SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
TANGIS DI PAGI HARI


__ADS_3

Awal kebahagiaan akan dirasakan Vey dalam status barunya. Bersamaan pula seminggu setelah pernikahannya Vey lulus dengan gelar doktor.


Seperti peribahasa Sekali tepuk dua pulau terlampaui. Yah, dengan penuh perjuangan untuk bangkit dan berkali-kali jatuh. Tidak percaya dengan dunia luar. Ditemani banyak sahabat juga keluarganya.


Vey bisa mendapatkan kebahagiaan berkat semua orang yang ingin Vey maju. Lagu terakhir yang dibawakan oleh sepasang pengantin itu membuat semuanya tidak bisa lupa.


Diam-diam Devano menyembunyikan suaranya yang sangat merdu. Satu lagu yang sukses membuat semuanya kagum sekaligus, terpukau.


Falsback on


"Sekarang waktu yang pas dan sangat cocok untuk raja dan ratu kita. Vey, Dev sekarang giliran kalian unjuk gigi. Eh, unjuk penampilan kalian disini. Aku pengen lihat dan lihat semerdu apa suara raja kita. Setuju semuanya untuk mereka berdua duet disini untuk terakhir kalinya!" teriak Rizal antusia.


"Sangat setuju, setuju banget. Drvano, Vey, Devano, Vey,!" serempak para tamu pemuda pemudi bertepuk tangan dan terus menyuarakan nama sang pengantinnya.


Dengan senyum merekah Vey menunggu Devano untuk turun dari tempat pelaminan. Bernyanyi sambil berjalan Devano menghampiri Vey.


Untuk malam ini Devano mempersembahkan sebuah lagu yang banyak disukai kaum muda-mudi. Lagu yang di ciptakan oleh penyanyi terkenal juga yang menembangkan lagu Los Dol.


Lagu yang berjudul Widodari Devano persembahkan untuk sang istri.


Devano


Tembangan sepeleku


Tondo seneng marangmu


Vey


Kar'na ku terpuruk sendiri dalam hampa


Dan kau datang merubah cerita


Devano

__ADS_1


Aku nemu widodari


Motomu kebak pelangi


Vey


Hadirmu dalam hidupku beriku warna


Dari kisah masa lalu yang pernah terluka


Vey


Ku pernah terjatuh, ku pernah ditinggalkan


Pupus cerita, tinggallah impian


Maha Sempurna Tuhan


Kirimkan kau untukku, kekasih yang tulus


Dan kisah kelamku, kini hilang terhapus


Devano


Sayang, gondelono atiku


Tuhan, terima kasih, hadirkan penjaga hatiku


Yang s'lalu setia menemaniku


Ku pernah terjatuh, ku pernah ditinggalkan


Pupus cerita, tinggallah impian

__ADS_1


Oh, Maha Sempurna Tuhan


Kirimkan kau untukku, kekasih yang tulus


Dan kisah kelamku, kini hilang terhapus


Vey


Sayang, gondelono atiku


Tuhan, terima kasih, hadirkan penjaga hatiku


Yang s'lalu setia menemaniku


Devano dan Vey


Sayang, gondelono atiku


Oh, Tuhan, terima kasih, hadirkan penjaga hatiku


Yang s'lalu setia menemaniku


Persembahan terakhir dan suara terakhir yang didengar semua orang. Sungguh, malam itu begitu sangat mrmbahagiakan bagi Vey dan Devano.


Bagaimana tidak, Vey yang dulu terpuruk, berusaha untuk bangkit, bersusah payah menjalani kehidupannya yang hampir membuatnya hilang.


Senyum merekah tidak pernah pupus dalam hidupnya. Menyambut sang fajar pun Vey terus mengembangkan bulan sabitnya.


Tidak pernah di duga secepat ini mimpi Vey menjadi nyata. Berselimut berdua memadu kasih. Sungguh lengkap sudah impian yang sempat hampir musnah.


"Terima kasih, Engkau telah mengirimkan pangeran tampan untuk hidupku. Untuk jiwaku yang dulu pernah hilang. Sungguh, tidak ada kata lagi selain rasa syukur yang terus aku ucapkan. Semoga dan selanjutnya aku maupun suami tampanku selalu tetap bersama. Terima kasih, sungguh. Hiks, hiks," tangis Vey yang tidak terbendung. Melihat suaminya bergerak Vey langsung merubah posisinya.


Devano langsung terbangun ketika samar mendengar seseorang menangis. Beberapa kali mengerjap dan bangkit Devano menatap punggung Vey yang bergetar.

__ADS_1


"Hey, kenapa kamu menangis?" tanya Devano.


__ADS_2