SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
TERIMA KASIH SUDAH MENGEMBALIKAN SENYUMKU


__ADS_3

Dua minggu sudah ku tinggalkan desa baruku, rasa rindu terhadap semua teman-temanku sudah tidak bisa terucap lagi. Dua minggu juga aku mengalami rasa yang sangat-sangat kacau menurutku.


Berlibur dengan hati senang dan penuh kebahagiaan itu hampir tidak pernah aku rasakan. Tapi, aku tidak menyesali semuanya justru dua minggu itu aku mengetahui semuanya.


Rahasia besar yang tidak pernah aku ketahui yang sengaja disimpan rapat-rapat oleh keluargaku. Ini lah pelajaran hidupku selama ini, dimana semuanya menjauh aku diberikan orang-orang yang sangat menyayangiku.


Mungkin ini buah dari kesedihanku selama ini, mencoba terus bertahan dengan kenangan yang tidak ingin aku lepaskan. Waktu itu mungkin aku sudah mencoba tapi sulit, itu karna aku tidak pernah bisa berdamai dengan diriku sendiri.


Belum bisa memaafkan diri sendiri itu lebih tersiksa dadi pada putus cinta, Hari ini semuanya sudah ku terbangkan bebas, bebas kembali pada pemiliknya.


Aku mulai bersiap untuk pulang, begitupun dengan yang lain. Aku cek satu persatu lagi semua barangku agar tidak ada yang tertinggal. Ku mantap kan hati dan hidupku lagi, ku mulai menata semuanya dari awal lagi.


Sekembalinya dari sini tidak akan ada kesedihan lagi diwajahku. Akan aku ukir senyuman yang sangat manis, sampai-sampai yang melihatku nanti akan kelebihan gula.


Tau lah maksud Vey apa yah readersπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚,,,,


Setelah semuanya selesai ku cek lagi, aku menatap kearah luar jendela sebentar. Ku perlihatkan senyuman ku pada langit yang biru. Biar langit biru itu tau kalau dibalik wajah cantikku tersimpan senyuman yang begitu menawan.


Setelah puas memandang langit aku melangkah keluar dengan membawa tas ranselku. Ku selipkan headset dikedua telingaku, ku nyalakan musik diponselku. Sambil berjalan keluar kamar aku bersenandung riang.


Ku putar lagu yang pernah menjadi tangga lagu, lagu yang akhir ini membuatku ingin tertawa. Lagu dengan khas logat jawa membuat ku bangga dilahirkan dinegara JAWA ini. Aku tidak pemilih dalam urusan lagu, bahkan semua lagu aku suka.


Aku menunggu keluargaku di depan kamarmu, bersender didinding kamarku dengan kamar Bunda. Ku menunggu sambil mendedangkan lagu yang aku dengar sepelan mungkin.


Reff:


Kartonyono neng ngawi medot janjimu


Ambruk cagak ku nuruti angen-angenmu


Sak kabehane wes tak turuti


Tapi malah blenjangi


Budalo malah tak duduhi dalane


Metu kono belok kiri lurus wae

__ADS_1


Rasah nyawang sepionmu seng marai ati


Tambah bebani


Naaa naa naa naa ,,,


Hemb hemb hemb ,,,


Tanpa sadar Fatih dan semuanya juga bersender didinding kamarnya masing-masing menghadap kearahku. Aku yang sedang asyik melihat ponselku belum menyadari kehadiran mereka semua. Aku masih asyik menyanyi dan mengirimkan pesan kepada teman-temanku.


Terasa sangat lama aku menunggu mereka, leherku juga sudah terasa sangat pegal menunduk sedari tadi. Ku angkat dan terpampang jelas wajah-wajah yang tak asing.


"Heheheee ,,,,! cengirku sambil menggaruk belakang leherku.


"Sejak kapan kalian disini. Kenapa lama banget sih sampai Vey capek berdiri terus," kataku kesal bercampur malu. Mungkin saat ini wajahku sudah merah seperti udang rebus.


"Sudah dari 5 menit yang lalu," kata mereka semua serempak sambil menahan senyum.


"Ternyata suaramu merdu juga yah Vey, kenapa kemaren kamu tidak menyumbangkan satu lagu buat kita. Benar kan," ucap Fatih melihat kearah Bunda dan lainnya seperti meminta persetujuan.


"Apasih, bilang aja kalau kamu menghina suaraku," ucapku berjalan mendahului mereka yang bersama-sama terdengar menertawakanku.


"Bilang aja kalau suaraku jelek, gak usah pura-pura muji kek gitu," gerutu yang masih kesal.


Ku biarkan mereka yang masih terlihat menertawakanku, terutama Fatih. Dia sangat menyebalkan sangat cocok jika dijodohkan dengan Mbak Asri yang sama-sama menyebalkan.


Setelah sampai depan hotel, aku langsung masuk kedalam mobil sewaan. Aku memilih duduk dibelakang didekat jendela, terasa sangat nyaman saat sudah mendapatkan tubuhku. Aku bersender dengan telinga masih mendengarkan musik. Aku tidak menghiraukan mereka yang tadi sudah menduduki tempatnya masing-masing.


Mobil pun mulai melajukan rodanya menelusuri jalanan yang masih sejuk. Ku posisikan belakang tubuhku senyaman mungkin, saat sudah terasa nyaman dan enak ku tutup kedua mataku. Belum sempat tertutup sempurna dari arah sampingku Fatih menari headset satunya. Aku memelototkan mataku dan dibalas senyuman tanpa dosa dari Fatih.


"Aku juga pengen ikutan dengerin lagunya," ucapnya enteng tanpa merasa bersalah.


Aku tidak mau membalas perkataannya, aku masih merasa kesal karna ditertawakan tadi. Ku biarkan dia juga ikut mendengarkan musik diponselku. Ku sandarkan kepalaku di bantalan belakang, ku oejamkan mataku kembali.


" Vey, terima kasih sayang sudah melepaskan kami semua. Ibu harap kamu tidak membenci kami, kamu adalah satu-satunya putri Ibu. Tersenyumlah yang lebar sayang, kami semua menyayangimu," kata Ibu dalam mimpiku.


"Vey, teruslah didekat Fatih. Dia akan menggantikan aku menjagamu. Maafkan kita yang sudah membuatmu menderita selama ini. Mas selalu mendo'akan kebahagiaan mu dari atas sini. Ku kembalikan senyummu yang cantik itu lewat Fatih," ucap Mas Fahmi.

__ADS_1


" Sweet heart Ayah, kamu harus janji tidak lagi sedih. Kamu harus jadi anak yang emboh kuat lagi. Jangan pernah membenci perpisahan Sayang. Semuanya sudah diatur sang pencipta. Ayah titipkan senyum ayah sama kamu yah sweety. Jangan pernah menghapusnya, karna hanya senyummu yang bisa membuat kita semua tenang," disambung dengan kata Ayah.


Ku tarik bibirku membentuk bulan sabit dengan kedua mata yang masih tertutup rapat. Sengaja, aku tidak ingi. membuka kedua mataku, aku masih merasakan kehadiran mereka didalam mimpiku. Kali ini tidak ada air mata yang ku rasakan, hanya senyuman yang masih ku ukir indah.


"Vey, Vey, bangun Vey," panggil Fatih membangunkanku.


"Hemb ,,,! Yah, ada apa Fat. Sudah sampai yah kok berhenti," jawabku polos menatap mereka yang menatapku heran.


" Kamu itu kenapa tidur kok senyum-senyum gitu. Kesambet yah kamu. Waduh Pak Lek Veyo kesambet setan pantai deh kayaknya, kemaren kan dia teriak gak minta ijin dulu sama demit disana," ucap Fatih sekenanya. Mereka yang mendengar ucapan ngawur Fatih pun tertawa renyah.


Aku yang tidak tau maksud dari dari tawa itu pun juga ikutan tertawa. Entah, apa yang aku tertawakan sebenarnya. Aku tertawa yang paling keras dari mereka, melihat aku tertawa sebegitu kerasnya Papa dan yang lainnya pun langsung terdiam.


" Teruslah tertawa seperti ini Nak, teruslah tertawa meskipun kamu tidak tau apa yang membuatmu tertawa," batin Bunda.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu kembali tertawa lagi dek, Mbak kangen dengan tawamu ini," gumam Mbak Asri.


"Terima Kasih Mas Fahmi, Ibu, Ayah. Terima kasih semoga kalian tenang disana," gumamku dalam hati.


Krik Kriik Kriik ,,,,,


Hening seketika, mobil masih berhenti dipinggiran.


"Bagaimana, Pak, Buk bisa kita melanjutkan perjalanan," kata pak sopir mencairkan suasana yang tiba-tiba sunyi.


Kami semua yang berada didalam mobil pun tertawa berjamaah tak terkecuali Pak sopir juga ikutan tertawa. Akhirnya perjalanan pulang kali ini ditemani dengan penuh keceriaan.


Pak sopir yang tidak kenal pun juga ikutan bergabung sesekali memberi tebakan kepada semuanya.


NB: JIKA TERSENYUM BISA MENYEMBUHKAN LUKA, MAKA BERIKANLAH SENYUMAN YANG PALING INDAH.


Hah tangis-tangisannya sudah yah capek juga harus nangis tiap nulis. Authornya paling gak bisa kalau liat orang nangis. Maafkan yah terbawa emosi☺☺☺


Jangan lupa LIKE, SARAN, RATE dan VOTE jika berkenan.


😐Minta VOTE mulu tapi gak pernah VOTE balik ogah,,,


😊😊😊😊gak mau juga gak papa,,aku tidak pernah memaksa apa yang kalian tidak mauπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚,,,,,,

__ADS_1


Becanda yag readers biar gak tegangπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2