
πΆπΆπ±π±
Demi Tuhan
Sungguh berat aku lalui
Tanpa kamu, bersama denganmu
Sungguh sulit 'ku menolak
Untuk tak mengingat lagi
Semua kenangan yang kita lalui
Bersama
Dan aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini
Tapi aku tak bisa
Hidup begini terus
'Kan kujalani hidup tanpa kamu
Demi Tuhan
Sungguh-sungguh sangat berarti
Mengingatmu, semua tentangmu
Sungguh sulit 'ku menolak
Untuk tak mengingat lagi
Semua kenangan yang kita lalui
Bersama
Dan aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini
__ADS_1
Tapi aku tak bisa
Hidup begini terus
'Kan kujalani hidup tanpa kamu
Dan aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini
Aku di sini patah hati
Tak bisa terima kepergianmu
Dan semua kenyataan ini
Tapi aku tak bisa
Hidup begini terus
'Kan kuputuskan
Engkau ...
Demi Tuhan
Mendengarkan musik disore hari membuat ku lebih tenang. Ku pejamkan mata ku untuk lebih meresapi setiap syairnya. Lagu yang ku dengarkan seakan tau apa yang selama ini aku rasakan.
Menyuruh ku untuk mengikhlaskan semua kenangan itu, tertunduk sebentar untuk mendalami rasaku. Sulit tapi aku harus mencoba, tidak selamanya aku seperti ini. Aku harus ikhlas, aku harus bangkit dari keterpurukannku selama ini.
"Berbahagialah kalian diatas sana, aku ikhlaskan kalian dan datanglah jika aku merindukan kalian." Ucapku tersenyum kelangit biru.
Saat langit mulai menunjukkan sisi gelapnya, aku masuk kedalam untuk membersihkan badanku. Setelah itu membantu menyiapkan makan malam. Tak hentinya aku mengukir senyum hingga membuat Bunda dan mbg Asri terheran melihatku.
"Akhirnya, anak bunda bisa senyum lagi. Jadi yang melihatnya ikutan senang" Kata Bunda.
"Iya, nih bun jadi adem kan liatnya" Sambung mbg Asri
"Hehe,,,, hari ini Vey seneng banget Bun, mbg. Seneng. . . banget rasanya, entah karna Vey sudah ikhlas atau karna Vey udah lega" Ku memeluk Bunda dan menciumi pipi bunda.
"Ada apa sayang, pasti ada sesuatu yah hari ini" Melepaskan pelukanku dan menangkap wajahku. Sambil senyum senyum aku menganggukkan kepala ku pelan.
"Nunggu Papa pulang yah Bun, nanti aku ceritain." Mengambil pisang goreng dan kemudian berlenggang pergi menuju ruang tengah.
Niatku yang ingin membantu Bunda dan mbg Asri tidak jadi aku lakukan. Suasana hatiku sekarang mulai kembali ceria dulu, ku nyalakan layar besar didepanku. Ku pencet pencet tombol remot yang aku pegang untuk mencari acara yang aku suka.
__ADS_1
Setelah lama menggonta ganti akhirnya ku temukan acara kesayanganku. Drama korea yang saat ini lagi hits dan yang lagi digandrungi para pecinta oppa oppa ganteng. Ku pusatkan tatapanku keluar besar ini.
Bunda dan mbg Asri sudah duduk disampingku dengan membawa pisang goreng kesukaanku. Terharu, saat adegan yang menyentuh, sudah banyak tisu yang bertebaran dilantai. Jika sudah menyangkut acara kesukaanku, tidak ada yang bisa menggangguku.
Meskipun itu Bunda, ku mengambil satu pisang tanpa memindahkan pandanganku pada layar besar itu. Satu, dua pisang goreng sudah masuk kemulutku. Aku asyik dengan duniaku, tak peduli orang yang berada disampingku.
"Vey, asyik bener nontonnya sampek gk nyadar pisang goreng tinggal satu. Sisain buat yang lain nak" Ucap Bunda geleng geleng melihat kelakuanku.
Tak ku hiraukan Bunda yang berada disampingku, aku masih saja fokus dengan pemeran utama kesayanganku. Jingkrak jingkrak saat adegan yang romantis sudah dimulai. Kadang menangis, kadang berbunga bunga saat adegan demi adegan bermunculan.
Deb,,, Mbg Asri mematikan layar besar itu saat terdapat adegan ciuman antara artis cowok mencium sang pujaan hatinya. Tak terima, akhirnya ku nyalakan kembali. Tetapi, sudah keburu iklan.
"Huahh,,,,,ππ mbg Asri ih,,, kan jadi gak tau akunya?" Ku kerucut kan bibirku membuat mbg Asri dan Bunda tertawa melihatku ngambek.
"Ihh,,,, kok malah ketawa sih Bunda sama mbg Asri. Ih,,, beneran nyebelin aku bilangin sama Papa biar tau rasa" Kupalingkan wajahku dan bersendekap.
Ku beranjak berdiri untuk duduk diteras rumah, tapi belum sempat aku melangkah. Mbg Asri memegang pergelangan tanganku, Mendudukkan tubuhku kembali kesofa empuk yang tadi aku duduki. Mbg Asri dan Bunda merangkulku dari arah samping, kubalas pelukan mereka.
Tanpa kita sadari, dibelakang Papa sedang melihat kehangatan ini. Beliau menatap dan memeluk kita dari belakang. Aku, Bunda dan Mbg Asri terkejut karna tiba tiba ada orang yang memeluk dari belakang. Tangan besar dan kekar itu merangkul tubuh mungilku, Bunda dan mbg Asri dengan penuh kasih sayang. Aku sangat terharu, dalam hatiku selalu mengucap syukur telah dilahirkan didunia ini. Memiliki kedua orang tua yang benar benar sayang terhadapku juga mbg Asri.
Setelah lama kita berpelukan, Papa merenggangkan dan berjalan memutari sofa panjang yang aku, Bunda dan mbg Asri duduki. Papa duduk tepat didepanku Bunda berdiri untuk menuju dapur mengambilkan air untuk rajanya.
"Pa, kapan Papa datang kok aku gak dengar sepatu Papa." Tanyaku berdiri menghampiri Papa. Bergelayut manja dilengan kekarnya. Nyaman dan tenang saat ku memeluknya.
Mbg Asri yang melihat aku bermanja manjaan juga ikut tersenyum.
"Sini mbg, peluk Papa juga. Masak cuman liat aja" Lambaian tangan Papa memanggil mbg Asri.
"Papa sangat menyayangi kalian semua," Pelukan Papa semakin erat saat aku rasakan. Aku tau, meskipun mbg Asri bukan anak kandung kedua orang tuaku. Tapi mereka sangat menyayangi seperti mereka menyayangiku.
"Terima kasih Pa, terima kasih karna Papa sudah mau menganggap aku sebagai anak. Dan masuk dalam bagian keluarga ini. Aku sangat bersyukur dipertemukan dengan keluarga ini. Sekali lagi, terima kasih" Ucap mbg Asri yang sudah memikirkan air matanya.
Aku angkat tanganku untuk menghapus air mata itu. Ku genggam tangan mbg Asri dan tersenyum tulus kepadanya. Ku juga sangat bersyukur mempunyai kakak angkat yang sangat menyayangiku seperti adik kandungnya.
"Oh yah Pa aku mau cerita nih tapi nunggu Bunda yah" Ku mengalihkan pembicaraan yang menurutku bakalan menghabiskan banyak tisu. Ku lihat mbg Asri sudah tidak menangis lagi dan kembali tersenyum.
NOTES: TIDAK AKAN PERNAH ADA KEBAHAGIAN YANG LEBIH SEMPURNA DIBANDINGKAN SAAT KITA BERSAMA KELUARGA.
Mungkin ada yang bosen yah baca karya receh iniπππππ
Hah,,,,aku sebenernya bukan penulis yang handal, aku sebenarnya hanya seorang pembaca yang ingin mengutarakan apa yang aku rasakan.
Jadiπ kalau masih ada Typo atau gak nyambung dengan episode sebelumnya mohon maaf yah. Kemaren aku mau Up tapi mager tiba tiba menyerangkuππππ.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah mau ngasih LIKE, SARAN atau cuman baca baca aja gk apa apa.
salam dari ku π
__ADS_1