
"Aku sudah menebaknya dari dulu, Dan. Dia tidak akan bisa segampang itu mencintai Wildan. Aku rasa Wildan hanya jadi pelarian Irene." kata Reza sangat yakin.
Dengan lagu itu saja Reza sudah bisa menebak semua perasaan yabg dimiliki Irene kepada Wildan.
Yah, dua pasang mata itu milik Reza dan Danu. Selama ini Reza menyuruh Danu untuk memberikan info tentang Irene. Reza kini kembali lagi untuk mengambil cintanya lagi.
"Za, apa kamu yakin Irene masih memiliki rasa sama kamu." tanya Danu sepupu Reza.
"Sangat, Dan. Aku sangat yakin Irene masih memiliki perasaan kepadaku. Apa kamu tau? Irene tidak pernah cinta sama Wildan Dan." kata Reza yang masih menatap kedepan.
Hening saat tatapan mereka bertemu begitu lama. Irene terkejut dengan kehadiran Reza dan Danu. Irene tidak pernah menyangka jika harus bertemu lagi dengan sang mantan.
Wildan mengikuti kemana arah mata Irene memandang. Terkejut saat Wildan mengetahuinya. Sang mantan kembali lagi setelah kepindahannya beberapa tahun kemarin.
"Reza? Dia, disini juga ternyata." ucap Wildan yang membuyarkan lamunan Irene.
"Apa, Wil. Kamu bilang apa barusan?" tanya Irene yang entah tanpa dia sadari Wildan mengetahui kegugupannya atau tidak.
Wildan hanya melirik Irene sebentar kemudian mengambil mikrofon yang masih ditempatnya.
"Untuk lagu yang kedua aku akan membawakannya. Lagu yang akan aku bawakan masih dari band yang digandrungi kaum wanita saat ini. DIA ATAU DIRIKU Ungu.
π€π΅
Sungguh tak mungkin
Dalam kisah ini
Kita kan bersatu
Bila tak pernah ada perasaan
Cinta seutuhnya
Kini akhirnya
Kau harus memilih
Dia atau diriku
Yang pantas mendapatkan
Pantas menjadi kekasihmu
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila tak pernah ada
Perasaan cinta antara kita
Perasaan saling menyayangi
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila kau hanya bisa
Mencintaiku separuh hatimu
Separuh kau mencintainya
Sungguh tak mungkin
Sungguh tak bisa
Kita kan bersama
Bila kau masih membagi cinta
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila tak pernah ada
__ADS_1
Perasaan cinta antara kita
Perasaan saling menyayangi
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila kau hanya bisa
Mencintaiku separuh hatimu
Separuh kau mencintainya
Vey, Tyo dan juga Irene seketika berdiri menatap Wildan yang masih menyenandungkan lagu itu. Tyo dan Vey saling memandang untuk kemudian melihat ke arah Irene yang lagi-lagi tertangkap sedang menatap sang mantan.
Vey akhirnya tau kenapa Wildan menyanyikan lagu itu.
"Yo, kenapa Reza ada disini. Bukannya dia sudah pindahkan yah." tanya Vey.
"Mungkin dia hanya berlibur kesini Vey, dan bertepatan kita juga disini kan." jawab Tyo yang tidak ingin mencurigai kedatangan Reza.
"Yo, aku rasa Reza--," ucapan Vey terpotong.
"Berfikir positif saja Vey untuk saat ini. Meskipun aku tau pasti ada sesuatu yang masih tersisa." kata Tyo dan diangguki oleh Vey.
Akhirnya Vey dan Tio duduk kembali untuk mendengarkan bait terakhir dari lagu Wildan. Untungnya semua pengunjung tidak merasakan situasi yang tegang itu.
"Langsung duet aja Ren, aku ada keperluan mendadak." ajak Wildan dengan nada yang datar jika, Irene menyadari itu.
Niko yang merasakan ada hawa-hawa perebutan cinta kini jangan menyodorkan satu mikrofon yang akan Iren pakai.
Wildan memilih lagu duet yang dinyanyikan oleh band RoobinHood feat Asmiranda. Cari saja sendiri yah kalau pengen tauππ
π€π€π€
Bila waktu terus memanggil
Agar dua hati dapat menyatu
Bukan aku tak ingin cinta
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Bukan maksud menduakanmu
Aku tak ingin mendustai hati (hatimu)
Aku juga mencintaimu
Kumenjauh hanya untuk berfikir
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku (dari hatimu)
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku 'tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Ho-ho-ho
Bukan aku tak ingin cinta (tak ingin cinta)
__ADS_1
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku 'tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Hoo - haa Cinta
Biarlah semua kini kita berpisah
Namun hati kita tetap menyatu
Ku sangat rindu ingin bertemu sampai
Tujuh purnama ku tetap menunggu
Bila waktu terus memanggil
Reza dan Danu masih menyaksikan sang mantan yang terlihat sedang gelisah. Kegugupan Irene hanya Wildan, Vey, Tyo juga Reza yang tahu.
"Za, sebaiknya kita pergi saja deh." ajak Danu yang merasa akan terjadi sesuatu.
"Sebentar, Dan aku mau bicara sebentar dengan Irene." tolak Reza.
"Kamu jangan cari gara-gara deh Za. Kamu kan sudah tunangan dan sudah memiliki Elsa." kata Danu sedikit geram melihat Reza.
"Aku tidak mencintai Elsa Dan, kamu tahu itu. Aku hanya korban dari kedua orang tuaku." marah Reza yang tidak terima.
"Aku menyesal jika seperti ini jadinya. Sudah lah Za, ayo kita pulang." ajak Danu lagi dan segera menarik lengan Reza.
Terpaksa Reza menuruti kemauan sepupunya untuk pulang. Vey melihat Reza dan Danu keluar dari warkop itu. Sedikit lega karena sang mantan dari Irene telah pergi.
Demi menenangkan pikirannya dan mengembalikan suasana Vey memesan satu minuman lagi.
"Vey, kamu dehidrasi yah." tanya Tyo dan disambut kekehan dari Vey.
Vey tidak menyahuti pertanyaan dari Tyo. dia meneruskan menyeruput minumannya. Tyo hanya menggeleng melihat Vey yang acuh.
Wildan dan Irene masih perang dalam lagu, tidak ada yang tau kalau mereka sedang diliputi rasa yang panas. Pikiran Wildan masih bertanya-tanya tatapan apa itu.
Selesai berduet Wildan segera turun dengan Irene yang disampingnya. Semarah apapun Wildan dia tidak akan memperlihatkan semua itu didepan umum.
"Makasih, Nik sudah mengijinkan kami semua mengganggu mu tampil." kata Wildan berterima kasih kepada Niko.
"Santai aja Wil, kami juga seneng akhirnya warkop ini tambah ramai malam ini. Sering-sering yah ikut kita tampil." ajak Niko.
"Pasti itu, yasudah aku mau kesana dulu." ucap Wildan menunjuk ke arah Vey dan Tyo. Niko mengangguk dengan menepuk bahu Wildan.
Irene masih belum mengerti dengan perubahan sikap Wildan. Selesai berduet Wildan tidak lagi mengajak dia bicara. Menatap Irene hanya lewat lirikan mata saja. Vey dan Tyo menangkap gelagat mereka yang akan pecah.
"Ehem, kok jadi panas gini yah. Padahal aku sudah minum jus ini habis dua gelas lho kok masih panas saja rasanya." kata Vey sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya disamping mukanya.
"Vey, sini aku siram kamu pakai es batu milikku." ujar Tyo yang mengerti maksud dari sindiran Vey.
Vey tertawa terbahak-bahak saat Tyo menyadari apa maksudnya. Wildan mengurungkan niatnya untuk pulang seperti yang dia bilang tadi ke Irene. Dia tidak ingin Vey dan Tyo curiga biar dia saja yang tahu.
Malam yang dingin ini kini berubah menjadi sangat panas bagi ke empat orang itu. Kehadiran mantan bisa merubah segalanya.
Biar mereka saja yang memikirkan masalah itu. Aku hanya melihat sajaπππ.
Cinta monyet atau cinta panda yahππππππ
NOTES: RAHASIA HATI TIDAK ADA YANG TAHU. BEGITUPUN DENGAN CINTA, MESKIPUN MENCOBA MENARUH DIHATI LAIN PASTI TIDAK SEMUANYA.
__ADS_1
π€§π€§π€§π€§π€§π€§πππππππππ
baca bab ini sambil dengerin lagunya ungu yang luka disini. cucok badai.