SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
MENYAMPAIKAN SESEUATU


__ADS_3

Tak terasa pagi sudah tiba aku segera bergegas beranjak dari tempat ternyaman ini. Sebelum kaki Ku melangkah kekamar mandi kubelokkan tubuhku menuju meja belajar yang terdapat sebuah bingkai foto. Ku ulas sebuah senyuman yang yang ku tujukan pada wajah yang ada difoto itu.


"Selamat pagi Mas, doain adik kecilmu ini yah semoga lancar ujiannya." tersenyum dan mengelus wajah tampan yang dulu pernah ada.


Ku taruh kembali foto ku dengan Mas Fahmi dan mulai melangkah kearah kamar mandi. Persiapan menghadapi ujian sudah aku siapkan dengan penuh semangat. Tak henti hentinya aku berdendang dalam kamar mandi, itu bertanda aku sangat senang hari ini. Aku sudah mulai bisa kembali seperti dulu lagi beraktifitas dengan nyaman dan tidak lupa selalu memperlihatkan wajah ceriaku.


Lima belas menit sudah ku habiskan untuk menyegarkan badan. Setelah itu ku bergegas untuk keruang makan, memberi cacing-cacing dalam perutku makanan.


"Pagi, semuanya" dengan senyum yang terus mengembang ku menyapa orang-orang tercintaku.


"Pagi juga cantik! Gimana udah siap untuk menghadapi ujiannya Vey." tutur sang Bunda.


Ku anggukan kepalaku dengan penuh keyakinan dan tetap memyantap nasi rawon kesukaan ku. Bunda yang melihat tingkah lakuku hanya bisa menggelengkan kepalanya. Saat semuanya belum memulai makan, aku sudah menghabiskan satu piring nasi rawon dengan lauk telur asin.


"Vey, Papa antarkan lagi yah kamu sudah selesai kan makannya. Kamu tunggu didepan yah sebentar lagi Papa menyusul." perintah Papa.


"Siap pak!" menegakkan badan dan meletakkan tangan sebagai tanda hormat. Gelak tawa diruang makan serasa terdengar sampai ruang tengah.


Keluarga yang benar benar sangat manis. Dengan tas yang sudah menempel dipundak kanan dan kiriku, segera ku menjabat tangan Bunda dan Mbg Asri untuk berpamitan. Aku berlari kecil menuju teras rumah sesuai yang komandan perintahkan. Belum sempat ku mendudukkan tubuhku, terlihat Wildan dan Tio berjalan kearah rumahku.


"Hai, Wil, Yo. Ada apa kalian datang kerumah." tanya Vey.


"Hai, juga Vey. Aku mau mengajak kamu berangkat sekolah bareng apa kamu mau?" kata Tio.


"Emb ,,,,! Gimana yah tadi Papa mau nganterin aku, tapi aku cobak bilang dulu yah tunggu sebentar." jawabaku.


Dengan berlari aku segera masuk kedalam untuk meminta ijin kepada Papa dan Bunda. Setelah mereka mengijinkan aku menghampiri Wildan dan Tio yang masih menunggu didepan. Aku, Tio dan Wildan segera berangkat bersama menuju sekolah. Pagi ini sangat sejuk tidak seperti biasanya mungkin karna semalam habis turun hujan.


Kita bertiga berjalan beriringan tanpa mengeluarkan suara. Terasa sangat canggung yang aku rasakan tidak seperti biasanya mereka bersikap diam.


"Eh, gimana kalian sudah siap belum untuk mengerjakan soal soal ujian nanti." ku mencoba mencairkan suasana.


"Gugup Vey, aku masih belum siap betul nih. Apalagi cuman aku yang berada dikelas kalian berpencar sekelas lain. Kalau kamu gimana Wil, udah siap belum." tanya Tio kepada Wildan.


"Insyaalloh, aku sudah siap karna kan kita sudah mempersiapkan jauh jauh hari. Cuman kamunya aja yang gak niat belajarnya" memukul pundak Tio.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum melihat candaan mereka. Semoga ujian kali ini aku bisa menyelesaikan soalnya dengan baik. Tanpa terasa gerbang sekolah sudah didepan mata. Aku menghentikan sejenak untuk menarik nafas dalam dalam, kegugupan juga sebenarnya aku rasakan. Ku tanamkan dalam hatiku untuk tetap tenang dan dibawa santai.


Dipertengahan jalan kita berpencar keruangan yang sudah ditentukan. Ruangan yang masih belum banyak muridnya, ku sempatkan untuk belajar lagi mumpung suasana masih tidak terlalu ramai. Pelajaran pertama Matematika dan pelajaran kedua Bahasa Indonesia. Dua mata pelajaran yang sangat aku sukai.


Sebelum mengerjakan soal ujiannya para pengawas mempersilahkan untuk berdoa sesuai keyakinan masing masing. Ku tundukkan kepalaku untuk berdoa.


"Ibu, Ayah, Mas Fahmi doain Vey yah biar lancar." gumamku kecil.


Selesai berdoa para pengawas terlihat maju untuk membagikan kertas ujiannya. Dengan kemantapan dan keyakinan penuh aku mengamati setiap soal ujian yang sudah ditanyakan. Ada beberapa soal yang masih menancap diingatanku.


Ku gesekkan pucuk pensil kekertas putih yang sudah ada pilihannyan Masih dengan senyum ceria aku mengerjakannya, Sesekali aku melihat murid murid yang berusaha meminta bantuan teman lainnya. Aku tidak merasa kesulitan sama sekali, malahan sebelum waktunya selesai aku sudah hampir menuntaskan soal ujian itu.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga." gerutuku pelan.


Waktu masih menunjukkan pukul 08.30 ku periksa lagi kertas jawabnya. Ku merasa ada yang menepuk pundakku dan ku tolehkan kepalaku kebelakang. Ternyata ada salah satu teman yang tidak aku kenal memintaku untuk membantunya.


"Hei, kamu sudah selesai boleh aku mintak tolong?" kata anak dibelakang.


"Boleh." jawabku.


"Aku tidak tau jawaban dari soal nomer 31 dan 25. Boleh aku mintak jawabanmu." sambung siswa laki laki itu.


"Ini," ucapku tersenyum kesiswa laki laki itu dan dia mengucapkan terima kasih.


"Waktu kalian sudah habis, silahkan tinggalkan meja kalian dan biarkan kertas ujian dan lembar jawabannya tetap dimeja." titah pengawas laki laki itu.


Semua murid-murid berlarian keluar ruangan, terdengar beberapa murid yang menanyakan kepada murid lainnya. Aku mulai berjalan menuju perpustakaan untuk melanjutkan belajar pelajaran kedua. Saat aku berjalan santai, tiba-tiba murid laki laki yang tadi meminta bantuanku sudah berada disampingku.


"Hei, terima kasih yah jawabannya. Namamu siapa" tanya murid laki laki itu.


"Hei juga, aku Veya panggil saja aku Vey." tersenyum menyambut uluran tangan laki laki disebelahku.


"Oh ...! Aku Aldi dari kelas XI IPS 2."


"Emb, salam kenal yah." kataku kepada Aldi

__ADS_1


"Kamu mau kemana Vey, apa aku boleh ikut." ujar Aldi.


"Mau keperpustakaan, boleh saja. ayok!" ajak ku ke Aldi.


Dari arah berlawanan ada dua pasang mata yang melihat keakraban Vey dan Aldi. Mata mereka mengikuti kemana arah tujuan Vey dan murid laki laki itu.


"Samperin yuk Wil, mumpung masih belum belok itu mereka." ajak Tio langsung menarik Wildan. Tanpa menunggu jawaban dari Wildan,Tio dengan sedikit berlari berat karna menggandeng lengan Wildan sudah hampir sampai dihadapan Vey dan Aldi.


"Vey, mau kemana kamu. Kekantin yuk!" dengan nafas yang masih tersengal sengal Tio mengajak Vey kekantin.


"Eh! Tio,Wildan. egak ah aku mau keperpus kalian mau ikutan." tanyaku melihat keWildan dan Tio. Wildan hanya menatap Vey dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Vey, bisa kita bicara sebentar." pinta Wildan.


"Iya, Wil mau ngomong apa disini saja gak papa. Ada yang ingin aku sampaikan juga sama kamu." jawabku. Tanpa diminta Wildan menarik tanganku untuk menjauh dari Aldi dan Tio.


Aku masih mengikuti kemana Wildan mengajakku untuk bicara. Sebenarnya, aku ingin bilang nanti pulang sekolh tapi belum sempat memberi kelanjutan Wildan sudah menarik tanganku terlebih dulu. Wildan mengajak ku ketaman samping sekolah, taman itu tampak terlihat sedikit ramai. Tampak terlihat banyak murid murid yang menyempatkan belajar.


"Wil, kamu mau bicara apa! eh sekalian yuk kita sambil belajar untuk pelajaran yang kedua." ajakku kepada Wildan. Wildan tidak menyauti perkataanku dia malah menatap lurus kedepan. Entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Hey, ngelamun aja mau ngomong apa" ku tepuk pundak sebelah kiri Wildan.


"Siapa murid laki laki tadi Vey, dan kenapa dia mau ikut kamu." tanya Wildan masih menatap kedepan.


Ku putar leherku melihat Wildan yang menurutku pertanyaannya aneh. Aku masih belum mengerti dengan maksut Wildan.


"Oh ....! dia namnya Aldi dari kelas sebelah. Dia satu ruangan sama aku, kenapa memangnya Wil kok kamu tanyak gitu." aku mencoba tersenyum untuk menutupi keherananku.


"Aldi?" Wildan langsung melihat kearah Vey, Vey yang habis menjelaskannya pun sedang fokus kebukunya.


NOTES: TIDAK ADA BATASAN UNTUK KITA MENCARI SEORANG TEMAN.


HAI HAI HAI MAAFKAN AKU YAH YANG TIDAK PERNAH UP.SEMALEM AKU MAU UP.


TAPI LAGI LAGI JARINGANKU HILANG.MAAF YAH INI BUKAN HANYA SEKEDAR ALASAN YAH DAN TIDAK BERNIAT UNTUK TIDAK TEPAT JANJI.😊😊😊😊.

__ADS_1


jangan lupa kasih saran, like yah,,,,,,,


makasih😊😊😊


__ADS_2