyak kalok gk pengen kenak sembur😊😊😊😊😊.


__ADS_2